Konten dari Pengguna

Nama Pelabuhan di Yogyakarta, Begini Faktanya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pelabuhan. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelabuhan. Foto: Unsplash.com

Tanjung Adikarto adalah nama pelabuhan di Yogyakarta. Pelabuhan ini berlokasi di Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dibangun pada 2005, Pelabuhan Tanjung Adikarto rencananya akan menjadi pintu ekspor ikan segar ke berbagai negara di Asia. Namun, hingga saat ini pelabuhan tersebut masih belum bisa beroperasi.

Di artikel ini, Berita Bisnis akan menjabarkan fakta seputar Pelabuhan Tanjung Adikarto di Yogyakarta. Jadi, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Fakta Pelabuhan Tanjung Adikarto

Ilustrasi pelabuhan. Foto: Unsplash

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berencana memanfaatkan Pelabuhan Tanjung Adikarto yang mangkrak untuk dijadikan sebagai tempat pembenihan. Hal ini karena kondisi pelabuhan sudah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

“Daripada mangkrak dan tak bisa digunakan, Pelabuhan Tanjung Adikarto akan dimanfaatkan sebagai fasilitas pembenihan ikan,” kata Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Kamis (13/7) yang dikutip dari kumparanNews.

Selama ini, Pemda DIY tak berani mengeruk karena aturan yang ada belum mengizinkan aktivitas penjualan pasir laut. “Tapi kan sekarang sudah ada kebijakan Presiden untuk bisa (dijual), berarti kan kami bisa mengeruk,” ucap Sultan.

Sultan juga mengatakan, Pelabuhan Tanjung Adikarto tak memungkinkan unutk dijadikan sebagai pelabuhan komersial karena saat ini sudah ada Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Laut (Gapasdap) Khoiri pun mengatakan, kawasan selatan Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia belum layak jika digunakan untuk lokasi pelabuhan komersial.

"DIY berada di Pulau Jawa bagian selatan yang berbatasan dengan Samudra Hindia. Ini belum layak jika akan dioperasikan sebagai pelabuhan komersial," ujar Khoiri saat rapat kerja nasional (Rakernas) di Jogja, pada Rabu (12/7) yang dimuat dalam kumparanNews.

Khoiri melanjutkan, bila Yogyakarta ingin mempunyai pelabuhan seperti di Tanjung Intan Cilacap, yang digunakan untuk Pertamina, transitnya kapal tanker, hal tersebut masih memungkinkan.

Baca Juga: Apa Nama Pelabuhan di Surabaya yang Paling Terkenal? Ini Profilnya

Sekilas tentang Pelabuhan

Ilustrasi pelabuhan. Foto: Unsplash

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001, pelabuhan adalah wilayah yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas tertentu. Fungsinya, sebagai tempat bersandar, berlabuh, naik-turunnya penumpang, hingga bongkar muat barang yang dilengkapi fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda.

Ashury Djamaluddin menerangkan dalam bukunya yang bertajuk Manajemen Operasional Pelabuhan, pelabuhan berperan sebagai focal point bagi perekonomian maupun perdagangan, dan menjadi kumpulan badan usaha seperti pelayaran dan keagenan, pergudangan, freight forwarding, dan angkutan darat.

Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2009 tentang Kepelabuhan pun menyebutkan bahwa peran pelabuhan, di antaranya sebagai berikut:

  • Simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya;

  • Pintu gerbang kegiatan perekonomian;

  • Tempat kegiatan alih moda transportasi;

  • Penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan;

  • Tempat distribusi, produksi, dan konsolidasi muatan atau kargo; dan

  • Mewujudkan wawasan nusantara dan kedaulatan negara.

Secara konseptual, pelabuhan memiliki empat fungsi strategis. Merujuk buku Manajemen Pelabuhan dan Terminal yang ditulis Ashury Djamaluddin, keempat fungsi pelabuhan tersebut, yaitu:

  1. Link (mata rantai), pelabuhan merupakan salah satu mata rantai proses transportasi dari tempat asal kargo atau orang ke tempat tujuan.

  2. Interface (titik temu), yaitu pelabuhan sebagai tempat pertemuan dua moda transportasi, misalnya, transportasi laut dan transportasi darat.

  3. Gateway (pintu gerbang), yaitu pelabuhan sebagai pintu gerbang suatu daerah atau negara. Dalam hal ini, jika setiap kapal berkunjung ke suatu daerah atau negara, kapal itu wajib mematuhi peraturan dan prosedur yang berlaku.

  4. Industri Entity, yaitu pelabuhan akan menimbulkan industri-industri baru pada wilayah hinterland-nya.

(NDA)