Konten dari Pengguna

Piutang Bertambah di Debit atau Kredit? Ini Penjelasannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi piutang bertambah di debit atau kredit. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi piutang bertambah di debit atau kredit. Foto: Pexels

Dalam sistem akuntansi, piutang perlu dicatat pada laporan keuangan. Hal ini untuk membantu melacak transaksi di buku besar melalui entri piutang.

Sebagian besar bisnis menggunakan akuntansi double entry yaitu pencatatan transaksi dengan melibatkan minimal dua akun yang masing-masing berubah, baik bertambah atau berkurang. Dalam sistem pencatatan ini, setiap transaksi direkam sebagai debit dan kredit.

Lantas bagaimana metode penulisan saat piutang bertambah? Simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Piutang

Ilustrasi pengertian piutang. Foto: Pexels

Penjualan barang atau jasa dapat dilakukan baik secara tunai maupun kredit. Apabila perusahaan melakukan dengan sistem penjualan kredit, maka ada piutang atau tagihan kepada pihak debitur.

Mengutip dari buku Pengantar Akuntansi 2 Edisi ke-3 (2023) oleh Agus Purwaji, Wibowo dan Hexana Sri Lastanti, piutang adalah tagihan kepada pihak lain, baik perorangan maupun badan usaha yang mengakibatkan adanya penerimaan kas di masa yang datang.

Tagihan-tagihan yang dimiliki perusahaan pada umumnya berasal dari berbagai transaksi seperti penjualan barang atau jasa, pinjaman yang diberikan kepada pihak lain, bunga yang berasal dari investasi, pesanan yang diterima atas saham atau obligasi, tagihan kepada perusahaan asuransi, tagihan atas kelebihan pembayaran pajak, dan lain sebagainya.

Sebagian besar tagihan yang dimiliki perusahaan biasanya berasal dari transaksi penjualan barang atau penyerahan jasa sebagai kegiatan utamanya.

Baca Juga: Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Unsur-unsur, dan Rumusnya

Piutang Bertambah di Debit atau Kredit?

Ilustrasi piutang bertambah di debit atau kredit. Foto: Pexels

Dalam penyusunan neraca, cara pencatatan piutang sering menjadi pertanyaan yakni kapan harus mencatat di kolom debit atau kredit.

Jika piutang bertambah, maka dicatat di kolom debit. Namun, apabila piutang berkurang, maka perlu dicatat di kolom kredit.

Contoh penulisan piutang dapat diketahui berikut ini seperti yang dikutip dari buku Pengantar Akuntansi Dasar (2023) 0leh Yenni Ramadhani Harahap.

Pada tanggal 20 Januari 2023, diterima uang muka Rp 2.000.000 dari langganan PT Timur Laut untuk menyelesaikan pekerjaan cleaning service dengan nilai kontrak Rp 7.000.000 dan sisanya akan dibayar minggu depan.

Analisis transaksi:

Menerima uang muka dengan mencatat Kas bertambah Rp 2.000.000 (debit) dan sisa uang yang belum diterima disebut Piutang bertambah Rp 5.000.000 (debit) sebagai aset, maka total Pendapatan di sebelah kredit bertambah menjadi Rp 7.000.000.

  • Kas/cash (Aset) bertambah Rp 2.000.000 dicatat pada kolom debit.

  • Piutang/Account Receivable bertambah Rp 5.000.000 dicatat pada kolom debit.

  • Pendapatan/Service Revenue bertambah Rp 7.000.000 dicatat pada kolom kredit.

Demikian adalah penjelasan mengapa cara penulisan piutang apabila piutang bertambah.

(SA)