10 Mukjizat Nabi Muhammad sebagai Bukti Kekuasaan Allah SWT

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Islam mencatat begitu banyak mukjizat Nabi Muhammad yang menjadi keistimewaan beliau. Sebagai utusan terakhir, Allah SWT memang memberikan berbagai keistimewaan sebagai bukti kenabiannya.
Dikutip dari buku Buku Panduan Lengkap Agama Islam (2010) oleh Tim Darul Ilmi, mukjizat adalah suatu kejadian yang luar biasa di luar kemampuan manusia yang diberikan Allah SWT kepada Rasul-Nya. Lalu, apa saja mukjizat yang dimiliki Nabi Muhammad SAW?
Mukjizat Nabi Muhammad
1. Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang membuktikan kebenaran risalahnya. Sifat mukjizatnya tampak pada keindahan bahasa, kedalaman makna, dan ketidakmampuan manusia atau jin untuk menirunya.
Allah menantang siapa pun yang meragukannya untuk membuat satu surat yang serupa, seperti yang dijelaskan lewat firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 23:
وَاِنۡ کُنۡتُمۡ فِىۡ رَيۡبٍ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلٰى عَبۡدِنَا فَاۡتُوۡا بِسُوۡرَةٍ مِّنۡ مِّثۡلِهٖ وَادۡعُوۡا شُهَدَآءَكُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ
Artinya: Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Dikutip dari Al Qur'an Hadis Madrasah Aliyah (2019) oleh Moh. Matsna dan Djejen Zainuddin, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari, Rasulullah bersabda:
“Tiada seorang nabi pun dari nabi-nabi terdahulu itu kecuali mereka hanya diberi mukjizat yang sesuai, agar manusia mempercayainya, tetapi mukjizat yang diberikan kepadaku adalah berupa wahyu yang disampaikan Allah kepadaku. Aku berharap agar aku menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya.” (HR. Bukhari)
2. Isra Mi'raj
Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah. Isra’ Mi’raj terdiri dari dua bagian penting, yakni Isra’ dan Mi’raj.
Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Mi’raj adalah naiknya Rasulullah ke langit tertinggi hingga mencapai Sidratul Muntaha.
Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra' ayat 1:
سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ
Artinya: “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
3. Membelah Bulan
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, beliau berkata:
“Penduduk Mekah meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mendatangkan mukjizat. Beliau perlihatkan pada mereka terbelahnya bulan.” (HR. al-Bukhari)
Menjawab tantangan tersebut, atas izin Allah, Rasulullah SAW lalu menunjuk ke arah bulan dan bulan pun terbelah menjadi dua bagian. Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa satu bagian tampak di atas Gunung Abu Qubais dan bagian lainnya ada di seberangnya, sehingga nampak Gunung Hira berada di antara kedua belahan tersebut.
4. Air Memancar dari Jari-Jemari
Dalam beberapa peristiwa, terutama saat berada di tengah perjalanan atau peperangan, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya sering menghadapi krisis air parah.
Salah satu peristiwa paling masyur diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik RA. Dikutip dari buku Al-Wafa: Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad (2007) oleh Ibnul Jauzi, Anas bin Malik RA menuturkan, suatu ketika Rasulullah berada di Zaura’ dan beliau dibawa sebuah wadah yang berisi sedikit air.
Kemudian beliau menyuruh para sahabatnya untuk berwudhu dengan air tersebut. Setelah beliau meletakkan telapak tangannya di air itu, tiba-tiba air dengan deras memancar dari sela-sela dan ujung jarinya sampai mereka selesai berwudhu.
“Berapa jumlah kamu ketika itu?” tanya saya (perawi) pada Anas. Anas menjawab, “Kami berjumlah tiga ratus orang.” (HR. Muslim dan Al-Baihaqi)
Baca juga: Kisah Mukjizat Nabi Daud Mengalahkan Raksasa Jalut
5. Memperbanyak Makanan yang Sedikit
Mukjizat memperbanyak makanan adalah salah satu bukti kenabian Muhammad SAW yang terjadi berulang kali. Dalam berbagai peristiwa, makanan yang sangat sedikit dapat mencukupi kebutuhan ratusan hingga ribuan orang atas izin Allah.
Salah satu kisah terkenal terjadi saat Perang Khandaq. Jabir bin Abdullah RA hanya memiliki seekor anak kambing kecil dan sedikit gandum.
Mulanya, Jabir hanya mengundang Nabi Muhammad SAW untuk makan. Namun, Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat lain. Atas izin Allah, setelah Nabi mendoakannya, makanan tersebut ternyata cukup untuk dimakan oleh lebih dari seribu pasukan hingga kenyang, bahkan masih tersisa.
6. Batang Pohon Kurma yang Menangis
Diceritakan dari buku Al-Wafa: Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad (2007) oleh Ibnul Jauzi, Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah biasa khutbah dengan memegang batang pohon kurma.
Suatu ketika, ada perempuan Anshar yang mempunyai seorang budak ahli kayu. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya mempunyai sahaya. Ia pandai sekali dalam perkayuan. Apakah saya boleh menyuruh dia untuk membuatkan mimbar khutbah untukmu?” Rasulullah menjawab, “Ya, silahkan.”
Si ahli kayu itu pun membuatkan mimbar untuk tempat berkhutbah Rasulullah. Pada hari Jumat, Rasulullah menggunakan mimbar itu untuk khutbah.
Batang pohon yang biasa beliau jadikan mimbar ketika khutbah tiba-tiba menangis bagaikan bayi. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya batang pohon ini merasa sedih setelah ia ditinggalkan.” (HR. Ahmad dan As-Suyuthi)
7. Menurunkan Hujan
Peristiwa ini terjadi ketika kota Madinah dilanda kekeringan yang parah. Hewan ternak mati, tanaman rusak, dan masyarakat menderita.
Mengutip buku 1000 Mukjizat Rasulullah (2008) oleh Musthafa Murad, dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, dikisahkan seorang laki-laki masuk ke masjid melalui pintu arah mimbar saat Rasulullah SAW sedang berdiri di atasnya untuk menyampaikan khutbah Jumat.
Laki-laki itu berkata, "Wahai Rasulullah, harta benda telah musnah dan semua jalan terputus. Maka sudilah kiranya engkau berdoa kepada Allah agar menurunkan hujan."
Mendengar permintaan itu, Rasulullah SAW langsung mengangkat kedua tangannya dan berdoa:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا.
“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
Anas bin Malik berkata, "Demi Allah, kami tidak melihat ada awan sedikit pun di langit sebelumnya, tiba tiba muncul dari balik gunung segumpal awan tebal. Setelah awan, tersebut berada di tengah-tengah langit maka ia pun terpencar lalu turun hujan."
8. Meredakan Hujan
Masih berkaitan dengan mukjizat sebelumnya, setelah Rasulullah memanjatkan doa, hujan itu terus berlangsung hingga hari Jumat berikutnya hingga menyebabkan banjir. Rumah-rumah mulai rusak dan akses jalan terputus.
Pada Jumat berikutnya, laki-laki tersebut kembali menemui Rasulullah yang sedang berkhutbah dan berkata, "Wahai Rasulullah, harta benda telah hancur dan jalanan terputus, maka sudilah kiranya engkau memohon kepada Allah agar hujan dihentikan!"
Mendengar keluhan tersebut, Nabi Muhammad SAW tersenyum, kemudian mengangkat kedua tangannya lagi seraya berdoa. Namun, kali ini doanya bukan untuk menghentikan hujan, melainkan mengalihkannya.
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ.
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan jadikan musibah atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di atas dataran tinggi, pegunungan, lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Anas bin Malik berkata, “Maka hujan pun reda, dan kami keluar dari masjid di bawah terik matahari.”
9. Perlindungan Gaib dari Musuh
Perlindungan gaib adalah salah satu kategori mukjizat Nabi Muhammad SAW yang terus-menerus menyertai sepanjang hidupnya. Mukjizat ini melibatkan beberapa kejadian luar biasa saat Allah SWT menyelamatkan Nabi Muhammad SAW dari berbagai ancaman pembunuhan dan bahaya.
Salah satunya ketika Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur. Para pengejar dari kaum Quraisy yang ahli melacak jejak berhasil sampai tepat di mulut gua. Logikanya, mereka pasti akan ditemukan dan Abu Bakar pun sudah merasa khawatir.
Namun, Rasulullah berkata, “Wahai Abu Bakar, apakah pendapatmu tentang dua orang yang ketiganya adalah Allah, janganlah engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.”
Allah SWT pun membutakan pandangan para pengejar tersebut sehingga mereka tidak melihat ke dalam gua.
10. Unta yang Menangis dan Mengadu
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ja'far RA, suatu hari Rasulullah SAW memasuki sebuah kebun milik seorang Anshar. Tiba-tiba, seekor unta datang menghampirinya sambil mengeluarkan suara rintihan dan berlinang air mata.
Nabi Muhammad SAW mendekati unta tersebut, lalu mengusap bagian belakang telinga dan punuknya hingga ia tenang. Kemudian, beliau bertanya, "Siapakah pemilik unta ini?"
Seorang pemuda Anshar maju dan mengaku sebagai pemiliknya. Nabi SAW pun menasihatinya dengan lembut:
"Tidakkah engkau takut kepada Allah terkait hewan ini yang telah Allah berikan kepadamu? Sesungguhnya ia (unta ini) mengadu kepadaku bahwa engkau membiarkannya kelaparan dan membebaninya dengan pekerjaan yang berat." (HR. Abu Dawud, dinilai sahih oleh Al-Albani)
(FHK)
Baca juga: Kisah Mukjizat Nabi Ibrahim dalam Sejarah Islam
