Pengertian Refinancing, Jenis-jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Refinancing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembayaran kembali satu utang dengan utang lainnya. Tujuannya untuk menurunkan suku bunga, mengubah jadwal pembayaran, atau sekadar menggabungkan berbagai pembayaran menjadi satu.
Berdasarkan informasi dari laman Investopedia, refinancing mengacu pada proses merevisi dan mengganti persyaratan perjanjian kredit yang ada, biasanya terkait dengan pinjaman atau hipotek.
Hal ini dilakukan dengan maksud untuk membuat perubahan yang menguntungkan pada tingkat suku bunga, jadwal pembayaran, dan/atau syarat lain yang tertera dalam kontrak. Simak penjelasan lengkap seputar refinancing dalam uraian artikel di bawah ini.
Jenis-jenis Refinancing
Mengutip buku Hukum Pembiayaan Usaha-Rajawali Pers oleh Rio Christiawan, berikut beberapa jenis refinancing yang dapat dimanfaatkan nasabah:
1. Refinancing dengan Suku Bunga dan Jangka Waktu (Rate and Term Refinancing)
Rate and Term Refinancing adalah jenis refinancing yang paling umum. Itu terjadi ketika pinjaman awal dilunasi dan digantikan perjanjian pinjaman baru yang membutuhkan pembayaran bunga lebih rendah.
2. Refinancing Kas Keluar (Cash-out Refinancing)
Cash-out Refinancing terjadi ketika aset dasar yang menjadi jaminan pinjaman telah meningkat nilainya. Sederhananya, ketika nilai aset meningkat, peminjam dapat memperoleh akses ke nilai tersebut dengan pinjaman daripada menjualnya.
3. Refinancing Kas Masuk (Cash-in Refinancing)
Cash-in Refinancing memungkinkan peminjam membayar sebagian pinjaman dengan rasio loan-to-value (LTV) yang lebih rendah atau pembayaran pinjaman yang lebih kecil.
LTV sendiri adalah nilai yang digunakan pemberi pinjaman untuk menentukan seberapa besar risiko yang mereka ambil.
4. Refinancing Konsolidasi (Consolidation Refinancing)
Consolidation Refinancing dapat digunakan ketika investor memperoleh satu pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah daripada suku bunga rata-rata saat ini di beberapa produk kredit.
Refinancing jenis ini mengharuskan konsumen atau bisnis untuk mengajukan pinjaman baru dengan suku bunga yang lebih rendah dan kemudian melunasi utang yang ada dengan pinjaman baru.
Baca juga: 5 Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat yang Perlu Dipelajari Debitur
Kelebihan dan Kekurangan Refinancing
Refinancing dalam prosesnya memiliki kelebihan dan kekurangan bagi nasabah yang mengajukan pembiayaan kembali ke bank. Mengutip Investopedia, Berikut kelebihan dan kekurangan dari refinancing:
Kelebihan Refinancing
Peminjam bisa mendapatkan pembayaran cicilan bulanan dan suku bunga yang lebih rendah.
Peminjam dapat mengubah suku bunga yang dapat disesuaikan menjadi suku bunga tetap, sehingga memperoleh keuntungan berupa penghematan.
Peminjam bisa mendapatkan dana tunai untuk kebutuhan finansial yang mendesak.
Peminjam dapat menetapkan jangka waktu pinjaman yang lebih pendek, sehingga dapat menghemat total bunga yang dibayarkan.
Kekurangan Refinancing
Jika jangka waktu pinjaman diatur ulang ke jangka waktu semula, total pembayaran bunga selama masa pinjaman bisa lebih besar.
Dalam hal refinancing rumah, peminjam dapat mengurangi ekuitas (hak pemilik) yang dimiliki.
Biaya bulanan akan meningkat dengan jangka waktu pinjaman yang lebih pendek dan pada refinancing, peminjam harus membayar biaya penutupan.
(NDA)
