Konten dari Pengguna

SWAP Tunda IPO, Apa Alasannya?

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas alasan SWAP tunda IPO. Foto: PT Swayasa Prakarsa Tbk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas alasan SWAP tunda IPO. Foto: PT Swayasa Prakarsa Tbk

PT Swayasa Prakarsa Tbk dengan kode emiten SWAP tunda IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum perdana saham yang awalnya dijadwalkan pada 2-8 September 2026. Surat permohonan penundaannya telah diterima oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

SWAP sendiri merupakan anak usaha dari Gama Multi Group (PT Gama Multi Usaha Mandiri). Perusahaan yang bergerak di sektor industri manufaktur produk kesehatan berbasis riset ini mempunyai afiliasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Alasan SWAP Tunda IPO

Ilustrasi memahami alasan SWAP tunda IPO. Foto: Pexels

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengonfirmasi pengajuan penundaan pelaksanaan rencana IPO SWAP. Surat itu telah diterima tepat sehari sebelum penawaran umum perdana saham, yaitu pada Selasa, 1 September 2026.

Berdasarkan surat tersebut, Saidu mengungkap PT Swayasa Prakarsa Tbk belum mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada proses IPO, SWAP menggunakan laporan keuangan per 28 Februari 2026 yang masa berlakunya hanya sampai akhir Agustus 2026.

“Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh penyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan penawaran umum,” kata Saidu di Jakarta, Rabu, 2 September 2026, seperti dikutip dari Antara.

Rencawa Awal IPO SWAP

Berdasarkan prospektus awal, SWAP sebelumnya mengagendakan IPO mulai Rabu-Selasa, 2-8 September 2026. Tahapan ini didahului oleh masa penawaran awal atau bookbuilding yang telah berlangsung pada Senin-Kamis, 24-27 Agustus 2026.

Izin efektif dari otoritas terkait dijadwalkan terbit pada Senin, 31 Agustus 2026. Setelah penawaran umum rampung, proses dilanjutkan dengan tanggal penjatahan saham bagi para pemesan pada Selasa, 8 September 2026.

Tahap distribusi saham dan pengembalian uang (refund) direncanakan berlangsung secara bersamaan pada Rabu, 9 September 2026. Rangkaian aksi korporasi terafiliasi UGM ini lalu ditutup dengan pencatatan perdana saham SWAP di BEI pada Kamis, 10 September 2026.

Harga Saham IPO SWAP

PT Swayasa Prakarsa Tbk menawarkan sebanyak-banyaknya 323.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham. Jumlah saham tersebut mewakili maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Harga penawaran awal rentang saham (bookbuilding) ditetapkan sebesar Rp130 hingga Rp140 setiap lembarnya. Melalui penawaran ini, total nilai penawaran umum secara keseluruhan diperkirakan mencapai maksimal Rp45.220.000.000.

Pemesanan saham dilakukan melalui Sistem Penawaran Umum Elektronik dengan syarat ketersediaan dana di Rekening Dana Nasabah (RDN) pemesan. Dana tersebut harus sudah terhubung secara langsung dengan sub-rekening efek yang dipakai untuk memesan.

Rencana Penggunaan Dana dari IPO SWAP

Seluruh dana yang diperoleh dari IPO SWAP setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, seluruhnya rencananya akan digunakan untuk hal-hal berikut:

1. Modal Kerja

Sekitar Rp15,8 miliar akan digunakan oleh korporasi untuk modal kerja. Berikut rinciannya:

  • Sekitar Rp5 miliar untuk pembelian bahan baku elektromedis dan nonelektromedis.

  • Sekitar Rp2,3 miliar untuk pembelian peralatan penunjang berupa dehumidifier, handpallet, forklift, emergency lamp, box kontener, thermohydro, timbangan, kalibrator, dan lain-lain.

  • Sekitar Rp4,6 miliar untuk gaji karyawan, pembelian kebutuhan, lisensi dan perizinan, transportasi, serta utilitas kantor.

  • Sekitar Rp500 juta untuk aktivitas peningkatan sumber daya manusia (SDM).

  • Sekitar Rp400 juta untuk sistem informasi berupa sistem ERP (Enterprise Resource Planning) akuntansi dan finance, sales, serta procurement dan inventory.

  • Sekitar Rp2 miliar untuk peningkatan pemasaran produk dan jejaring.

  • Sekitar Rp1 miliar untuk pengembangan portofolio produk, yaitu stent jantung, EVD (External Ventricular Drain), dan ventilator neonatal.

2. Belanja Modal

Dana sebesar Rp12,2 miliar bakal dimanfaatkan perusahaan dengan kode emiten SWAP untuk belanja modal. Berikut rinciannya:

  • Sekitar Rp10,7 miliar untuk pembangunan gedung baru di atas lahan seluas 1.450 meter persegi.

  • Sekitar Rp500 juta untuk pembelian aset gedung baru berupa furnitur, air conditioner (AC), interior, dan instalasi.

  • Sekitar Rp1 miliar untuk pembelian kendaraan logistik.

3. Pembayaran Utang

SWAP juga berencana menggunakan dana dari IPO sebesar Rp12 miliar untuk pembayaran utang. Berikut rinciannya:

  • Sebesar Rp2 miliar untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM).

  • Sebesar Rp10 miliar untuk melunasi utang kepada Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).

Baca Juga: Harga Minimum Saham Rp1 Sudah Diuji Coba, Kapan Mulai Berlaku?

(MDP)