Konten dari Pengguna

Program Kompor Listrik Kapan Berlaku? Ini Penjelasan Menteri ESDM

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami program kompor listrik kapan berlaku. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami program kompor listrik kapan berlaku. Foto: Pexels

Program kompor listrik kapan berlaku, menjadi pertanyaan yang kerap dilontarkan masyarakat. Pasalnya, rencana ini sempat digencarkan pemerintah pada 2022 lalu, tetapi akhirnya batal dan digantikan dengan pembagian 500 ribu penanak nasi (rice cooker) gratis mulai akhir 2023.

Kali ini, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menggaungkan wacana pembagian kompor listrik gratis. Hal ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Program Kompor Listrik Kapan Berlaku?

Ilustrasi memahami program kompor listrik kapan berlaku. Foto: Pexels

Rencana implementasi program kompor listrik disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Dia menyebut program ini dalam rangka menekan konsumsi LPG bersubsidi, selain mencanangkan subsidi compressed natural gas (CNG) tabung 3 kilogram.

Bahlil mengusulkan program kompor listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Jumlah anggaran yang diusulkan kepada Komisi XII DPR RI mencapai Rp815,56 miliar.

“Kompor listrik, karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain. Jadi, energi yang kita dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat, itu sebesar Rp815,56 miliar,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026, seperti dikutip dari kumparanBISNIS.

Alasan Pemerintah Kembali Dorong Program Kompor Listrik

Usai rapat, Bahlil menerangkan bahwa program bagi-bagi kompor listrik bertujuan untuk memacu diversifikasi bauran energi. Pasalnya, lanjut dia, 80 persen pemenuhan kebutuhan LPG dalam negeri masih bergantung dari impor.

Dia mencatat devisa yang dikeluarkan untuk impor LPG minimal Rp120 triliun setiap tahun. Bahkan, ketika Indonesia Crude Price (ICP) sedang tinggi, devisa yang mengucur keluar untuk membeli LPG tembus lebih dari Rp130 triliun, dengan subsidi di atas Rp80 triliun.

“Kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi soal. Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik,” ucap Menteri ESDM.

Model Kompor Listrik yang Akan Dibagikan

Bahlil menuturkan bahwa terdapat beberapa model kompor listrik yang akan disalurkan kepada penerima yang berhak. Pada tahap awal, pemerintah meminta jenis kompor listrik dengan daya di bawah 900 kWh.

“Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik yang sekarang kita mintanya itu di sekitar di bawah 900 kWh. Supaya rakyat kita yang di daerah-daerah, yang di kecamatan, di desa itu bisa dipakai dengan listrik kapasitas daya mereka yang ada,” ujar Bahlil.

Kendati demikian, Menteri ESDM belum bisa merincikan jumlah pengadaan kompor listrik dengan anggaran yang dialokasikan pada 2027. Keputusan berapa banyak unit yang dibagikan masih menunggu pembahasan dengan DPR.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa terdapat perbedaan teknologi pada kompor listrik yang dicanangkan untuk tahun depan daripada program sebelumnya. Dengan demikian, diharapkan penerimaan masyarakat menjadi lebih tinggi.

“Mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar (informasi tentang) berapa jumlah unit. Kita juga sekarang sedang melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru,” kata Bahlil.

Baca Juga: Selain CNG, Bahlil Hidupkan Lagi Program Kompor Listrik untuk Tekan Konsumsi LPG

(MDP)