Konten dari Pengguna

Sikap dan Keterampilan Apa Saja yang Diperlukan Ketika Melakukan Wawancara?

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi wawancara. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wawancara. Foto: Pexels

Kemampuan untuk melakukan wawancara dengan baik bisa menjadi penentu keberhasilan dalam mendapatkan informasi atau pekerjaan yang diinginkan.

Agar wawancara berjalan lancar, ada beberapa sikap dan keterampilan yang diperlukan saat melakukan wawancara. Apa saja sikap dan keterampilan tersebut?

Artikel di bawah ini akan membahas sikap dan keterampilan apa saja yang diperlukan ketika melakukan wawancara agar berjalan lancar.

Sikap dan Keterampilan Apa Saja yang Diperlukan Ketika Melakukan Wawancara?

Ilustrasi wawancara. Foto: Pexels

Mengutip laman Indeed, melakukan wawancara yang baik memerlukan kombinasi sikap profesional dan keterampilan komunikasi yang efektif.

Berikut beberapa tip yang sebaiknya Anda terapkan sebelum melakukan wawancara, sebagaimana dirangkum dari laman Experis.

1. Persiapan yang Matang

Sebelum melakukan wawancara, persiapan yang matang sangatlah penting. Persiapan ini meliputi.

  • Riset tentang Narasumber: Mengetahui latar belakang orang yang akan diwawancarai akan membantu Anda merancang pertanyaan yang relevan.

  • Persiapan Pertanyaan: Buatlah daftar pertanyaan yang terstruktur agar wawancara berjalan lebih sistematis dan Anda tidak melewatkan poin penting.

  • Pemahaman tentang Topik: Pahami topik yang akan dibahas dalam wawancara agar Anda bisa mengajukan pertanyaan yang mendalam dan tidak dangkal.

2. Sikap Profesional

Sikap profesional adalah hal utama yang harus ditunjukkan ketika melakukan wawancara. Beberapa aspek dari sikap profesional yang penting meliputi.

  • Tepat Waktu: Pastikan Anda hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan. Keterlambatan dapat memberi kesan kurang profesional.

  • Berpakaian Rapi: Penampilan yang rapi dan sopan akan memberi kesan positif ke narasumber atau calon atasan.

  • Hormati Narasumber: Bersikaplah sopan dan hormat ke narasumber. Jangan memotong pembicaraan mereka, dan berikan perhatian penuh saat mereka berbicara.

3. Keterampilan Komunikasi yang Baik

Komunikasi yang baik adalah inti dari setiap wawancara. Ada beberapa keterampilan komunikasi yang sangat penting dalam situasi ini, berikut di antaranya.

  • Kemampuan Mendengarkan Aktif: Mendengarkan dengan baik adalah keterampilan yang sangat penting. Dengan mendengarkan aktif, Anda dapat menangkap informasi penting dan bisa merespons secara tepat.

  • Mengajukan Pertanyaan yang Jelas dan Tepat: Pertanyaan yang diajukan harus jelas dan langsung pada inti (to the point). Hindari pertanyaan yang terlalu panjang atau membingungkan narasumber.

  • Respon yang Tepat: Berikan tanggapan yang sesuai dengan jawaban yang diberikan narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa Anda memperhatikan dan menghargai jawaban mereka.

Baca Juga: Mengenal Wawancara Terstruktur dan Contohnya

4. Kemampuan Mengontrol Emosi

Dalam wawancara, terkadang situasi bisa menjadi menegangkan, terutama jika topik yang dibahas sensitif atau ketika berhadapan dengan narasumber yang sulit.

Kemampuan mengendalikan emosi menjadi sangat penting dalam kondisi ini. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Tetap Tenang: Jaga sikap tenang dan terkendali dalam menghadapi berbagai situasi.

  • Hindari Reaksi Berlebihan: Hindari menunjukkan reaksi berlebihan terhadap jawaban yang mengejutkan atau tidak sesuai harapan.

5. Sikap Terbuka dan Fleksibel

Selain berpegang pada rencana wawancara yang sudah disusun, fleksibilitas juga sangat penting. Wawancara yang sukses sering kali memerlukan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga.

  • Sikap Terbuka: Berikan kesempatan ke narasumber untuk berbicara lebih jauh dari yang Anda harapkan, terutama jika informasi yang mereka sampaikan penting dan relevan.

  • Fleksibilitas: Jika arah wawancara bergerak ke topik yang lebih menarik atau penting, jangan takut untuk menggali lebih dalam, meskipun itu mungkin di luar daftar pertanyaan awal Anda.

6. Kemampuan Menganalisis dan Menafsirkan Jawaban

Setelah wawancara selesai, keterampilan untuk menganalisis dan menafsirkan jawaban sangat diperlukan, terutama dalam wawancara investigasi atau penelitian. Beberapa tips dalam analisis jawaban, yakni.

  • Identifikasi Jawaban Penting: Temukan poin-poin kunci dari jawaban narasumber yang relevan dengan tujuan wawancara.

  • Periksa Konsistensi Jawaban: Analisis jawaban untuk memastikan bahwa narasumber memberikan informasi yang konsisten dan tidak bertentangan.

7. Kepercayaan Diri

Sikap percaya diri juga penting saat melakukan wawancara. Namun, kepercayaan diri ini harus seimbang dengan sikap rendah hati dan tidak arogan.

Percaya diri membantu Anda dalam menyampaikan pertanyaan dengan jelas dan tegas, serta dalam menjaga alur wawancara tetap terkendali.

8. Kemampuan Menyimpulkan Wawancara

Setelah pertanyaan diajukan, penting untuk bisa menyimpulkan wawancara dengan baik. Ucapkan terima kasih ke narasumber, ringkas poin-poin utama yang telah dibahas, dan jika perlu, tanyakan apakah ada hal lain yang ingin mereka tambahkan.

(NDA)