Konten dari Pengguna

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen yang Perlu Dipahami Investor

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi investasi saham. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi investasi saham. Foto: Unsplash

Di dunia investasi saham, terdapat dua jenis saham yang bisa dimiliki investor, yaitu saham biasa dan saham preferen. Kedua jenis saham ini menawarkan keuntungan dan karakteristik yang berbeda.

Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami perbedaan saham biasa dan saham preferen sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Artikel di bawah ini akan menjelaskan perbedaan mendasar antara saham biasa dan saham preferen, mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya.

Pengertian Saham Biasa

Ilustrasi investasi saham. Foto: Unsplash

Mengutip Corporate Finance Institute (CFI), Saham biasa adalah jenis saham yang memberikan hak kepemilikan ke pemegangnya terhadap suatu perusahaan. Jenis saham ini umumnya berupa blue-chip, mid-cap, atau small-cap.

Pemegang saham biasa memiliki hak untuk berpartisipasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan, seperti pemilihan dewan direksi.

Saham biasa juga memberikan hak untuk memperoleh dividen, tetapi jumlahnya tidak tetap dan bergantung pada laba perusahaan serta kebijakan manajemen.

Baca Juga: Cara Menghitung Harga Wajar Saham untuk Investor

Pengertian Saham Preferen

Ilustrasi investasi saham. Foto: Unsplash

Saham preferen adalah jenis saham yang memiliki karakteristik campuran antara saham dan obligasi. Pemegang saham preferen biasanya memiliki hak istimewa atau prioritas dalam menerima dividen dan aset perusahaan jika terjadi likuidasi.

Dividen pada saham preferen biasanya bersifat tetap, mirip seperti bunga pada obligasi, dan dibayarkan sebelum dividen untuk pemegang saham biasa. Namun, pemegang saham preferen umumnya tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Rusdin menjelaskan dalam buku Pasar Modal Teori Masalah dan Kebijakan dalam Praktek, saham preferen memiliki banyak varian, di antaranya:

  • Cumulative preferred stock (yang memungkinkan pembayaran dividen tertunda);

  • Convertible preferred stock (yang dapat dikonversi menjadi saham biasa); dan

  • Participating preferred stock (yang memberikan hak untuk memperoleh dividen tambahan jika perusahaan mencapai target tertentu).

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen

Ilustrasi investasi saham. Foto: Unsplash

Berikut beberapa perbedaan utama antara saham biasa dan saham preferen.

1. Hak Suara

  • Saham Biasa: Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digunakan untuk memilih dewan direksi dan keputusan penting lainnya. Setiap lembar saham biasanya mewakili satu suara.

  • Saham Preferen: Umumnya, pemegang saham preferen tidak memiliki hak suara, meskipun dalam beberapa kasus, hak suara bisa diberikan dalam situasi tertentu. Fokus utama pemegang saham preferen adalah keuntungan tetap berupa dividen.

2. Prioritas Dividen

  • Saham Biasa: Dividen untuk saham biasa tidak memiliki prioritas dan baru dibayarkan setelah dividen saham preferen. Selain itu, jumlah dividen tidak tetap dan bergantung pada laba bersih perusahaan.

  • Saham Preferen: Pemegang saham preferen memiliki prioritas dalam pembayaran dividen dengan jumlah tetap. Dividen ini dibayarkan terlebih dahulu sebelum dividen untuk saham biasa.

3. Pembagian Aset dalam Likuidasi

  • Saham Biasa: Jika perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, pemegang saham biasa adalah pihak terakhir yang mendapatkan bagian dari aset perusahaan setelah pemegang saham preferen, obligasi, dan kreditur lainnya. Ini berarti risiko kehilangan modal bagi pemegang saham biasa lebih tinggi.

  • Saham Preferen: Pemegang saham preferen memiliki hak lebih tinggi dibandingkan pemegang saham biasa dalam pembagian aset saat terjadi likuidasi, meskipun tetap berada di bawah kreditur dan pemegang obligasi.

4. Potensi Keuntungan Capital Gain

  • Saham Biasa: Potensi kenaikan harga saham biasa lebih tinggi dibandingkan saham preferen. Investor saham biasa bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham atau capital gain yang cukup signifikan jika kinerja perusahaan baik.

  • Saham Preferen: Saham preferen umumnya memiliki kenaikan harga yang lebih terbatas dan cenderung stabil. Potensi capital gain pada saham preferen tidak sebesar saham biasa, karena fokusnya pada dividen tetap.

5. Dividen yang Dibayarkan

  • Saham Biasa: Dividen untuk saham biasa tidak dijamin dan bisa bervariasi atau bahkan tidak dibayarkan jika perusahaan merugi atau ingin menyimpan laba untuk ekspansi.

  • Saham Preferen: Dividen untuk saham preferen umumnya bersifat tetap dan dibayarkan secara rutin, mirip dengan bunga obligasi. Hal ini membuat saham preferen lebih menarik bagi investor yang mencari pendapatan stabil.

6. Jenis Saham Preferen Khusus

  • Saham Biasa: Biasanya tidak ada variasi atau jenis khusus dari saham biasa, kecuali saham biasa yang diperdagangkan sebagai blue-chip, mid-cap, atau small-cap.

  • Saham Preferen: Saham preferen memiliki berbagai jenis, seperti cumulative preferred stock, convertible preferred stock, dan participating preferred stock.

(NDA)