Risiko yang Mungkin Terjadi di Dalam Kegiatan Usaha, Ini Jenisnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada kegiatan usaha atau bisnis, tak dimungkiri terdapat risiko yang mungkin terjadi. Risiko usaha adalah suatu bahaya atau akibat yang dihadapi pengusaha saat mengelola sebuah bisnis maupun situasi yang akan datang.
Situasi ini biasanya muncul karena faktor pelaku bisnis atau pengusaha dan faktor kesalahan dalam manajemen bisnis. Namun, sering kali risiko usaha juga timbul karena perubahan lingkungan, sosial dan ekonomi, tren pasar, hingga kemajuan teknologi.
Adanya risiko usaha bukanlah sesuatu yang harus ditakuti melainkan dapat diambil untuk langkah antisipasi supaya tak menyebabkan kegagalan dalam usaha.
Risiko yang Mungkin Terjadi di Dalam Kegiatan Usaha
Terdapat risiko yang mungkin terjadi di dalam kegiatan usaha di antaranya risiko pemasaran, sumber daya alam, finansial, pasar, produksi, dan pengembangan aset.
Mengutip buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XI Semester 1 (2021) oleh Oleh Muh, Nur Eli Brahim, M.Si., berikut jenis risiko yang mungkin terjadi.
1. Risiko Pemasaran
Risiko pemasaran berkaitan erat dengan pemasaran produk. Masalah yang sering timbul adalah ketika pelaku usaha kesulitan untuk menguasai teknik pemasaran yang baik.
Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan. Misalnya dengan memperbanyak mengikuti seminar atau workshop tentang teknik-teknik marketing, maupun belajar langsung dengan mentor.
2. Risiko Sumber Daya Manusia
Sebuah bisnis tak bisa berjalan tanpa bantuan karyawan atau pegawai. Namun di sisi lain sumber daya manusia juga bisa menjadi risiko. Terutama ketika sifat pekerja yang dapat berdampak negatif bagi perusahan, misalnya, malas bekerja, kurang bertanggung jawab, tak jujur, dan sebagainya.
Kendati demikian, hal ini dapat diantisipasi dengan menyeleksi karyawan saat penerimaan secara lebih cermat dan teliti. Pelaku usaha dapat menerapkan beberapa tes seperti tes psikologi, wawancara, atau persyaratan lainnya.
Baca Juga: Aplikasi dari Aspek Knowing Your Business dan Manfaatnya
3. Risiko Finansial
Ketika memiliki usaha atau bisnis, pengusaha harus siap dengan risiko ketidakpastian income atau pendapatan. Sebab, tak selamannya perusahaan akan mendapat keuntungan besar.
Oleh karena itu, pelaku usaha perlu mempersiapkan diri dengan lebih baik bila hal ini muncul. Kemudian, siapkan langkah penyelesaian agar tak terus merugi.
4. Risiko Pasar
Kesuksesan tak menjadi jaminan bahwa usaha akan berhasil dalam jangka waktu lama. Pengusaha perlu memperhatikan kebutuhan untuk tahun-tahun ke depan.
Menyikapi hal ini, pengusaha harus selalu memikirkan inovasi-inovasi produk yang dapat dilakukan dan melihat peluang yang harus dipertimbangkan untuk jenis usaha berikutnya.
5. Risiko Produksi
Ketika memiliki jenis usaha tertentu, terkadang produk atau jasa yang dihasilkan kurang memuaskan konsumen. Hal tersebut dapat berakibat fatal bagi perusahaan jika satu pelanggan membicarakannya ke calon pembeli lain.
Selain faktor non-manusia dalam proses produksi, faktor sumber daya manusia juga berpengaruh.
6. Risiko Pengembangan Aset
Saat bisnis mencapai kesuksesan awal, pelaku usaha memiliki keinginan untuk meningkat (scale up). Namun, itu harus dilakukan dengan hati-hati jika ingin mengembangan aset.
Usahakan untuk melihat, memperkirakan, serta menghitung kembali risiko yang akan muncul. Dengan mengetahui hal tersebut dari awal, pengusaha dapat menyiapkan langkah tepat untuk mengatasinya.
(SA)
