Konten dari Pengguna

Pengertian Brand Awareness, Tingkatan, Faktor Pengaruh dan Cara Membangunnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi merek dengan tingkat brand awareness tinggi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi merek dengan tingkat brand awareness tinggi. Foto: Unsplash

Brand awareness adalah elemen penting dari ekuitas merek. Brand awareness dapat dimaknai sebagai suatu kemampuan pelanggan untuk mengidentifikasi dan mengingat kembali sebuah merek, serta mengaitkannya dengan produk tertentu.

Menurut Rifyal Dahlawy Chalil dalam buku Brand, Islamic Branding, & Re-Branding, brand awareness merupakan kemampuan pelanggan mengingat merek atau iklan tertentu setelah distimulasi dengan kata-kata kunci, maupun secara spontan.

Brand awareness dapat menunjukkan kesanggupan konsumen (potential buyer) dalam mengingat kembali (recall) atau mengenali (recognize) suatu merek termasuk bagian dari kategori produk tertentu.

Tingkatan Brand Awareness

Ilustrasi merek dengan tingkat brand awareness tinggi. Foto: Pixabay

Dari penjelasan sebelumnya, brand awareness dapat dipahami sebagai tingkatan sejauh mana sebuah merek dapat dikenali dan menguasai ingatan konsumen. Secara umum, tingkatan brand awareness di antaranya sebagai berikut:

  1. Unaware of Brand (tidak menyadari merek), yaitu tingkatan terendah pada piramida brand awareness yakni di mana konsumen tidak menyadari keberadaan suatu brand di pasaran.

  2. Brand Recognition (pengenalan merek), yaitu level minimal dari brand awareness yakni di mana konsumen dapat mengingat kembali merek tertentu setelah konsumen melalui proses pengingat kembali dengan bantuan (aided recall) seperti iklan, jingle, dan lain-lain.

  3. Brand Recall (pengingatan kembali merek), yaitu pengingatan kembali merek tanpa melalui pemberian bantuan (unaided recall).

  4. Top of Mind (puncak pikiran), yaitu merek yang akan langsung muncul pertama kali di benak dan ingatan konsumen apabila kebutuhan tertentu muncul.

Semakin tinggi level dari brand awareness menandakan bahwa suatu merek telah berada dalam benak konsumen dan makin diingat dibandingkan brand lainnya. Brand dengan tingkat recall yang tinggi biasanya merupakan brand yang telah lama berada di pasaran.

Baca juga: Brand Equity: Pengertian, Indikator, dan Kategorinya

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Brand Awareness

Ilustrasi merek dengan tingkat brand awareness tinggi. Foto: Pixabay

Konsumen biasanya cenderung untuk membeli produk dengan merek yang sudah familiar dibandingkan dengan produk yang mereknya asing bagi konsumen tersebut. Hal ini dilakukan oleh konsumen karena merek tersebut mempunyai brand awareness yang tinggi.

Merujuk buku Manajemen Pemasaran (Konsep Pemasaran Digital) karya Ir. Suci Purwandari, M.M., dkk, beberapa faktor yang dapat mempengaruhi brand awareness di antaranya sebagai berikut:

  • Dipromosikan dan diiklankan secara luas sehingga dapat dikenal secara luas oleh masyarakat.

  • Eksistensi merek terjamin, keberadaan merek yang telah berlangsung lama menandakan bahwa merek sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi konsumen.

  • Pengelolaan merek yang baik.

  • Jangkauan distribusi yang luas memudahkan konsumen dalam mendapatkan produk tersebut dimanapun dan kapanpun dibutuhkan

Cara Membangun Brand Awareness

Ilustrasi cara membangun brand awareness. Foto: Pixabay

Rifyal Dahlawy Chalil menerangkan dalam bukunya yang bertajuk Brand, Islamic Branding, & Re-Branding, brand awareness berperan dalam menciptakan nilai suatu merek.

Itu karena brand awareness adalah modal dasar dalam terbentuknya asosiasi merek lain, rasa familiar atau rasa suka, dan komitmen, yang kemudian menjadikan merek tertentu masuk sebagai pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan konsumen.

Brand awareness juga memainkan peran dalam brand equity karena hal ini bergantung pada tingkat brand awareness dalam benak konsumen. Brand awareness secara umum dapat dibangun dengan tahap-tahap sebagai berikut:

  1. Pesan dari suatu merek haruslah mudah untuk diingat oleh konsumen.

  2. Pesan yang disampaikan haruslah berbeda dengan merek dari produk lainnya serta terdapat hubungan yang antara merek dan kategori produknya.

  3. Memakai jingle yang menarik agar membantu konsumen dalam mengingat merek

  4. Apabila merek memiliki simbol, hendaknya simbol tersebut relevan dengan merek itu sendiri.

  5. Brand extention dapat diterapkan agar merek inti dapat semakin diingat konsumen.

  6. Brand awareness dapat diperkuat dan ditingkatkan dengan memanfaatkan suatu isyarat tertentu sesuai dengan kategori produk, merek, maupun keduanya.

  7. Menerapkan pengulangan gun meningkatkan day ingat konsumen karena pada dasarnya membentuk ingatan lebih sulit dibandingkan membentuk pengenalan.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Jelaskan apa yang dimaksud dengan brand awareness?

chevron-down

Brand awareness dapat dipahami sebagai tingkatan sejauh mana sebuah merek dapat dikenali dan menguasai ingatan konsumen.

Apa saja tahapan brand awareness?

chevron-down

Unaware of Brand (tidak menyadari merek), Brand Recognition (pengenalan merek), Brand Recall (pengingat kembali merek), Top of Mind (puncak pikiran)

Apa dampak dari brand awareness?

chevron-down

Semakin tinggi level dari brand awareness menandakan bahwa suatu merek telah berada dalam benak konsumen dan makin diingat dibandingkan brand lainnya.