Konten dari Pengguna

Uji Coba CNG Pengganti LPG Bakal Dimulai Minggu Depan, Bagaimana Skemanya?

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas uji coba CNG pengganti LPG. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas uji coba CNG pengganti LPG. Foto: Pexels

Uji coba CNG pengganti LPG akan dilakukan mulai pekan ketiga Agustus 2026. Kabar ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

“Uji coba nanti minggu depan. Kita cek dulu ya,” kata Bahlil setelah pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026, seperti dikutip dari kumparanBISNIS.

Skema Uji Coba CNG Pengganti LPG

Sebelumnya, Bahlil mengatakan implementasi tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sudah melewati uji tembak. Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan daya tahan tabung pada kondisi ekstrem, termasuk terhadap panas tinggi mencapai 850 derajat celcius.

Prosedur pengujian tersebut menjadi salah satu syarat sebelum tahap pengembangan dinyatakan resmi selesai. Bahlil menilai keberhasilan pemanfaatan CNG berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp30 triliun, yang dapat dialokasikan pada program prioritas lain.

Di samping efisiensi anggaran negara, Bahlil menyebutkan bahwa harga produk CNG akan lebih terjangkau hingga 40 persen dibandingkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.

Langkah uji coba ini dijalankan pemerintah guna menghadirkan opsi energi alternatif pengganti LPG yang selama ini sangat bergantung pada pasokan impor.

1. Proses Uji Coba dan Faktor Keamanan Tabung

Bahlil menjelaskan bahwa proyek ini sedang memasuki pengujian tahap ketiga yang hasilnya menentukan kesiapan implementasi. Penguji disebut harus sangat berhati-hati, karena tabung berukuran 3 kg memiliki tekanan udara tinggi berkisar antara 200 hingga 250 bar.

Dia menuturkan pengujian tabung CNG 3 kilogram saat ini masih berlangsung di Cina. Usai seluruh rangkaian pengujian di luar negeri tersebut tuntas, pemerintah akan menggandeng PT Pindad (Persero) guna melanjutkan proses pengembangan di dalam negeri.

Upaya kolaborasi sebelumnya telah diperkuat melalui penandatanganan perjanjian riset dan pengembangan strategis antara PT Pindad dan PT Pertamina (Persero) pada Selasa, 6 Januari 2026 lalu.

Kesepakatan yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pindad Sigit P. Santosa bersama Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri ini ditujukan untuk mendukung kemandirian energi nasional.

Lingkup kerja sama beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, meliputi kajian teknis, perancangan desain, serta standardisasi dan regulasi terkait pengelolaan gas alam. Selain aspek teknis, kedua pihak juga melakukan kajian dari sisi ekonomi dan pemetaan pasar CNG.

2. Rencana Uji Coba Lapangan dan Pemasaran

Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menyampaikan bahwa pengujian tabung CNG Merah Putih ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

Sampel hasil pengujian tersebut selanjutnya dikirim ke Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian ESDM, untuk evaluasi lebih lanjut.

Lanjut dia, pemerintah juga merencanakan pengenalan produk energi ini secara bertahap. Laode menambahkan bahwa uji coba tahap awal rencananya menyasar wilayah kota-kota besar, meski skema rincian pemasaran atau produksi massalnya masih dalam tahap pematangan.

Baca Juga: Program Kompor Listrik Gratis Mulai 2027, Ini Progresnya

(MDP)