Konten dari Pengguna

Tarif Commuter Line 2024 Wilayah Jabodetabek, Ini Ketentuannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Calon penumpang menunggu KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta pada Senin (26/12). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Calon penumpang menunggu KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta pada Senin (26/12). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tarif Commuter Line 2024 untuk wilayah Jabodetabek dipastikan tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini telah ditetapkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator dari Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.

“Sampai saat ini kita belum mendapat info tentang kenaikan tarif, karena ini sesuai UU ada di Kemenhub,” terang Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, dikutip dari laman resmi commuterline.id.

Besaran tarif layanan Commuter Line sendiri tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan RI No 354/2020 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (public service obligation/PSO).

Apabila tarif Commuter Line 2024 mengalami kenaikan, maka akan didahului oleh kesepakatan dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Tarif Commuter Line 2024 Wilayah Jabodetabek

Sejumlah penumpang turun dari gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek di Stasiun KA Jakarta Kota, Jakarta, Senin (24/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Merujuk Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 354 Tahun 2020, tarif Commuter Line 2024 untuk wilayah Jabodetabek adalah sebesar Rp3.000 untuk 25 kilometer pertama dan Rp1.000 untuk setiap 10 kilometer berikutnya.

Berikut rincian tarif Commuter Line 2024 berdasarkan rute perjalanannya, sesuai dengan informasi yang dihimpun dari laman resminya:

  • Bekasi-Tanah Abang: Rp 3.000

  • Bekasi-Manggarai: Rp 3.000

  • Bekasi-Bogor: 7.000

  • Cikarang-Tanah Abang: Rp 5.000

  • Cikarang-Manggarai: Rp 4.000

  • Bogor-Jakarta Kota: Rp 6.000

  • Bogor-Manggarai: Rp 5.000

  • Nambo-Manggarai: Rp 5.000

  • Tanah Abang-Rangkasbitung: Rp 8.000

  • Tanah Abang-Bogor: Rp 6.000

  • Jakarta Kota-Tanjung Priok: Rp 3.000

  • Duri-Tangerang: Rp 3.000

  • Tangerang-Bogor: Rp 8.000

  • Serpong-Jakarta Kota: Rp 8.000

Kemudian untuk metode pembayarannya, pengguna dapat memakai Kartu Multi Trip (KMT) yang dijual dengan harga Rp30.000 dan sudah termasuk saldo sebesar Rp10.000. Pembayaran juga bisa memakai uang elektronik seperti Flazz, E-Money, Brizz, GoPay, dan sebagainya.

Baca juga: KRL Mau Diperpanjang sampai Karawang, MTI Beri Catatan ke KCI

Ketentuan Baru Commuter Line Jabodetabek

Sejumlah calon penumpang berjalan menuju peron Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (20/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Meski tarif Commuter Line Jabodetabek untuk tahun 2024 tidak berubah, namun terdapat sejumlah ketentuan baru terkait lintas perjalanannya. Adapun beberapa ketentuan baru yang harus diketahui pengguna Commuter Line Jabodetabek adalah sebagai berikut:

  1. Stasiun Manggarai resmi berfungsi menjadi stasiun transit untuk pengguna jasa KRL dari arah Depok, Tanah Abang, Sudirman, Duri, dan Bogor.

  2. KRL lintas Bogor akan melewati Jalur Layang di Stasiun Manggarai untuk melakukan perjalanan langsung ke Stasiun Jakarta Kota.

  3. Pengguna jasa KRL Depok/Nambo/Bogor ke arah Sudirman, Duri, dan Tanah Abang harus transit di Stasiun Manggarai.

  4. Rute KRL dengan tujuan Jatinegara/Bogor-Angke akan dinonaktifkan.

  5. Rute KRL ke arah Lintas Cikarang sudah tidak lagi menuju Stasiun Jakarta Kota, melainkan ke Stasiun Kampung Bandan/Angke lewat Pasar Senen atau Stasiun Manggarai.

Berdasarkan ketentuan ini, bagi pengguna yang berangkat dari Bekasi atau Cikarang ke Jakarta Kota harus melakukan transit di Stasiun Manggarai. Begitupun dengan penumpang yang berangkat dari Bogor ke Stasiun Angke atau Jatinegara.

(NDA)