Konten dari Pengguna

10 Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks. Foto: Pixabay

Teks prosedur kompleks adalah teks berisi langkah-langkah atau tahapan yang harus dilaksanakan dalam melakukan suatu kegiatan hingga kegiatan itu dapat terlaksana dengan baik dan berhasil. Teks prosedur kompleks tidak bisa dibuat asal-asalan namun harus sesuai kaidah kebahasaan teks prosedur kompleks.

Mengutoip buku Model dan Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia oleh Hari Wibowo, tujuan teks prosedur kompleks ini adalah untuk menunjukan atau menjelaskan bagaimana mengerjakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut.

Teks prosedur biasanya terdapat pada tulisan yang mengandung cara, tips atau tutorial melakukan langkah tertentu. Menurut buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman, ada 10 kaidah kebahasaan dalam membuat teks prosedur kompleks. Apa saja?

10 Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks. Foto: Pixabay

1. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal ini mengacu pada urutan waktu sekaligus menjadi sarana kohesi teks. Dalam teks prosedur kompleks, konjungsi temporal berfungsi untuk mengurutkan langkah-langkah.

2. Kalimat Imperatif

Kalimat imperatif adalah kalimat yang berisi perintah atau instruksi untuk melakukan sesuatu. Kata kerja imperatif bersifat direktif atau memberikan arahan kepada seseorang yang membacanya.

Kata kerja imperatif biasanya menggunakan kata perintah ataupun kata kerja yang ditambah dengan imbuhan akhir –lah. Misalnya bawalah, ikutilah, tutup pintunya, keluarlah, cepat bawa, angkat tangan, berbeloklah, datanglah, pulanglah, dan pastikan.

3. Verba Material

Verba material ini mengacu pada verba atau kata kerja yang mengacu pada tindakan fisik. Misalnya mendorong, menendang, mencium, memperhatikan, mengeringkan, menuliskan, menunjukkan, menunggu, mengambil, menyetir, dan menyerahkan.

4. Verba Tingkah Laku

Verba tingkah laku adalah verba yang mengacu pada sikap yang menyatakan tindakan seseorang (bukan sikap mental yang tampak). Misalnya menolak, menerima, merasa, merasakan, yakin, ragu, skeptis, dan memahami.

5. Partisipan Manusia Secara Umum

Partisipan manusia secara umum adalah menggunakan kalimat yang berhubungan langsung dengan si pembaca teks. Kalimat ini biasanya menggunakan kata seperti Anda, kamu, kita, atau kata ganti yang ditujukan untuk manusia seperti penggugat, penanggung jawab, pelapor, pemain, dan pengendara.

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks. Foto: Pixabay

6. Bilangan Urutan

Teks prosedur kompleks biasanya menggunakan bilangan urutan untuk memperjelas tahapan langkah yang harus dilakukan. Misalnya menggunakan bilangan bulat seperti 1,2, dan 3, menggunakan angka romawi seperti I, II, II, dan IV, ataupun menggunakan alfabet seperti a, b, c, dan d.

7. Kalimat Introgratif

Kalimat introgatif merupakan kalimat yang berisi pertanyaan. Fungsinya untuk mengetahui informasi tentang sesuatu.

8. Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan, memberikan fakta, penjelasan, atau menyampaikan informasi. Kalimat deklaratif sangat penting dalam teks prosedur kompleks untuk menjelaskan langkah-langkah di dalamnya.

Contoh kalimat deklaratif adalah formulir pembuatan paspor dapat diakses secara online, pas foto harus berlatarkan warna merah, bank dibuka pada pukul delapan, pemutih dapat menyebabkan tekstur pakaian rusak, tombol merah berfungsi untuk mematikan alat, dan sebagainya.

9. Menggunakan Kata Baku

Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata. Tujuan digunakannya kata baku dalam membuat teks prosedur kompleks adalah supaya pembaca mudah memahami teks tersebut.

10. Menggunakan Konjungsi Syarat

Konjungsi syarat atau kondisional digunakan untuk menghubungkan atau menjelaskan jika hal terjadi karena adanya suatu syarat. Contoh konjungsinya: jika, jikalau, asalkan, bilama, apabila.

(NDA)