Konten dari Pengguna

10 Pantun Hari Ibu, Sarat Makna dan Penuh Kasih Sayang

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Ibu dan Anak. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Ibu dan Anak. Foto: Freepik

Tahun ini, perayaan Hari Ibu di Indonesia jatuh pada Rabu (22/12). Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Ibu, satu di antaranya adalah dengan memberikan pantun sebagai tanda syukur dan cinta kita kepada ibu.

Mengutip buku Think Smart Bahasa Indonesia oleh Ismail Kusmayadi, pantun adalah karya sastra berupa puisi melayu yang terdiri dari empat baris dan memiliki sajak a-b-a-b. Ada pun ciri-ciri pantun selengkapnya, yaitu sebagai berikut:

  • Tiap bait dalam pantun umumnya terdiri atas 4 larik, kecuali pada karmina (2 larik dalam satu bait) dan talibun (6, 8, 12 larik dalam satu bait);

  • Tiap larik terdiri atas 8-12 suku kata;

  • Baris pertama dan kedua berupa sampiran;

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi;

  • Pola rimanya a-b-a-b;

  • Isinya mengandung pengungkapan perasaan.

Seperti karya sastra lainnya, pantun juga memiliki beragam tema. Tema pantun yang cocok untuk merayakan momen Hari Ibu adalah yang berhubungan dengan ibu. Pantun bertemakan ibu ini bisa berisi ungkapan rasa syukur, pujian, cinta, hingga doa untuk beliau.

Berikut ada beberapa contoh pantun Hari Ibu yang bisa Anda jadikan referensi sebagai hadiah untuk ibu yang diambil dari buku Khazanah Negeri Pantun karya Rendra Setyadiharja.

Pantun Hari Ibu

Illustrasi Ibu dan Anak. Foto: Freepik

Pantun 1

Siapa punya selendang mayang,

Dialah putri dari kerajaan.

Siapa orang yang paling sayang,

Dialah ibu selalu penuh perhatian.

Pantun 2

Kayu kering mudah patah,

Kapuk putih dari randu.

Ke manapun kaki melangkah,

Pada ibu selalu rindu.

Pantun 3

Kain batik kain kebaya,

Kancil lari ke dekat rusa.

Semoga ibu selalu bahagia,

Sehat selalu di akhir masa.

Pantun 4

Indramayu kota mangga,

Bambu kebun dibuat tangga.

Rela berkorban jiwa dan raga,

Semoga ibu masuk ke surga.

Pantun 5

Bapak haji membeli sorban,

Kota Bogor banyak talasnya.

Betapa banyak ibu berkorban,

Tak mungkin aku membalasnya.

Illustrasi Ibu dan Anak. Foto: Freepik

Pantun 6

Apa tanda sapi pedati?

Membawa gerobak jalan lamban.

Apa tanda anak berbakti?

Kepada ibu selalu sopan.

Pantun 7

Anak kecil main layang-layang,

Pergi ke lio membakar bata.

Sayang-sayang seribu kali sayang,

Yang disayang ibu tercinta.

Pantun 8

Bukan pandai bukan sakti,

hanya tekun pada diri.

Kepada Ibu selalu berbakti,

itulah jalan menuju bahagia abadi.

Pantun 9

Bunga mawar dihinggapi kupu-kupu,

karena mawar indah mempesona.

Surgaku ada di bawah telapak kaki ibu,

karena ibu berhati mulia.

Pantun 10

Memandang langit di akhir tahun,

melihat terangnya cahaya bulan.

Ibu, rasa lelah mampu kau tahan,

demi anakmu engkau rela berkorban.

(NDA)