10 Ampere Berapa Watt? Ini Cara Menghitung dan Contoh Soalnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ampere dan watt merupakan besaran satuan internasional yang sering digunakan dalam bidang kelistrikan. Ampere menyatakan satuan kuat arus listrik dengan lambang A, sedangkan watt menyatakan satuan daya listrik yang disimbolkan dengan W.
Dikutip dari Mengenal Listrik Lebih Baik dari Segala Sisi oleh Hendi (2016: 13-14), ampere adalah besaran kuat arus listrik yang mengalir melalui penghantar listrik. Sementara watt adalah besaran daya listrik yang dibutuhkan sebuah perangkat elektronik untuk beroperasi.
Ampere dan watt saling berhubungan karena kuat arus listrik menjadi salah satu penentu besaran daya listrik yang mengalir pada perangkat elektronik.
Semakin besar daya yang dibutuhkan oleh perangkat elektronik, maka semakin besar pula kuat arus listrik yang dibutuhkan. Lantas, bagaimana cara menghitung nilai ampere ke watt atau sebaliknya?
10 Ampere Berapa Watt?
Pada dasarnya, dengan mengetahui nilai ampere dari suatu arus listrik, maka sudah bisa menentukan nilai daya listriknya. Misalnya, Anda sudah mengetahui nilai arus listrik dari sebuah perangkat elektronik adalah 10 ampere dan ingin mengubahnya ke watt. Maka, 10 ampere berapa watt?
Untuk menghitung nilai 10 ampere berapa watt, dapat menggunakan rumus daya listrik melalui persamaan berikut:
P = I x V
Keterangan:
P = daya listrik (watt)
I = kuat arus listrik (ampere)
V = tegangan listrik (volt)
Di Indonesia, tegangan listrik ditetapkan sebesar 220 volt mengikuti standar yang digunakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) berdasarkan tegangan listrik yang digunakan di seluruh rumah dan bangunan. Hal ini menyebabkan peralatan elektronik juga menggunakan tegangan yang sama.
Dengan standar tegangan listrik tersebut, maka perhitungan untuk mengetahui nilai watt dari 10 ampere adalah sebagai berikut:
P = I x V
= 10 A x 220 V
= 2.200 watt
Jadi, besaran daya listrik untuk nilai 10 ampere adalah 2.200 watt. Ini berarti setiap 10 ampere listrik mengalir dapat menyalurkan kebutuhan daya listrik sampai dengan 2.200 watt.
Untuk memahami lebih jelas cara menghitung ampere dan watt, simak beberapa contoh soal di bawah ini.
Baca Juga: Cara Menghitung Amperemeter dalam Fisika Secara Mudah dan Cepat
Contoh Soal 1
Sebuah rumah mempunyai tegangan listrik sebesar 220 volt. Berapa nilai 20 ampere ke watt?
Pembahasan:
P = I x V
= 20 x 220
= 4.400 watt
Jadi, besaran daya listrik untuk nilai 20 ampere adalah 4.400 watt. Ini berarti setiap 20 ampere listrik mengalir dapat menyalurkan kebutuhan listrik sampai 4.400 watt.
Contoh Soal 2
Sebuah toko kelontong mempunyai tegangan listrik sebesar 220 volt dan daya listrik sebesar 2.200 watt. Berapa kuat arus listriknya?
Pembahasan:
P = I x V
I = P / V
= 2.200 / 220
= 10 ampere
Jadi, besaran kuat arus listrik untuk toko kelontong tersebut adalah 10 ampere. Ini berarti untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 2.200 watt, maka terdapat 10 ampere arus listrik yang mengalir pada instalasi kelistrikan.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu ampere?

Apa itu ampere?
Ampere adalah besaran kuat arus listrik yang mengalir melalui penghantar listrik.
Apa yang dimaksud dengan watt?

Apa yang dimaksud dengan watt?
Watt adalah besaran daya listrik yang dibutuhkan sebuah elektronik untuk beroperasi.
Apa rumus menghitung daya listrik?

Apa rumus menghitung daya listrik?
Rumus daya listrik melalui persamaan berikut: P = I x V
