Perbedaan Current Asset dan Fixed Asset pada Perusahaan

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aset merupakan elemen yang berharga bagi suatu perusahaan. Istilah yang kerap disebut juga sebagai aktiva ini adalah keseluruhan sumber daya milik perusahaan yang bernilai ekonomi untuk mendukung operasi bisnis.
Jenis aset dibagi menjadi dua ketegori utama, yaitu current asset (aset lancar) dan fixed asset (aset tetap). Keduanya memiliki karakteristik hingga kegunaan yang berbeda. Dengan memahami perbedaan aset lancar dan aset tetap, perusahaan dapat mengelola keuangan secara efisien.
Perbedaan Current Asset dan Fixed Asset
Current asset didefiniskan sebagai aset perusahaan yang dapat dikonversi menjadi kas, dijual, atau dikonsumsi dalam waktu satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal perusahaan.
Sementara itu mengutip dari buku Teori dan Aplikasi Akuntansi Keuangan karya Munawar, dkk, fixed asset adalah aset bisnis yang tidak untuk diperjualbelikan, tetapi digunakan untuk kegiatan usaha yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun.
Perbedaan aset lancar dan aset tetap dapat dilihat berdasarkan beberapa aspek, di antaranya dari segi likuiditas, jangka waktu penggunaan, tujuan penggunaan, nilai penyusutan, dan contoh.
1. Likuiditas
Current Asset: Aset lancar memiliki likuiditas tertinggi karena aset ini cepat diubah menjadi kas. Jenis aset ini memiliki siklus konversi dan manfaat yang singkat.
Fixed Asset: Aset tetap bersifat tidak likuid. Jenis aset ini tak diharapkan untuk dijual atau dikonsumsi dalam periode yang singkat.
2. Jangka Waktu Penggunaan
Current Asset: Jangka waktu penggunaan aset lancar terbilang singkat, biasanya tidak lebih dari satu tahun atau sesuai dengan siklus operasi perusahaan.
Fixed Asset: Aset tetap memiliki umur masa manfaat ekonomi yang panjang. Misalnya lebih dari satu tahun atau selama beberapa dekade.
3. Tujuan Penggunaan
Current Asset: Aset lancar yang digunakan untuk operasional perusahaan dalam jangka pendek. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti membayar utang jangka pendek, membeli bahan baku, atau menutupi biaya operasional.
Fixed Asset: Digunakan perusahaan untuk kegiatan produksi barang atau layanan. Dengan kata lain, jenis aset ini dimanfaatkan langsung operasional bisnis untuk menghasilkan pendapatan.
Baca Juga: Apa Itu Liabilitas? Ini Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contohnya
4. Nilai Penyusutan
Current Asset: Aset lancar tidak menyusut karena sifatnya yang mudah dikonversi dan memiliki jangka waktu penggunaan yang pendek.
Fixed Asset: Nilai aset tetap biasanya menyusut seiring berjalannya waktu dan mencerminkan penggunaannya dalam operasional bisnis.
5. Contoh Aset
Current Asset: Kas, surat-surat berharga, piutang dagang, persediaan barang, perlengkapan kantor, penghasilan yang masih akan diterima (accrual receivable), dan biaya yang dibayar di muka.
Fixed Asset: Tanah bangunan, gedung perkantoran, peralatan, mobil perusahaan, mesin produksi.
(SA)
