Konten dari Pengguna

Simulasi Investasi ORI030, Modal Rp1 Juta Dapat Kupon Berapa?

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami simulasi investasi ORI030. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami simulasi investasi ORI030. Foto: Pexels

Mempelajari simulasi investasi ORI030 perlu dilakukan agar masyarakat memahami mekanisme keuntungan Obligasi Negara Ritel (ORI). Langkah ini juga penting guna mendukung calon investor dalam mengenali besaran kupon yang akan diterima setiap bulannya.

Selain itu, memahami simulasi perhitungan dapat memudahkan calon investor obligasi yang diterbitkan pemerintah ini dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat.

Hal tersebut sangat berguna untuk meminimalkan risiko kerugian sebelum mulai menanamkan modal pada ORI030.

Simulasi Investasi ORI030

Ilustrasi memahami simulasi investasi ORI030. Foto: Pexels

Melansir laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ORI030 ditawarkan dalam dua seri, yaitu seri ORI030T3 dengan tenor tiga tahun dan ORI030T6 dengan tenor enam tahun.

Pembayaran kupon ORI030T3 dilakukan hingga 15 Juli 2029. Sementara itu, jatuh tempo ORI030T6 adalah 15 Juli 2032.

Minimal pembelian obligasi ORI030 ditetapkan sebesar Rp1 juta. Untuk batas pembeliannya, maksimal sebesar Rp5 miliar untuk ORI030T3 dan Rp10 miliar untuk ORI030T6.

Adapun jenis kupon ORI030 adalah bersifat tetap (fixed coupon). Tingkat kupon ORI030T3 sebesar 6,9 persen per tahun yang dibayarkan setiap bulan, sedangkan tingkat kupon ORI030T6 dengan tenor enam tahun sebesar 7 persen per tahun.

Pembayaran kupon kedua seri ORI030 tersebut pertama kali dilakukan pada 15 September 2026. Selanjutnya, pembayaran kupon kedua dan seterusnya dilakukan setiap tanggal 15 setiap bulan hingga jatuh tempo.

Simulasi Investasi ORI030T3

Berdasarkan Memorandum Informasi ORI030T3 yang diterbitkan Kemenkeu di Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026, kupon per unit yang dibayar pertama kali pada 15 September 2026 merupakan long coupon, yaitu kupon dengan periode perhitungan bunga lebih panjang dibandingkan periode untuk kupon lainnya.

1. Kupon Pertama

Nilai dari kupon pertama adalah sebesar Rp7.605 yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut:

  • 10/31 x 1/12 x 6,9% x Rp1.000.000 = Rp1.855 ditambah kupon per unit untuk satu bulan penuh, yaitu sebesar Rp5.750.

  • Angka 10 pada poin di atas merupakan jumlah hari dari tanggal 6 Agustus 2026 (satu hari tanggal setelmen) sampai dengan 15 Agustus 2026.

  • Kupon satu bulan penuh untuk periode tanggal 15 Agustus 2026 hingga 15 September 2026 dihitung dengan menggunakan formula 1/12 x 6,9% x Rp1.000.000 = Rp5.750.

2. Kupon Kedua dan Selanjutnya

Kemudian, kupon per unit yang dibayar pada tanggal pembayaran kupon kedua dan di setiap tanggal pembayaran kupon selanjutnya hingga tanggal jatuh tempo adalah Rp5.750. Berikut rincian perhitungannya:

1/12 x 6,9% x Rp1.000.000 = Rp5.750.

Jumlah kupon tersebut dibayarkan dalam rupiah penuh, dengan ketentuan apabila terdapat nilai nominal di bawah atau sama dengan Rp0,50, maka akan dibulatkan menjadi Rp0. Sementara untuk nilai nominal di atas Rp0,50, akan dibulatkan menjadi Rp1.

3. Pajak

Perpajakan yang berlaku atas ORI030T3 mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Berikut simulasi penghitungan kupon setelah memperhitungkan Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 10 persen:

  • Kupon per unit (pembelian Rp1.000.000): Rp5.750.

  • Jika seorang investor memiliki 10 unit ORI030T3, maka total kupon yang diterima: Rp5.750 x 10 = Rp57.500.

  • PPh final sebesar 10 persen: Rp57.500 x 10% = Rp5.750.

  • Kupon bersih yang diterima setelah dikurangi PPh final sebesar 10 persen: Rp57.500 - Rp5.750 = Rp51.750.

Simulasi Investasi ORI030T6

Lebih lanjut, merujuk pada Memorandum Informasi ORI030T6, kupon per unit yang dibayar pertama kali untuk pembelian ORI030T6 pada 15 September 2026 juga merupakan long coupon, yaitu kupon dengan periode perhitungan bunga lebih panjang dibandingkan periode untuk kupon lainnya.

1. Kupon Pertama

Nilai dari kupon pertama adalah sebesar Rp7.715 yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut:

  • 10/31 x 1/12 x 7% x Rp1.000.000 = Rp1.882 ditambah kupon per unit untuk satu bulan penuh, yaitu sebesar Rp5.833.

  • Angka 10 pada poin di atas merupakan jumlah hari dari tanggal 6 Agustus 2026 (satu hari tanggal setelmen) sampai dengan 15 Agustus 2026.

  • Kupon satu bulan penuh untuk periode tanggal 15 Agustus 2026 hingga 15 September 2026 dihitung dengan menggunakan formula 1/12 x 7% x Rp1.000.000 = Rp5.833.

2. Kupon Kedua dan Selanjutnya

Berikutnya, kupon per unit yang dibayar pada tanggal pembayaran kupon kedua dan di setiap tanggal pembayaran kupon selanjutnya hingga tanggal jatuh tempo adalah Rp5.833. Berikut rincian perhitungannya:

1/12 x 7% x Rp1.000.000 = Rp5.833.

Jumlah kupon tersebut dibayarkan dalam rupiah penuh, dengan ketentuan apabila terdapat nilai nominal di bawah atau sama dengan Rp0,50, maka akan dibulatkan menjadi Rp0. Sementara untuk nilai nominal di atas Rp0,50, akan dibulatkan menjadi Rp1.

3. Pajak

Perpajakan yang berlaku atas ORI030T6 mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Berikut ilustrasi penghitungan kupon setelah memperhitungkan PPh final sebesar 10 persen:

  • Kupon per unit (pembelian Rp1.000.000): Rp5.833.

  • Jika seorang investor memiliki 10 unit ORI030T6, maka total kupon yang diterima: Rp5.833 x 10 = Rp58.330.

  • PPh final sebesar 10 persen: Rp58.330 x 10% = Rp5.833.

  • Kupon bersih yang diterima setelah dikurangi PPh final sebesar 10 persen: Rp58.330 - Rp5.833 = Rp52.497.

Baca Juga: Cara Beli ORI030, Syarat, Timeline, hingga Keuntungannya

(MDP)