Tugas Akuntansi Forensik dan Fungsinya dalam Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia bisnis, kasus kecurangan akan merugikan perusahaan. Untuk mencegah dan mengungkap tindakan tersebut, perusahaan bisa membuat tim akuntansi forensik.
Staf atau tim akuntansi forensik tak hanya bertanggung jawab pada pencatatan transaksi, tetapi juga penyelidikan, analisis, dan pembuktian tindak kejahatan keuangan.
Hasil dari investasi yang dilakukan tim akuntansi forensik pun bisa digunakan sebagai bukti dalam proses hukum. Untuk lebih memahami tugas tim akuntansi forensik, simak uraian ini hingga tuntas.
Tugas Akuntansi Forensik
Mengutip buku Akuntansi Forensik oleh Dr. Mohamad Mahsun, akuntansi forensik adalah bidang akuntansi yang menggabungkan keahlian akuntansi, audit, dan investigasi untuk mengungkap kasus kecurangan atau tindak kejahatan keuangan.
Profesi ini semakin dibutuhkan di era modern karena meningkatnya kasus manipulasi keuangan, korupsi, dan tindak kriminal ekonomi lainnya. Berikut tugas akuntansi forensik.
1. Mengidentifikasi dan Menganalisis Kecurangan
Tugas utama tim akuntansi forensik adalah mengidentifikasi tanda-tanda adanya kecurangan atau manipulasi keuangan dalam laporan keuangan.
Mereka menganalisis transaksi yang mencurigakan, mengevaluasi pola keuangan, dan menemukan celah yang memungkinkan terjadinya tindak kejahatan.
2. Melakukan Investigasi Mendalam
Akuntan forensik bertugas menyelidiki dan menemukan fakta di balik aktivitas yang tidak wajar. Investigasi ini mencakup audit forensik, analisis data, serta pengumpulan bukti-bukti transaksi yang relevan.
3. Menyusun Bukti untuk Keperluan Hukum
Dalam proses hukum, akuntan forensik memiliki tugas penting untuk menyusun laporan hasil investigasi yang dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan. Laporan ini harus jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Mencegah Risiko Kecurangan
Selain mengungkap tindak kecurangan, tugas akuntansi forensik juga mencakup pencegahan. Akuntan forensik bekerja sama dengan perusahaan untuk memperkuat sistem pengendalian internal agar lebih kebal terhadap risiko penipuan.
5. Memberikan Kesaksian Ahli di Pengadilan
Akuntan forensik bisa dipanggil sebagai saksi ahli dalam kasus hukum. Mereka bertanggung jawab menjelaskan hasil investigasi dan temuannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh hakim, jaksa, maupun pengacara.
6. Mengaudit Kerugian Akibat Kecurangan
Akuntan forensik membantu menghitung nilai kerugian yang dialami perusahaan atau individu akibat tindakan kecurangan. Perhitungan ini penting sebagai dasar dalam menentukan tuntutan hukum atau ganti rugi.
7. Melakukan Analisis Data Digital
Di era digital, akuntan forensik juga harus menganalisis data digital, seperti transaksi elektronik, email, dan sistem ERP, untuk menemukan bukti kejahatan keuangan yang mungkin tersembunyi.
Baca Juga: Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Pemerintah
Fungsi Akuntansi Forensik
Dalam dunia yang semakin kompleks, menurut buku Akuntansi Forensik dalam Referensi Analisis Transaksi Fraud Keuangan karangan Dr. Tarjo, dkk., akuntansi forensik memiliki fungsi sebagai berikut:
Meningkatkan transparansi keuangan. Dengan investigasi mendalam, praktik akuntansi forensik membantu perusahaan menjaga transparansi dalam operasional keuangannya.
Meminimalkan kerugian. Dengan mendeteksi kecurangan lebih awal, perusahaan dapat meminimalkan kerugian finansial.
Menegakkan hukum. Adanya akuntansi forensik mendukung penegakan hukum dengan bukti-bukti valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meningkatkan kepercayaan publik. Kehadiran akuntansi forensik membantu memulihkan kepercayaan investor, mitra bisnis, dan publik terhadap perusahaan yang mengalami skandal keuangan.
(NDA)
