Konten dari Pengguna

Pengertian Inflasi, Ketahui Penyebab dan Jenisnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Inflasi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Inflasi. Foto: Unsplash

Pengertian inflasi secara singkat ialah suatu kondisi yang menggambarkan kenaikan harga barang atau jasa secara terus menerus. Dengan begitu, harga barang akan naik sedangkan jumlah barang menjadi relatif sedikit.

Kamu pasti sudah sering mendengar istilah inflasi. Terutama akhir-akhir ini, banyak pemberitaan inflasi global yang mempengaruhi keadaan ekonomi di Indonesia.

Jika inflasi terjadi, apa dampaknya bagi kegiatan perekonomian suatu negara? Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian, penyebab dan jenis-jenis inflasi.

Pengertian Inflasi

Inflasi merupakan salah satu istilah dalam ilmu ekonomi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian dari inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

Dalam bukunya yang berjudul Buku Siswa Ekonomi Peminatan Ilmu-ilmu Sosial untuk Siswa SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 oleh Basuki Darsono, inflasi adalah suatu keadaan ketika tingkat harga secara umum (price level) cenderung naik.

Menurut Bank Indonesia di laman bi.go.id, inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Perhitungan inflasi dilakukan oleh BPS. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.

Penyebab Inflasi

Secara umum, inflasi yang terjadi di suatu negara tentunya disebabkan oleh beberapa faktor penyebabnya antara lain:

1. Melonjaknya jumlah permintaan barang di pasar

2. Melambungnya biaya produksi sehingga barang yang ditawarkan meningkat

3. Meningkatnya jumlah uang yang beredar di masyarakat

4. Berkurangnya jumlah barang di pasaran

5. Meningkatnya kegiatan impor barang dari luar negeri yang sedang mengalami inflasi.

6. Meningkatnya pengeluaran pemerintah (defisit anggaran)

Ilustrasi Inflasi. Foto: Pexels

Jenis-jenis Inflasi

Inflasi yang menimpa suatu negara bermacam-macam. Dalam ilmu ekonomi, inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam pengelompokan tertentu dan akan digunakan tergantung pada tujuan yang ingin dicapainya.

Pengelompokan inflasi berdasarkan tingkat kualitas, penyebab, asal, dan cakupan pengaruh harga. Berikut penjabaran lengkapnya yang dikutip dari buku Mengenal Inflasi (2019:19-29) oleh Sri Kartika.

1. Berdasarkan Tingkat Kualitas

Berdasarkan tingkat kualitas, inflasi dapat dibedakan ke dalam 4 jenis, yaitu:

  1. Inflasi ringan: kenaikan harga di bawah 10% dalam setahun.

  2. Inflasi sedang: kenaikan harga di antara 10% - 30% dalam setahun.

  3. Inflasi berat: kenaikan harga di antara 30% - 100% dalam setahun.

  4. Hiperinflasi (inflasi tak terkendali): kenaikan harga di atas 100% dalam setahun.

2. Berdasarkan Penyebab

Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu inflasi karena permintaan meningkat dan inflasi karena kenaikan biaya produksi.

  1. Inflasi permintaan meningkat (demand pull inflation) akibat permintaan total masyarakat yang terus meningkat atau berlebihan sehingga menyebabkan perubahan tingkat harga.

  2. Inflasi kenaikan biaya produksi (cost push inflation) terjadi karena ya kenaikan biaya pada berbagai faktor produksi (input) sehingga mengakibatkan harga barang (output) yang dihasilkan ikut naik.

3. Berdasarkan Asal

Berdasarkan asalnya, inflasi dibagi menjadi 2, yakni dalam dan luar negeri.

  1. Inflasi dari dalam negeri (domestic inflation)

  2. Inflasi dari luar negeri (imported inflation)

4. Berdasarkan Cakupan Pengaruh Terhadap Harga

Berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga, inflasi dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Inflasi tertutup (closed inflation) bila kenaikan harga yang terjadi hanya berhubungan dengan satu atau dua barang tertentu.

  2. Inflasi terbuka (open inflation) apabila kenaikan harga yang terjadi pada semua barang secara umum.

  3. Inflasi tidak terkendali (hiperinflasi) yaitu serangan inflasi yang sangat hebat dan setiap saat harga harga terus berubah serta meningkat. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak dapat menahan uang lebih lama karena khawatir nilai uang terus merosot.

Inflasi memiliki dampak positif dan negatif tergantung tingkat parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi yang terjadi tergolong ringan maka akan memberi pengaruh positif. Sebaliknya, bila inflasi yang terjadi tergolong berat atau parah maka akan memberikan pengaruh yang negatif. Semoga bermanfaat!

(SRS)