Syarat Rekrutmen Calon Hakim 2026, Formasi, dan Cara Daftarnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mencermati syarat rekrutmen calon hakim 2026 perlu dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan di bawahnya yang berminat mendaftar. Hal ini penting mengingat masa registrasi berlangsung hingga Senin, 2 November 2026.
Adapun pelaksanaan pendaftaran calon hakim tersebut diatur dalam Pengumuman MA Nomor 20/SEK/PENG.KP1.1.2/X/2026 tentang Seleksi Pengadaan Calon Hakim dari Pegawai Negeri Sipil Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang Berada di Bawahnya Tahun Anggaran 2026.
Formasi Rekrutmen Calon Hakim 2026
Total terdapat 208 jumlah kebutuhan calon hakim MA Peradilan Umum, Peradilan Agama, dan Peradilan Tata Usaha Negara pada seleksi tahun 2026, meliputi:
1. Calon Hakim Peradilan Umum
Kualifikasi pendidikan: Sarjana atau Strata 1 (S-1) Hukum maupun S-1 Ilmu Hukum (dari Fakultas Hukum).
Formasi umum: 75.
Formasi khusus Papua: 5.
Formasi khusus Aceh: 5.
2. Calon Hakim Peradilan Agama
Kualifikasi pendidikan: S-1 Hukum, S-1 Ilmu Hukum, S-1 Al-Ahwal Al-Syakhshiyah, S-1 Al-Ahwal Asy-Syakhsiyah, S-1 Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah, S-1 Jinayah Siyasah, S-1 Siyasah, S-1 Siyasah Jinayah, S-1 Muamalah, S-1 Syariah, atau S-1 Perbandingan Mazhab dan Hukum (dari Fakultas Syariah).
Formasi umum: 104.
Formasi khusus Papua: 5.
Formasi khusus Aceh: 5.
3. Calon Hakim Peradilan Tata Usaha Negara
Kualifikasi pendidikan: S-1 Ilmu Hukum atau S-1 Hukum (dari Fakultas Hukum).
Formasi umum: 5.
Formasi khusus Papua: 2.
Formasi khusus Aceh: 2.
Syarat Rekrutmen Calon Hakim 2026
Persyaratan seleksi calon hakim MA dan badan peradilan di bawahnya pada 2026 terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Syarat Umum
PNS yang masih aktif bekerja di lingkungan MA beserta seluruh badan peradilan di bawahnya.
Mempunyai kualifikasi latar belakang pendidikan yang sejalan dengan ketentuan posisi.
Batas usia maksimal, yakni 36 tahun 0 bulan tepat ketika melakukan pendaftaran pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Memiliki kesehatan fisik dan mental yang prima untuk melaksanakan tugas maupun tanggung jawab, dibuktikan melalui surat keterangan sehat dari rumah sakit milik pemerintah.
Bebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lain (Napza) yang diperkuat melalui surat keterangan resmi dari dokter instansi kesehatan pemerintah.
Bersedia ditempatkan pada satuan kerja pengadilan tingkat pertama di seluruh penjuru daerah.
Siap menerima pengangkatan pertama kali ke dalam posisi Hakim Pratama.
Tidak pernah mendapat sanksi hukuman disiplin dalam kategori sedang ataupun berat.
Mengantongi sertifikat hasil uji kecakapan bahasa Inggris yang dikeluarkan maksimal 2 tahun sebelum tanggal pendaftaran oleh lembaga resmi tersertifikasi dan terakreditasi, dengan batas minimal skor Test of English as a Foreign Language (TOEFL) Paper-Based Test (PBT)/Institutional Testing Program (ITP) sebesar 450, skor TOEFL Internet-Based Test (iBT) sebesar 45, atau skor International English Language Testing System (IELTS) sebesar 5,0.
Tidak berada dalam status cuti di luar tanggungan negara, yang dikonfirmasi melalui surat keterangan dari kepala unit kerja masing-masing.
Memiliki rekam jejak penilaian prestasi kerja dengan kategori baik selama 1 tahun ke belakang.
Menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
Memperoleh izin tertulis dari pimpinan Satuan Kerja (Satker) tempat bertugas.
Khusus bagi peminat formasi calon hakim di lingkungan Peradilan Agama, diwajibkan beragama Islam, mampu membaca, dan memahami kitab kuning dengan baik.
2. Syarat Khusus
Merupakan penduduk asli dari Papua atau Aceh, yang wajib dibuktikan melalui kelengkapan dokumen resmi berdasarkan aturan yang berlaku.
Memiliki tempat kelahiran ataupun pernah mengenyam masa studi di kawasan Papua atau Aceh, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).
Mempunyai rekam jejak dalam menjalankan tugas pada instansi Satker pengadilan yang berlokasi di daerah Papua atau Aceh.
Menunjukkan kesediaan penuh untuk ditempatkan dan mengemban tugas pada lingkungan Satker pengadilan di wilayah Papua atau Aceh.
Cara Daftar Rekrutmen Calon Hakim 2026
Berikut ini merupakan prosedur mendaftar seleki calon hakim Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya pada 2026:
1. Akses Portal Rekrutmen MA
Calon peserta dapat mengunjungi situs resmi melalui rekrutmen.mahkamahagung.go.id. Setelah halaman terbuka, pilih opsi Seleksi Pengadaan Calon Hakim untuk memulai proses.
2. Buat Akun
Pendaftar perlu menekan pilihan Membuat Akun baru pada halaman utama. Masukkan nama lengkap dan alamat surel (email) aktif, lalu tentukan kata sandi yang aman.
3. Daftar Seleksi Calon Hakim
Lengkapi seluruh formulir pendaftaran rekrutmen calon hakim 2026 dengan teliti sesuai dengan petunjuk yang tertera. Unggah berkas dokumen persyaratan secara lengkap sebelum mengonfirmasi pengiriman data.
Baca Juga: Berapa Gaji Hakim di Indonesia? Ini Besaran dan Rinciannya
(MDP)
