Konten dari Pengguna

MToken BRI Gagal, Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bank BRI. Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank BRI. Foto: Dok. BRI

Saat melakukan transaksi di Internet Banking BRI pernah mengalami notifikasi permintaan mToken BRI gagal? Untuk nasabah yang mengalami masalah serupa janganlah panik. Sebab, ada beberapa faktor penyebab yang menyebabkan gagalnya permintaan tersebut dapat terjadi.

Menurut situs resmi bank BRI di laman ib.bri.co.id, mToken BRI merupakan kode pengaman tambahan yang dibutuhkan pada setiap transaksi keuangan (transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian), ubah password dan ubah alamat email bagi para pengguna IB BRI.

Permintaan mToken dapat dilakukan setelah nasabah menyelesaikan prosedur registrasi mToken di kantor cabang BRI dan mengaktivasi mToken di e-Banking. Lantas, bagaimana jika permintaan mToken BRI gagal? Simak penyebab dan cara mengatasinya di bawah ini.

Penyebab mToken Internet Banking Gagal

1. Tidak memiliki pulsa telepon

Penyebab mToken gagal bisa saja karena tidak memiliki pulsa atau pulsa tidak mencukupi untuk melakukan permintaan. Biaya permintaan mToken sebesar Rp550. Akan tetapi, agar transaksi dapat berjalan dengan lancar siapkan pulsa telepon lebih dari itu atau minimal Rp10.000.

2. Nomor handphone yang terdaftar memasuki masa tenggang atau sudah tidak aktif lagi

Nomor telepon yang sudah tidak aktif lagi bisa menjadi salah satu penyebab mToken gagal. Maka dari itu, nomor yang terdaftar di Internet Banking haruslah nomor yang aktif digunakan sehari-hari.

3. Mengganti nomor handphone akan tetapi belum menghapus nomor handphone lama dari sistem.

Bisa juga karena nasabah belum melakukan registrasi mToken dengan nomor handphone yang baru di Customer Service BRI. Bahkan ada beberapa nasabah yang telah menggunakan nomor ponsel baru akan tetapi lupa menghapus nomor handphone lama yang tertera pada sistem IB.

4. Nomor handphone yang terdaftar memiliki jaringan seluler yang buruk atau tidak stabil.

Jaringan yang tidak stabil juga bisa menjadi pemicu gagalnya mToken IB BRI. Maka dari itu, saat sedang memproses permintaan pastikan jaringan serta sinyal internet kencang sehingga tidak mengganggu proses aktivasi.

5. mToken sudah kedaluwarsa

Nah, permintaan mToken yang sudah kedaluwarsa bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. mToken juga memiliki masa berlaku yang tercantum pada SMS Stok. Maka dari itu, periksa waktu dan tanggal karena biasanya jika lewat lebih dari 12 jam waktu request mToken akan mengalami expired.

Ilustrasi mToken BRI Gagal. Foto: Dok. BRI

Cara Mengatasi mToken BRI Gagal

Setelah mengetahui kelima penyebab di atas, berikut ini beberapa solusi yang bisa diikuti untuk mengatasi mToken BRI gagal.

  1. Isilah pulsa telepon sebelum melakukan transaksi agar permintaan berjalan lancar.

  2. Lakukan restart HP untuk memulihkan aplikasi yang sedang berjalan.

  3. Apabila sinyal telepon operator tidak stabil, pergilah ke tempat atau lokasi untuk mendapatkan sinyal yang lebih baik.

  4. Apabila mengganti nomor ponsel karena sudah tidak aktif lagi, kamu perlu menghapus dan melakukan registrasi ulang di kantor cabang BRI.

  5. Nasabah Internet Banking BRI juga bisa beralih ke aplikasi BRI Mobile Banking. Karena akses yang sama-sama mudah dan menggunakan ponsel dan internet, akan tetapi BRImo menawarkan fitur yang tentunya lebih mudah dan praktis.

Ketentuan mToken BRI Internet Banking

Adapun beberapa ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI terkait pemberlakukan mToken seperti yang terdapat pada situs ib.bri.co.id antara lain:

  • Nasabah harus melakukan registrasi dan aktivasi mToken.

  • Jika ada permintaan mToken, maka sistem akan mengirim SMS yang berisi mToken ke nomor ponsel yang sudah didaftarkan.

  • Nasabah akan mendapatkan sebanyak 5 mToken melalui SMS untuk transaksi pembayaran dan pembelian.

  • Setiap permintaan mToken pada transaksi transfer dan RTGS, nasabah akan mendapatkan 1 mToken melalui SMS.

  • Satu mToken hanya bisa digunakan untuk sekali transaksi.

  • mToken juga memiliki masa berlaku yang tercantum pada SMS Stok.

  • Setiap melakukan permintaan mToken, maka mToken sebelumnya akan hangus.

  • Apabila salah memasukkan mToken sebanyak 3 kali, maka User ID akan terblokir. Nasabah harus menghubungi Call Center BRI untuk membuka blokir tersebut.

  • Satu nomor handphone hanya dapat digunakan oleh satu User ID.

  • Akan dikenakan biaya SMS yang diambil dari pulsa Hp.

  • Untuk saat ini provider seluler yang diperkenankan untuk Registrasi mToken, yaitu Indosat, Telkomsel, XL, Three, Telkom Flexi, dan Bakrie Telecom.

Frequently Asked Question Section

Apa itu mToken BRI?

chevron-down

Menurut situs resmi bank BRI di laman ib.bri.co.id, mToken BRI merupakan kode pengaman tambahan yang dibutuhkan pada setiap transaksi keuangan (transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian), ubah password dan ubah alamat email bagi para pengguna IB BRI.

Apa saja provider yang bisa diregistrasi mToken BRI?

chevron-down

Untuk saat ini provider seluler yang diperkenankan untuk Registrasi mToken, yaitu Indosat, Telkomsel, XL, Three, Telkom Flexi, dan Bakrie Telecom.

Berapa minimal pulsa untuk request mToken?

chevron-down

Biaya permintaan mToken sebesar Rp550. Akan tetapi, agar transaksi dapat berjalan dengan lancar siapkan pulsa telepon lebih dari itu atau minimal Rp10.000.

(SRS)