Perbedaan Tenor SBN ORI030 3 Tahun dan 6 Tahun, Kupon, hingga Batas Pembelian

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami perbedaan tenor SBN ORI030 perlu dilakukan oleh calon investor. Hal ini sangat penting karena pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan dua jenis jangka waktu Obligasi Negara Ritel (ORI) seri kedelapan tersebut.
Melansir laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kemenkeu, ORI merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan berstatus warga negara Indonesia (WNI). Pemesanannya dilakukan melalui mitra distribusi di pasar perdana.
Perbedaan Tenor SBN ORI030
SBN ORI030 hadir dalam dua pilihan jangka waktu, yaitu seri ORI030T3 dengan tenor tiga tahun dan ORI030T6 dengan jatuh tempo enam tahun. Selain perbedaan tenor, kedua seri obligasi ini memiliki perbedaan lain, di antaranya:
1. Batas Pembelian
Transaksi pembelian minimum ORI030T3 adalah Rp1 juta atau satu unit. Setiap investor dibatasi transaksinya sebesar Rp5 miliar atau 5.000 unit.
Begitu pula dengan seri ORI030T6, batas minimum pembelian ditetapkan sebesar Rp1 juta atau satu unit. Namun, khusus ORI030T6, setiap investor dibatasi transaksi pembeliannya maksimum Rp10 miliar atau 10.000 unit.
2. Tanggal Jatuh Tempo
SBN ORI030T3 memiliki masa tenor yang lebih pendek dengan tanggal jatuh tempo pada 15 Juli 2029. Sementara itu, ORI030T6 menawarkan jangka waktu investasi yang lebih panjang dan akan jatuh tempo pada 15 Juli 2032.
3. Tingkat Kupon
SBN seri ORI030T3 dibekali dengan tingkat kupon atau imbal hasil tetap (fixed coupon) sebesar 6,9 persen per tahun. Sedangkan untuk seri ORI030T6, pemerintah menetapkan tingkat kupon yang sedikit lebih tinggi, yaitu berada di angka 7 persen per tahun.
4. Kupon Pertama
Untuk SBN ORI030T3, menjanjikan pembayaran kupon sebesar Rp7.605 per unit. Sementara itu, investasi pada seri ORI030T6 akan mendatangkan nilai kupon pertama yang lebih besar, yaitu senilai Rp7.715 per unit.
Kupon per unit yang dibayar pertama kali tersebut merupakan long coupon, yaitu kupon dengan periode perhitungan lebih panjang dibandingkan periode untuk kupon lainnya.
Hal ini karena nilai kupon pertama ditambah dengan jumlah kupon yang dihitung secara prorata dari tanggal setelmen hingga akhir periode kupon bulan pertama tersebut.
5. Kupon Kedua dan Seterusnya
Obligasi seri ORI030T3 bakal memberikan imbalan rutin bulanan sebesar Rp5.750 per unit untuk pembayaran kupon kedua dan seterusnya. Sedangkan untuk pemegang seri ORI030T6, dana yang diterima setiap bulan pada periode berikutnya adalah sebesar Rp5.833 per unit.
6. Kupon Bersih Setelah Pajak
SBN seri ORI030T3 dan ORI030T6 sama-sama dikenakan potongan Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 10 persen dari total kupon yang diterima. Namun, perbedaan nilai kupon kotor per unit dari masing-masing seri membuat hasil akhir kupon bersih yang diterima investor menjadi berbeda.
Sebagai ilustrasi, jika seorang investor memiliki 10 unit (senilai Rp10.000.000), maka perbandingan perhitungan kupon bersih dari kedua seri tersebut adalah sebagai berikut:
A. Simulasi Perhitungan ORI030T3
Total kupon kotor: Rp5.750 x 10 = Rp57.500.
Potongan PPh final 10 persen: Rp57.500 x 10% = Rp5.750.
Kupon bersih: Rp57.500 - Rp5.750 = Rp51.750.
B. Simulasi Perhitungan ORI030T6
Total kupon kotor: Rp5.833 x 10 = Rp58.330.
Potongan PPh final 10 persen: Rp58.330 x 10% = Rp5.833.
Kupon bersih: Rp58.330 - Rp5.833 = Rp52.497.
Baca Juga: Simulasi Investasi ORI030, Modal Rp1 Juta Dapat Kupon Berapa?
(MDP)
