Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar di Rumah Tangga

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Listrik merupakan kebutuhan utama bagi setiap rumah tangga dan bisnis. Di Indonesia, penggunaan listrik dikelola oleh PLN dengan dua sistem pembayaran utama, yaitu prabayar dan pascabayar.
Kedua sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di bawah ini akan diuraikan secara lengkap perbedaan listrik prabayar dan pascabayar untuk membantu pelanggan memilih sistem yang paling sesuai.
Mengenal Listrik Prabayar dan Pascabayar
Listrik prabayar adalah sistem pembayaran listrik dengan cara membeli token listrik sebelum pelanggan bisa mendapat listrik. Pembelian token listrik ini bisa dilakukan secara online melalui aplikasi PLN Mobile, e-commerce, atau e-wallet.
Setelah membeli token, pelanggan memasukkan kode yang diterima ke meteran listrik di rumah, dan listrik akan aktif sesuai jumlah pulsa yang dibeli.
Sistem ini mirip dengan pulsa prabayar pada ponsel. Pelanggan dapat memantau penggunaan listrik melalui meteran digital yang menampilkan sisa token.
Sementara itu, listrik pascabayar adalah sistem ketika pelanggan dapat menggunakan listrik terlebih dahulu, kemudian membayar tagihan listrik pada akhir bulan berdasarkan jumlah penggunaan listrik selama satu bulan tersebut.
Tagihan listrik akan dikirimkan ke pelanggan, dan pembayaran dilakukan secara berkala. Adapun jumlah tagihan yang dibayar setiap bulannya pun tidak menentu.
Baca Juga: 1 kWh Berapa Rupiah? Ini Penjelasannya
Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar
Berdasarkan penjabaran di atas, berikut perbedaan listrik prabayar dan pascabayar yang bisa diperhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakannya di rumah.
1. Cara Pembayaran
Prabayar: Pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu, biasanya dalam bentuk nominal tertentu (misalnya Rp20.000, Rp50.000, atau Rp100.000).
Pascabayar: Pelanggan membayar tagihan bulanan berdasarkan pemakaian daya listrik yang tercatat di meteran.
2. Pengelolaan Penggunaan Listrik
Prabayar: Pelanggan memiliki kontrol penuh atas penggunaan listrik karena mereka dapat memantau sisa saldo token di meteran listrik.
Pascabayar: Pengguna cenderung tidak memantau penggunaan listrik secara langsung, sehingga pemakaian bisa tak terkontrol.
3. Kepraktisan
Prabayar: Tak perlu khawatir dengan tagihan bulanan karena pelanggan membayar di muka. Namun, jika token habis, listrik akan langsung terputus.
Pascabayar: Lebih nyaman karena listrik tidak akan terputus selama tagihan dibayar tepat waktu.
4. Denda dan Biaya Tambahan
Prabayar: Tidak ada denda karena pembayaran dilakukan sebelum penggunaan.
Pascabayar: Jika terlambat membayar tagihan, pelanggan akan dikenakan denda atau biaya keterlambatan.
5. Ketersediaan Data Pemakaian
Prabayar: Informasi pemakaian lebih transparan karena pelanggan dapat melihat langsung sisa saldo token dan jumlah daya yang digunakan.
Pascabayar: Informasi pemakaian hanya tersedia dalam bentuk tagihan bulanan yang diterbitkan oleh PLN.
(NDA)
