Tes EPPS: Pengertian dan Cara Penilaiannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tes EPPS merupakan salah satu tes psikotes yang lazim ditemui saat melakukan tahap wawancara kerja. Tes psikotes ini memang tidak lebih terkenal daripada tes Wartegg, Kraepelin, Pauli dan sebagainya.
Walaupun begitu, tes ini memiliki hasil yang cukup kredibel. Maka dari itu, jenis tes ini masih banyak digunakan oleh para perekrut pekerja di perusahaan-perusahaan.
Mungkin bagi sebagain orang, tes psikotes EPPS cukup asing bagi telinga kalian. Tetapi perlu diketahui bahwa jenis tes ini bertujuan untuk mengetahui perihal kepribadian yang kalian miliki.
Pengertian Tes EPPS
Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, tes EPPS ialah salah satu jenis tes psikotes guna mencari tahu kepribadian seseorang, terutama calon pelamar kerja.
Adapun kepanjangan tes EPPS ialah Edward’s Personal Preference Schedule yang dirumuskan oleh seseorang bernama Allen L. Edward pada tahun 1954.
Allen mendasari tes miliknya dengan teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Henry Murray pada tahun 1983. Selain itu, ia juga menerapkan metode forced choice pada tesnya, yaitu metode yang mengharuskan peserta tes memilih salah satu di antara dua jawaban yang telah diberikan.
Untuk mengetahui lebih jelas terkait teori kebutuhan yang digunakan Allen L. Edward pada tes miliknya. Berikut ini kelima belas poin dari teori kebutuhan Henry Murray:
Achievement: kebutuhan sukses atau mencapai sesuatu
Deference: kebutuhan mengikuti dan melakukan ekspektasi tertentu
Order: kebutuhan menjadi teratur atau terorganisasi
Exhibition: kebutuhan menjadi pusat perhatian
Autonomy: kebutuhan menjadi independen
Affiliation: keinginan untuk berteman dan kecenderungan loyal
Intraception: kebutuhan menganalisa diri sendiri dan orang lain
Succorance: kebutuhan dibantu orang lain
Dominance: kebutuhan untuk menjadi pemimpin
Abasement: kecenderungan merasa bersalah dan butuh berkompromi
Nurturance: kebutuhan menunjukkan kasih sayang dan dukungan
Change: kebutuhan berubah
Endurance: kebutuhan tekun untuk menyelesaikan sesuatu
Heterosexuality: kebutuhan untuk bergaul dengan lawan jenis dan mendapat afeksi dari mereka
Aggression: kebutuhan agresi tinggi baik verbal maupun secara fisik sehingga bertentangan dengan orang lain
Penilaian Tes EPPS
Dalam mengerjakan tes, tentunya Anda selaku peserta tes akan menerima hasil atas tes yang dikerjakan. Sebelum mendapat hasil, Anda didapati harus mengisi tes tersebut.
Pada tes EPPS, seseorang yang dites harus mengisi sekitar 225 soal yang memiliki dua jawaban. Dari dua jawaban tersebut, Anda harus memilih jawaban mana yang cenderung mengarah kepada diri Anda.
Jika dari jawaban tersebut tidak ada yang mengarah kepada diri Anda, atau dua-duanya dirasa cocok dengan Anda. Peserta tes harus tetap memilih di antara keduanya. Dengan begitu tes akan memunculkan hasil yang amat sesuai dengan kepribadian Anda.
Setelah memilih 225 pilihan dalam waktu 40 menit sampai 60 menit. Kalian akan mendapat hasil berupa rendah, rata-rata, cenderung tinggi, tinggi atau sangat tinggi. Penilaian ini mengarah kepada kepribadian Anda yang bersifat mandiri atau justru malah sebaliknya.
Peserta juga perlu mengingat bahwa dalam tes EPPS tidak ada jawaban salah ataupun benar. Adapun tes ini diperuntukkan guna mengetahui sifat atau kepribadian yang dimiliki seseorang.
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis tes psikologi?

Apa saja jenis tes psikologi?
Tes psikotes ini memang tidak lebih terkenal daripada tes Wartegg, Kraepelin, Pauli dan sebagainya.
Apa tujuan tes EPPS?

Apa tujuan tes EPPS?
Tetapi perlu diketahui bahwa jenis tes ini bertujuan untuk mengetahui perihal kepribadian yang kalian miliki.
Apa kepanjangan tes EPPS?

Apa kepanjangan tes EPPS?
Adapun kepanjangan tes EPPS ialah Edward’s Personal Preference Schedule yang dirumuskan oleh seseorang bernama Allen L. Edward pada tahun 1954.
(NNR)
