Perbedaan Supermarket dan Swalayan sebagai Pasar Modern

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat mungkin berpikir bahwa supermarket dan swalayan adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Apa perbedaan supermarket dan swalayan?
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007, perbedaan supermarket dan swalayan dapat dilihat dari ukuran luas toko hingga jenis barang yang dijual.
Untuk mengetahui perbedaan supermarket dan swalayan lebih lanjut, simak penjelasan lengkapnya dalam uraian artikel Berita Bisnis di bawah ini.
Perbedaan Supermarket dan Swalayan
Berikut perbedaan supermarket dan swalayan yang bisa dipahami, sebagaimana dihimpun dari buku Ensiklopedia Perdagangan Nasional oleh Wahab dan beberapa sumber lainnya.
Supermarket
Secara etimologi, supermarket merupakan istilah bahasa Inggris yang berarti pasar yang besar. Menurut Peraturan Presiden 112/2007, supermarket memiliki luas lantai antara 400-5.000 meter persegi.
Pusat perbelanjaan ini biasanya menjual menjual secara berbagai barang kebutuhan yang bersifat spesial atau shopping goods, yakni tidak semua orang bisa membelinya.
Untuk membeli barang tersebut, konsumen biasanya harus membandingkan terlebih dahulu dengan merek lainnya dari segi bahan, harga, kualitas, atau modal.
Dikutip dari buku Pengantar Bisnis: Merajut Bisnis Lokal Menuju Bisnis Global beserta Kajian Hukumnya oleh I Putu Artaya dan Sulistyani Eka Lestari, supermarket terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Basement store, yakni pusat perbelanjaan yang menjual barang kebutuhan sehari-hari. Terkadang barang yang dijual di sini tidak berbeda dengan barang yang dijual di pasar tradisional.
Leased department, yakni pusat perbelanjaan yang menjual barang kebutuhan sehari-hari dan ditambah dengan barang lainnya yang tergolong barang special goods, meskipun barang yang disajikan jumlahnya terbatas.
Branch swalayan, yakni pusat perbelanjaan yang isinya sedikit lebih lengkap produknya dibandingkan dua jenis di atas. Berbagai macam barang berkualitas dijual di sini dan koleksinya lebih lengkap.
Beberapa contoh supermarket di Indonesia, di antaranya Hero, Ramayana, Superindo, Foodmart, Borma, Gelael, dan lain sebagainya.
Swalayan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), swalayan dimaknai sebagai pelayanan sendiri oleh pembeli karena perusahaan tidak menyediakan pramuniaga.
Swalayan umumnya menjual tidak lebih dari 500 jenis produk dalam bentuk eceran. Adapun ukuran bangunannya relatif lebih kecil dibandingkan supermarket.
Ciri khas swalayan adalah didirikan dengan lokasi yang dekat dengan pemukiman penduduk, seperti perumahan, perkampungan, atau lokasi tertentu yang dapat dengan mudah dijangkau penduduk ketika ingin berbelanja.
Beberapa contoh swalayan di Indonesia, antara lain Indomaret, Alfamart, Yomart, Mitra, Lawson, Star Mart, dan masih banyak lagi.
Baca juga: Perbedaan Pasar Perdana dan Pasar Sekunder
Fungsi Pasar Modern
Supermarket atau swalayan sama-sama tergolong sebagai pasar modern. Secara umum, pasar modern memiliki beberapa fungsi utama sebagai berikut:
Menjamin kualitas barang yang baik untuk memuaskan kebutuhan konsumen.
Mempermudah produsen mendistribusikan berbagai jenis barang kepada konsumen secara langsung. Cara mendistribusikan barang hingga sampai kepada konsumen menjadi salah satu masalah pokok ekonomi modern dalam penerapan fungsi pasar modern.
Memperkenalkan produk milik produsen kepada konsumen yang lebih luas.
(NDA)
