Tes EPPS: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengerjakannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Tes EPPS adalah salah satu tes psikotes yang lazim ditemui saat melakukan tahap melamar kerja. Tes psikotes ini memang tidak lebih terkenal daripada tes Wartegg, Kraepelin, Pauli dan lain sebagainya.
Walaupun begitu, tes ini memiliki hasil yang cukup kredibel. Maka dari itu, jenis tes ini masih sering digunakan oleh para rekruiter di berbagai perusahaan.
Merujuk buku PIO DIAGNOSTIK: Pengukuran Potensi dan Kompetensi Individual di Lingkup Industri dan Organisasi oleh Seta A. Wicaksana, tes EPPS (Edward Personality Preference Schedule) merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang.
Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan dan motivasi yang harus dimiliki manusia. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut seputar tes EPPS, simak uraian di bawah ini.
Fungsi Tes EPPS
Berdasarkan informasi dalam buku Jurus Ampuh Tembus Tes Seleksi TNI/POLRI oleh Dwi Sunar Prasetyono, tes EPPS dipergunakan untuk mengetahui karakter masing-masing karyawan ataupun calon karyawan.
Dengan begitu, perusahaan dapat menempatkannya pada bidang yang tepat, sehingga kelebihan dan kemampuannya dapat dioptimalkan. Tes EPPS ini termasuk dalam tes kepribadian yang objektif.
Merujuk buku Panduan Resmi Tes Psikotes Terlengkap oleh Tim Bintang Psikologi, tes EPPS akan mengukur 15 aspek kebutuhan dan motivasi yang harus dimiliki seseorang, di antaranya sebagai berikut:
Achievement: kebutuhan sukses atau mencapai sesuatu
Deference: kebutuhan mengikuti dan melakukan ekspektasi tertentu
Order: kebutuhan menjadi teratur atau terorganisasi
Exhibition: kebutuhan menjadi pusat perhatian
Autonomy: kebutuhan menjadi independen
Affiliation: keinginan untuk berteman dan kecenderungan loyal
Intraception: kebutuhan menganalisa diri sendiri dan orang lain
Succorance: kebutuhan dibantu orang lain
Dominance: kebutuhan untuk menjadi pemimpin
Abasement: kecenderungan merasa bersalah dan butuh berkompromi
Nurturance: kebutuhan menunjukkan kasih sayang dan dukungan
Change: kebutuhan berubah
Endurance: kebutuhan tekun untuk menyelesaikan sesuatu
Heterosexuality: kebutuhan untuk bergaul dengan lawan jenis dan mendapat afeksi dari mereka
Aggression: kebutuhan agresi tinggi baik verbal maupun secara fisik sehingga bertentangan dengan orang lain
Cara Mengerjakan Tes EPPS
Karmayati dan Suryaningrum menjelaskan dalam buku PIO DIAGNOSTIK: Pengukuran Potensi dan Kompetensi Individual di Lingkup Industri dan Organisasi oleh Seta A. Wicaksana, EPPS umumnya dikategorikan sebagai tes yang tidak dibatasi waktu dalam pengerjaannya.
Jadi, penekanannya pada penyelesaian tugas bukan waktunya. Ada pun isi tesnya berupa sejumlah pertanyaan, sehingga tergolong psikotes kuesioner. Peserta juga perlu mengingat bahwa dalam tes EPPS tidak ada jawaban salah ataupun benar.
Tes EPPS dapat diberikan secara individual maupun klasikal. Dalam mengerjakan tes EPPS, semua pertanyaan harus dijawab. Apabila ada satu pertanyaan saja yang terlewatkan, maka interpretasi secara akurat tidak dapat dilakukan.
Setelah memilih semua jawaban dalam waktu 40 menit sampai 60 menit, peserta akan mendapat hasil berupa rendah, rata-rata, cenderung tinggi, tinggi atau sangat tinggi. Penilaian ini mengarah kepada kepribadian yang dimiliki peserta apakah bersifat mandiri atau justru malah sebaliknya.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu soal EPPS?

Apa itu soal EPPS?
Tes EPPS merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang.
Apa kepanjangan tes EPPS?

Apa kepanjangan tes EPPS?
Kepanjangan tes EPPS adalah Edward Personality Preference Schedule.
Kapan tes EPPS digunakan?

Kapan tes EPPS digunakan?
Tes EPPS lazim digunakan oleh rekruiter pada saat sedang mencari calon karyawan.
