Konten dari Pengguna

Penyebab Rupiah Menguat, Pemulihan Sentimen Pasar hingga Kenaikan Suku Bunga

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami faktor-faktor penyebab rupiah menguat. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami faktor-faktor penyebab rupiah menguat. Foto: Pexels

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terapresiasi 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.941 pada Kamis pagi, 11 Juni 2026. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor penyebab rupiah menguat yang terjadi beberapa hari ke belakang.

Sebelumnya, pada Selasa, 9 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4,5% dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

Lantas, mengapa kini rupiah menguat?

Penyebab Rupiah Menguat Menurut Para Pakar

Ilustrasi memahami penyebab rupiah menguat menurut para pakar. Foto: Pixabay

Berikut ini pendapat beberapa pakar mengenai alasan penguatan rupiah:

1. Membaiknya Sentimen Pasar

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terjadi seiring dengan membaiknya sentimen pasar dan upaya stabilitasi yang diambil BI.

“Setelah sempat menyentuh level terlemah di Rp18.190 per dolar AS pada awal pekan, rupiah mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia,” kata Amru di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026, seperti dikutip dari Antara.

2. Kenaikan Suku Bunga

Senada dengan hal itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Diponegoro (Undip), Esther Sri Astuti mengungkapkan bahwa penguatan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak lepas dari persepsi investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas kebijakan fiskal dalam negeri.

Selain itu, menurut dia, nilai rupiah melonjak karena dipengaruhi oleh faktor kenaikan suku bunga acuan BI (BI-Rate). Dia berharap hal ini dapat menarik investasi masuk.

“Yang utama, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak, maka nilai rupiah tidak terdepresiasi,” ucap Esther saat dihubungi kumparanBISNIS, pada Selasa, 9 Juni 2026.

BI Proyeksikan Rupiah Tembus Rp16.800 pada 2027

Adapun BI memperkirakan kurs rupiah terhadap dolar AS pada 2027 mencapai Rp16.800 hingga Rp17.500. Estimasi ini lebih kuat dibandingkan dengan posisi rupiah saat ini yang berada di level Rp18.000 per dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan bahwa proyeksi tersebut sejalan dengan asumsi makro yang juga digunakan pemerintah dalam menyusun anggaran tahun depan.

“Mengenai nilai tukar, kami memandang 2027 nilai tukar akan menguat. Rupiah kisarannya sama dengan pemerintah, Rp16.800 sampai Rp17.500,” ujar Perry dalam rapat kerja (raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Perry menyebut terdapat beberapa faktor utama yang diyakini dapat memicu penguatan rupiah pada 2027. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Membaiknya kondisi ekonomi global yang diperkirakan tidak lagi menghadapi tekanan sebesar tahun ini, yaitu diprediksi meningkat menjadi 3,1 persen.

  • Fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat, di mana BI melihat pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang terkendali, imbal hasil aset keuangan yang menarik, dan posisi cadangan devisa yang memadai.

  • Penguatan rupiah diyakini akan terjadi akibat dukungan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk sebagai pelaksana ekspor satu pintu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor, memperbesar penerimaan devisa hasil ekspor, dan menambah penerimaan negara.

Baca Juga: BI Perkirakan Rupiah Menguat ke Rp 16.800-Rp 17.500 per Dolar AS pada 2027

(MDP)