Konten dari Pengguna

Tarif Transjakarta Senayan-Ancol, Cek Besaran dan Rutenya Lengkap

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas tarif Transjakarta Senayan-Ancol. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas tarif Transjakarta Senayan-Ancol. Foto: Pexels

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan tarif Transjakarta Senayan-Ancol. Pengumuman besaran ongkos ini bertepatan dengan peluncuran rute khusus Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Transjakarta Rute Khusus HBKB Ancol (51ST) menjadi pilihan mobilitas bagi masyarakat yang ingin menuju kawasan Ancol dengan menggunakan transportasi umum.

Layanan yang didukung oleh tujuh armada bus listrik tipe EV High-Deck ini memiliki waktu tunggu kedatangan (headway) 15-20 menit.

Tarif Transjakarta Senayan-Ancol

Ilustrasi memahami tarif Transjakarta Senayan-Ancol. Foto: Pexels

Pada hari peluncurannya, masyarakat hanya perlu membayar tarif Transjakarta Senayan-Ancol sebesar Rp1. Namun, tarif promosi tersebut hanya berlaku selama satu hari, lalu tarif reguler kembali normal menjadi Rp3.500 di hari-hari Minggu berikutnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kehadiran Transjakarta Rute Khusus HBKB Ancol (51ST) menghubungkan dua kawasan CFD.

Selain itu, rute ini menawarkan kemudahan mobilitas bagi masyarakat yang ingin berolahraga maupun berdarma wisata.

“Sehingga warga memiliki pilihan mobilitas yang nyaman untuk berolahraga, berekreasi, maupun menikmati ruang publik,” kata Pramono saat meresmikan rute baru Transjakarta Senayan-Ancol di Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026, seperti dikutip dari laman Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Rute Transjakarta Senayan-Ancol

Layanan Transjakarta Rute Khusus HBKB Ancol (51ST) menempuh perjalanan 34,9 kilometer dengan durasi sekitar 142 menit per satu kali ritase.

Rute ini melintasi 18 titik pemberhentian dengan jadwal keberangkatan hanya setiap hari Minggu atau saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.

Berikut rincian 18 titik pemberhentian Transjakarta Senayan-Ancol setiap hari Minggu:

1. Dari Bundaran Senayan ke HBKB Ancol

  • Bundaran Senayan.

  • Senayan Bank Jakarta.

  • Polda Metro Jaya (Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya).

  • Bendungan Hilir.

  • Karet.

  • Dukuh Atas.

  • Tosari.

  • Bundaran HI (Hotel Indonesia) Astra.

  • MH Thamrin.

  • Kebon Sirih Arah Utara.

  • Monumen Nasional (Monas).

  • Pecenongan.

  • Juanda.

  • Pasar Baru Timur.

  • Jembatan Merah.

  • Gunung Sahari.

  • Pademangan.

  • Bundaran Symphony of The Sea.

2. Dari HBKB Ancol ke Bundaran Senayan

  • Bundaran Symphony of The Sea.

  • Pademangan.

  • Gunung Sahari.

  • Jembatan Merah.

  • Pasar Baru Timur.

  • Juanda.

  • Pecenongan.

  • Monumen Nasional.

  • Kebon Sirih Arah Utara.

  • MH Thamrin.

  • Bundaran HI Astra.

  • Tosari.

  • Dukuh Atas.

  • Karet.

  • Bendungan Hilir.

  • Polda Metro Jaya.

  • Senayan Bank Jakarta.

  • Bundaran Senayan.

Spesifikasi Bus Listrik Transjakarta

Mengacu pada unggahan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Instagram @ditjensaintek, Rabu, 17 September 2025, bus listrik Transjakarta menggunakan motor listrik dan baterai lithium-ion.

Armada bus listrik ini diklaim bebas emisi, hemat energi, dan lebih senyap. Dengan kapasitas baterai besar dan pengisian daya cepat (fast charging) selama 2-3 jam, bus listrik Transjakarta mampu menempuh perjalanan sejauh 200-250 kilometer di setiap satu kali pengisian.

Berbekal teknologi battery management system (BMS), bus listrik Transjakarta memiliki kemampuan mengatur suhu dan efisiensi energi. Selain itu, bus ini dilengkapi GPS dan telematika, sistem monitoring, serta teknologi noise reduction.

Baca Juga: Desain Stasiun LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Seperti Apa?

(MDP)