Konten dari Pengguna

Subholding Upstream Pertamina dan Daftar Anak Perusahaannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengeboran Migas Pertamina. Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengeboran Migas Pertamina. Foto: Dok. Pertamina

Seluruh kegiatan usaha Pertamina di sektor hulu kini dikelola langsung oleh Subholding Upstream. Subholding ini berada di bawah naungan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Tidak hanya melakukan kegiatan eksplorasi, Subholding Upstream juga melakukan pengeboran, pengembangan dan produksi minyak, gas, dan panas bumi. PHE menyediakan jasa teknologi, pengeboran, dan service untuk wilayah dalam dan luar negeri.

Sebagai nahkoda, PHE memiliki sejumlah Entitas Anak Perusahaan Hulu (APH) yang masuk dalam Subholding Upstream. PHE telah mengambil alih seluruh saham milik PT Pertamina (Persero) dan membawahi banyak anak perusahaan.

Ada lima wilayah regional yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi. Untuk mengetahui daftar anak perusahaan dan detail operasionalnya, simaklah penjelasan berikut ini.

Subholding Upstream dan Kegiatan Operasionalnya

Area pengeboran migas PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Foto: Dok. PHI

Peran subholding Pertamina adalah untuk mendorong operational excellence melalui pengembangan skala dan sinergi di setiap bisnisnya. Posisinya berada di bawah level perusahaan induk atau holding company.

Subholding akan mengendalikan sebagian besar atau seluruh saham milik anak perusahaan yang dikelolanya. Jadi, ia memiliki hak suara yang besar untuk mengatur kegiatan operasional di tiap anak perusahaan tersebut.

Sebagai Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi memiliki power yang kuat. PHE mampu mengatur bisnis ke dalam kelompok yang berbeda berdasarkan sektor, geografi, dan jenis usahanya.

Di akhir tahun 2021, PHE telah mengelola sebanyak 40 wilayah kerja domestik dan 27 wilayah kerja internasional yang tersebar di 13 negara kawasan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Timur Tengah. Pengelolaan ini berkaitan langsung dengan Entitas Anak Perusahaan Hulu (APH) yang bekerja sama dengannya.

Khusus wilayah domestik, PHE telah mengkoordinir empat wilayah dalam negeri. Wilayah Sumatera dinahkodai oleh PT Pertamina Hulu Rokan, wilayah Jawa oleh PT Pertamina EP, wilayah Kalimantan oleh PT Pertamina Hulu Indonesia, dan wilayah Indonesia Timur oleh PT Pertamina EP Cepu.

Baca juga: Pertamina Hulu Energi Berhasil Akuisisi Dua Lelang Blok Migas

Apel sebelum kegiatan pembersihan Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu yang dilakukan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama warga dan komunitas. Foto: Wendiyanto/ kumparan

Sedangkan untuk regional Internasional, PHE menunjuk PT Pertamina Internasional EP sebagai nahkodanya. Kemudian ada juga dua anak perusahaan services, yaitu PT PDSI dan PT Elnusa, serta 1 anak perusahaan yang bertugas memroses gas alam yaitu PT Badak NGL.

Sebagai Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi mengelola wiilayah kerja tersebut secara regional. Tentunya, ada faktor-faktor yang dipertimbangkan mencakup volume produksi, geografi wilayah, dan kompleksitas operasionalnya.

Subholding Upstream berfungsi sebagai perencana, validator, dan pembuat aturan. Selain itu, Subholding Upstream juga bertanggung jawab mengoptimalkan kinerja tiap perusahaan dan meningkatkan keselamatan, serta produksi cadangan minyak dan gas.

Baca juga: Tahapan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Perusahaan apa yang menjadi Subholding Upstream Pertamina?

chevron-down

PT Pertamina Hulu Energi.

Apa peran subholding Pertamina?

chevron-down

Peran subholding Pertamina adalah untuk mendorong operational excellence melalui pengembangan skala dan sinergi di setiap bisnis.

Berapa banyak wilayah kerja Subholding Upstream Pertamina?

chevron-down

Di akhir tahun 2021, PHE telah mengelola sebanyak 40 wilayah kerja domestik dan 27 wilayah kerja internasional yang tersebar di 13 negara kawasan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Timur Tengah.