Konten dari Pengguna

Perbedaan Biaya Peluang dan Biaya Sehari-hari serta Contohnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Biaya Peluang dan Biaya Sehari-hari. Foto: Unsplash.com/Marek Studzinski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Biaya Peluang dan Biaya Sehari-hari. Foto: Unsplash.com/Marek Studzinski

Perbedaan biaya peluang dan biaya sehari-hari utamanya adalah biaya sehari-hari dapat diperhitungkan. Sedangkan biaya peluang hanya dapat diprediksi.

Kedua biaya itu tak saling berkaitan, tetapi biasanya biaya sehari-hari diikuti biaya peluang. Contohnya Ibu A setelah sampai di Pasar ingin memilih dua barang yang sama bagusnya, padahal sebelumnya ia memantapkan hati untuk membeli barang A.

Untuk mengetahui perbedaan biaya peluang dan biaya sehari-hari lebih lanjut, simak pembahasannya di artikel Berita Bisnis berikut ini.

Daftar isi

Perbedaan Biaya Peluang dan Biaya Sehari-hari

Ilustrasi Perbedaan Biaya Peluang dan Biaya Sehari-hari. Foto: Unsplash.com/Emil Kalibradov

Mengutip thebalancemoney.com, biaya oportunitas atau biaya peluang adalah kerugian yang ditanggung untuk mendapatkan keuntungan atau kehilangan satu atau lebih keuntungan untuk mendapatkan keuntungan lainnya.

Sederhananya, biaya peluang adalah nilai dari apa yang hilang ketika seseorang atau badan memilih di antara dua pilihan atau lebih.

Adapun yang dimaksud biaya sehari-hari adalah pengeluaran yang harus dikeluarkan individu atau badan usaha guna mendukung jalannya kegiatan sehari-harinya. Biaya ini dapat dibayarkan setiap bulannya, setiap minggu, atau periode waktu lainnya.

Aktivitas ini dapat mencakup aktivitas bisnis, pekerjaan, pendidikan, rumah tangga, dan lain sebagainya. Biaya ini dapat diperhitungkan dan digunakan untuk tujuan tertentu. Contohnya, biaya membeli beras untuk memenuhi kebutuhan primer.

Di sisi lain, biaya peluang adalah biaya yang tak digunakan karena memilih alternatif lain. Contoh kedua biaya itu secara bersamaan adalah Ibu Dina membeli beras untuk keperluan sehari-harinya dengan biaya yang sudah ditetapkan, yakni 5 liter beras sebesar Rp50.000, ini adalah biaya sehari-hari.

Pada saat ingin membeli beras, terdapat dua beras dengan harga sama, beras A adalah beras yang sering digunakan, sementara beras B adalah beras merek baru.

Ibu Dina memutuskan untuk membeli beras B tersebut. Untuk itu biaya peluang Ibu Dina adalah biaya karena tak memilih beras A, seperti kualitas yang berbeda, rasa yang berbeda, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Biaya Investasi Sesuai Instrumennya, Pahami agar Tak Keliru

Contoh Biaya Peluang

Ilustrasi Perbedaan Biaya Peluang dan Biaya Sehari-hari. Foto: Unsplash.com/Omid Armin

Mengutip www.netsuite.com, berikut contoh dari biaya peluang dalam kegiatan bisnis atau kehidupan sehari-hari:

  1. Sebuah perusahaan memutuskan untuk menghabiskan Rp50 miliar untuk meluncurkan produk baru. Biaya peluang adalah nilai dari Rp50 miliar yang tak dapat digunakan di tempat lain.

  2. Seorang karyawan mempertimbangkan untuk kembali ke sekolah untuk mendapatkan gelar master. Biaya peluang dari keputusan ini adalah gaji yang tak akan didapatkan selama dua tahun.

  3. Sebuah bisnis memiliki surplus Rp500.000 juta yang dapat digunakan untuk merenovasi pabrik atau berinvestasi di pasar saham. Jika perusahaan tersebut mengharapkan renovasi menghasilkan laba 9% di tahun pertama dan investasi menghasilkan 12% untuk periode waktu yang sama, biaya peluang untuk memilih opsi pertama adalah 3% (12% hingga 9%). Berinvestasi di pasar saham adalah pilihan yang lebih baik karena pengembaliannya diharapkan jauh lebih tinggi.

Contoh Biaya Sehari-hari

Ilustrasi Perbedaan Biaya Peluang dan Biaya Sehari-hari. Foto: Unsplash.com/Mathieu Stern

Berikut beberapa contoh dari biaya sehari-hari yang membedakan dengan biaya peluang:

  1. Pak Latif mengeluarkan uang untuk mengisi bensin mobilnya sebelum berangkat ke kantor.

  2. Ibu Ani memberikan uang jajan untuk anaknya pergi ke sekolah.

  3. Maulidya membayar tagihan Apple Music miliknya setiap tanggal 25.

  4. Pak Adi membayar tagihan listrik dan air setiap awal bulan.

  5. Pak Amin membayarkan SPP anaknya di awal semester baru.

(MQ)