Konten dari Pengguna

Produk yang Diimpor Tiap Negara ASEAN, Apa Saja?

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peta negara ASEAN. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peta negara ASEAN. Foto: Pexels

Setiap negara di ASEAN melakukan kegiatan impor untuk mendukung stabilitas negaranya. Produk yang diimpor tiap negara ASEAN pun berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan masyarakatnya.

Berdasarkan informasi dari laman Sekretaris Nasional ASEAN Indonesia, ASEAN adalah organisasi kawasan yang mewadahi kerja sama 11 negara di wilayah Asia Tenggara.

Ke-11 negara yang termasuk anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Timor Leste.

Lantas, apa saja produk yang diimpor tiap negara ASEAN? Untuk mengetahui informasi lengkapnya, simak uraian artikel Berita Bisnis di bawah ini.

Produk yang Diimpor Tiap Negara ASEAN

Ilustrasi produk yang diimpor tiap negara ASEAN. Foto: Pexels

Menurut laman Kementerian Keuangan Direktorat Jenderak Bea dan Cukai Bekasi, impor merupakan kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean.

Dalam hal ini, kegiatan impor perlu melibatkan dua negara atau lebih. Berikut macam-macam produk yang diimpor tiap negara ASEAN:

  • Indonesia: Peralatan mesin, alat berat, peralatan elektronik, bahan kimia, bahan bakar, gandum, kedelai, jagung, dan gula pasir.

  • Thailand: mesin listrik, kendaraan, besi, plastik, bahan kimia organik, bahan bakar mineral.

  • Malaysia: Tekstil, karet, sawit, kopi, emas, hingga barang kerajinan.

  • Singapura: Peralatan mesin, bahan bakar, bahan kimia, makanan, serta berbagai produk barang jadi.

  • Filipina: Peralatan elektronik, mesin dan alat industri, alat transportasi, besi baja, hingga telekomunikasi dan listrik.

  • Vietnam: Minyak bumi, peralatan elektronik, komponen, dan suku cadang kendaraan.

  • Myanmar: Pupuk, semen, peralatan dan mesin, hingga produk tekstil.

  • Laos: Material konstruksi, bahan bakar, mesin, kendaraan dan suku cadang, perlengkapan produksi, makanan, dan barang konsumsi lainnya.

  • Kamboja: Emas, tekstil, peralatan, obat-obatan, pupuk, hingga produk pertanian.

  • Brunei Darussalam: Tembakau, bahan pangan, hingga mesin dan peralatan.

  • Timor Leste: Mi instan, air minum dalam kemasan, dan bahan bangunan.

Baca juga: 11 Mata Uang Negara ASEAN, Ini Daftarnya

Manfaat Kegiatan Impor bagi Suatu Negara

Ilustrasi kegiatan impor. Foto: Pexels

Merujuk buku Seluk Beluk Perdagangan Ekspor-Impor Jilid 2 oleh Hamdani, Bushindo, dan Muhammad Haikal, berikut manfaat kegiatan impor bagi suatu negara:

1. Memperoleh barang dan Jasa yang Tidak Bisa Dihasilkan

Setiap negara memiliki sumber daya alam dan kemampuan sumber daya manusia yang berbeda-beda. Misalnya, keadaan alam Indonesia tidak bisa menghasilkan gandum dan Amerika tidak bisa menghasilkan kelapa sawit.

Perdagangan antar negara mampu mengatasi persoalan tersebut. Perdagangan antar negara memungkinkan Indonesia untuk memperoleh gandum dan Amerika memperoleh minyak kelapa sawit.

Perdagangan antar negara akan bisa mendatangkan barang-barang yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri. Misalnya Indonesia belum mampu memproduksi mesin-mesin berat.

Oleh karena itu, Indonesia melakukan perdagangan dengan Amerika, Jepang, China dan Korea Selatan dalam perdagangan alat-alat tersebut.

2. Memperoleh Teknologi Modern

Untuk mendukung kegiatan produksi, kita dapat mengimpor pemanfaatan teknologi modern. Dalam kegiatan impor ini pun biasanya terjadi pertukaran informasi. Dari saling bertukar informasi ini, Indonesia dapat belajar teknik produksi baru dan pemanfaatan teknologi modern.

3. Memperoleh Bahan Baku

Setiap kegiatan usaha pasti membutuhkan bahan baku. Tidak semua bahan baku produksi bisa dihasilkan di dalam negeri. Mungkin ada produksi di dalam negeri, tetapi harganya lebih mahal.

Pengusaha tentu lebih menyukai bahan baku yang harganya lebih murah. Demi kelangsungan produksi, pengusaha harus menjaga pasokan bahan bakunya. Salah satu caranya dengan mengimpor bahan baku dari luar negeri.

(NDA)