Program Kompor Listrik Gratis Mulai 2027, Ini Progresnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengatakan, program kompor listrik gratis mulai digulirkan pada 2027. Dia menyebut program ini dijalankan pemerintah sebagai upaya dalam mengurangi beban subsidi energi.
“Rumah tangga ini masih masak menggunakan elpiji, kita ganti dengan kompor listrik, kompor induksi,” kata Eddy dalam diskusi Reformasi Subsidi Energi di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026, seperti dikutip dari Antara.
Progres Program Kompor Listrik Gratis
Eddy menjelaskan bahwa program kompor listrik dilaksanakan untuk menekan ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).
Dia menyebut bahwa dari data yang dimiliki, pemerintah harus menggelontarkan Rp390 triliun untuk mensubsidi komoditas energi, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik. Berikut ini progres program kompor listrik gratis di Indonesia.
1. Sudah Masuk RAPBN 2027
Eddy menyatakan program bagi-bagi kompor listrik sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Dia mengungkapkan bahwa program ini akan terus dikawal supaya transisi energi gas bumi ke listrik benar-benar terealisasi, sehingga mengurangi subsidi energi yang terus meningkat.
Menurut dia, transisi energi perlu dilakukan guna menekan subsidi yang tidak tepat sasaran. Berdasarkan kajian, lanjut dia, 63 persen subsidi energi dinikmati oleh masyarakat mampu.
2. Paket Kompor Listrik dan Alat Masak
Dia mengungkapkan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal melaksanakan program kompor listrik mulai 2027. Selain kompor listrik, penerima manfaat yang berhak juga akan memperoleh alat masak gratis.
“Diberikan gratis kompor dan alat memasaknya. Program ini ketika kita hitung masih jauh lebih murah daripada kita impor elpiji 3 kilogram,” ujar Eddy.
3. Tahap Uji Coba
Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, program kompor listrik kini masih berada dalam tahap uji coba.
Uji coba ini diselenggarakan bersama Perusahaan Listrik Negara atau PT PLN (Persero) dan sejumlah perguruan tinggi.
“Ini baru dites. Baru dites. Kita baru tes di BBSP (Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa). Jadi, kita bekerja sama sama dengan tim PLN, bersama universitas (seperti) UGM (Universitas Gadjah Mada) dan ITB (Institut Teknologi Bandung),” kata Eniya di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026, seperti dikutip dari Antara.
Eniya mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk melaksanakan uji coba. Uji coba dilakukan untuk menilai efisiensi yang diperoleh dari berbagai jenis kompor listrik.
“Jadi tes itu sedang kita lakukan sekarang. Perbedaan berbagai kompor listrik, terus nanti efisiensinya berapa,” ujar Eniya.
Selain itu, lanjut dia, uji coba dilakukan untuk memetakan perhitungan konsumsi hingga biaya yang diperlukan. Menurutnya, konsep dari uji coba tersebut bakal didiskusikan lebih lanjut bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
“Berdasarkan itu nanti kita hitung konsumsi per bulan, terus kira-kira berapa harganya. Terus bagaimana konsepnya, itu nanti kita bahas dulu dengan Pak Menteri,” kata Eniya.
Baca Juga: Program Kompor Listrik Kapan Berlaku? Ini Penjelasan Menteri ESDM
(MDP)
