Tips Memilih Deposito yang Tepat agar Cuan Maksimal

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Deposito merupakan salah satu produk keuangan yang ditawarkan bank ke nasabah. Mirip dengan tabungan berjangka, dana dalam deposito hanya dapat dicairkan pada jangka waktu yang telah disepakati.
Nasabah akan menerima keuntungan setiap bulannya dari suku bunga yang ditentukan sesuai kebijakan bank. Supaya memaksimalkan keuntungan yang diperoleh, penting bagi nasabah untuk mengetahui cara memilih deposito yang tepat.
Tips Memilih Deposito
Memilih deposito yang tepat tidak hanya memastikan dana aman, tetapi juga memberikan keuntungan optimal sesuai dengan tujuan keuangan.
Berikut beberapa tips yang bisa membantu memilih deposito yang sesuai dengan kebutuhan.
1. Pahami Jenis-Jenis Deposito
Sebelum memulai investasi, penting bagi nasabah untuk mengenali jenis-jenis deposito yang ditawarkan bank. Pasalnya, setiap deposito memiliki syarat dan ketentuan yang beragam.
Beberapa jenis deposito yang sering digunakan, antara lain, Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, Deposito On Call, hingga Deposito Valuta Asing.
Pastikan untuk memilih jenis deposito yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing dan besaran dana yang akan dialokasikan.
Baca Juga: Penyebab Deposito Tidak Bisa Dicairkan, Berikut Alasannya
2. Pilih Bank dengan Reputasi Baik
Reputasi bank sangat penting saat memilih deposito. Pilih bank yang terkenal dengan reputasi yang baik dan tepercaya.
Sebaiknya pilih bank yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan yang terdaftar di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bagi yang ingin menyimpan dana pada bank atau lembaga keuangan syariah, pastikan bank tersebut diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).
3. Perhatikan Jangka Waktu Deposito
Deposito biasanya memiliki jangka waktu yang beragam, mulai dari 1 bulan hingga beberapa tahun. Pilih jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan finansial.
Dana dalam deposito tidak dapat dicairkan sebelum habis tanggal tempo. Jika nasabah ingin mencairkan deposito sebelum tanggal jatuh tempo, akan diberlakukan penalti.
4. Ketahui Prosedur Pencairan Deposito
Dalam memilih deposito yang tepat, juga perlu diperhatikan mekanisme pencairan dana pada bank yang akan dipilih nantinya.
Umumnya, setelah habis masa jatuh tempo, dana tidak akan langsung dikirim ke rekening nasabah. Uang akan masuk ke rekening nasabah dengan jeda beberapa hari setelah jatuh tempo deposito.
Tanyakan ke pihak bank, kapan deposito akan cair dan margin yang akan masuk rekening nasabah.
5. Ketahui Biaya Penalti, Pajak, dan Biaya Lainnya
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyimpan dana di deposito. Mulai dari biaya penalti saat dana deposito ditarik sebelum tanggal jatuh tempo, hingga pajak maupun biaya tambahan lainnya.
6. Pertimbangkan Fitur Tambahan yang Ditawarkan
Penting untuk mengetahui fitur atau layanan tambahan yang disediakan bank. Sejumlah fitur yang biasanya ditawarkan seperti fitur jaminan kredit atau margin yang bisa ditransfer langsung ke rekening.
Dalam buku Seni Mengatur Keuangan Tips Cerdas Melakukan Perencanaan Keuangan (2020) yang disusun Armadita Ayu, saat mengisi aplikasi pastikan nasabah memperhatikan apakah ada tidaknya kesepakatan Automatic Roll Over (ARO).
Sistem ini merupakan kebijakan dari bank yang memungkinkan deposito diperpanjang secara otomatis setelah jatuh tempo. Jika tidak ingin repot memperpanjang deposito setiap kali jatuh tempo, pastikan bank menyediakan fasilitas ini.
(SA)
