10 Pewarna Tekstil Alami dari Tumbuh-Tumbuhan

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
24 November 2022 10:32
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi pewarna tekstil alami. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pewarna tekstil alami. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Pewarnaan pada tekstil merupakan komponen penting agar produk yang dijual diminati pembeli dan laku di pasaran. Teknik pewarnaan pada ragam tekstil yang bervariatif dapat membuat produk kerajinan menjadi lebih menarik.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Pewarna Makanan Alami Indonesia: Potensi di Masa Depan karya F.G Winarno, dkk., pewarna tekstil digolongkan menjadi dua macam, yaitu pewarna alami dan pewarna kimia.
Pewarna alami berasal dari bahan alam dan ekstrak tumbuhan atau hewan. Sedangkan pewarna kimia sintetis dibuat melalui reaksi kimia dengan bahan dasar arang batu (charcoal) atau minyak bumi yang merupakan turunan dari dari hidrokarbon aromatik, seperti benzene, naftalena, dan antrasena.
Kini, ada banyak brand lokal yang lebih memerhatikan lingkungan dengan memanfaatkan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan. Apa saja pewarna alami yang kerap digunakan?

Pewarna Tekstil Alami

Ilustrasi pewarna tekstil alami. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pewarna tekstil alami. Foto: Pixabay
Berikut adalah deretan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pewarna tekstil alami seperti yang dihimpun dari kanal Youtube Generasi Milenial.
ADVERTISEMENT

1. Secang

Secang merupakan tanaman semak yang mengandung senyawa brazilin pada bagian batangnya. Tanaman ini dapat digunakan sebagai pewarna alami dengan hasil kuning kemerahan.
Bahan yang diwarnai dengan kayu secang akan menghasilkan nuansa earth tone yang hangat. Di beberapa daerah, secang juga kerap digunakan untuk mewarnai beberapa karya seni seperti anyaman.

2. Daun Pepaya

Di Indonesia, daun pepaya sangat mudah ditemukan. Daun pepaya memiliki kandungan klorofil yang cukup tinggi. Kandungan klorofil dapat dimanfaatkan sebagai pewarna hijau alami untuk mewarnai kain katun.

3. Daun Jati

Jati (Tectona grandis) adalah salah satu jenis pohon yang menghasilkan kayu dengan mutu tinggi. Hanya dengan dikukus, daun dari pohon ini mampu menghasilkan warna. Proses pengukusan biasanya akan menghasilkan warna yang lebih cerah dengan hasil ungu kemerahan dan abu-abu.
ADVERTISEMENT

4. Daun Rengat

Rengat (Marsdenia tinctoria) adalah salah satu tanaman yang kerap digunakan masyarakat Dayak Iban sebagai pewarna alami. Masyarakat setempat sering menggunakan daun rengat untuk mewarnai benang dan pakaian.
Daun tanaman ini akan menghasilkan warna hitam. Cara untuk memperoleh warna dari daun tersebut adalah dengan merebusmya hingga mengeluarkan warna hitam.
Ilustrasi pewarna tekstil alami. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pewarna tekstil alami. Foto: Pixabay

5. Daun Tarum

Daun tarum (Indigofera tinctoria) mampu menghasilkan warna biru dari ekstraksi daunnya. Warna biru yang dihasilkan berasal dari senyawa indigo yang terdapat dalam daun tarum.
Hasil ekstraksi daun tanaman ini kerap digunakan untuk mewarnai batik dan benang di beberapa daerah di Indonesia. Pengrajin batik di Jawa dan Madura kerap menggunakan warna biru dari daun tarum untuk mewarnai batik. Masyarakat Samosir juga acap kali menggunakannya untuk mewarnai benang dalam pembuatan kain ulos.
ADVERTISEMENT

6. Kunyit

Kunyit (turmeric) merupakan rempah asli Asia Tenggara yang dapat digunakan sebagai pewarna tekstil alami. Warna kuning pekat pada kunyit dapat melekat dengan baik pada kain, tanpa membutuhkan tambahan bahan kimia lainnya.
Cara untuk memperoleh warna tersebut adalah dengan memarutnya hingga halus, kemudian direbus dan didiamkan hingga panas menghilang. Tanaman ini dapat pula dibudidayakan dengan cara di-stek rimpangnya, namun bibitnya harus cukup tua.

7. Pinang

Pinang adalah tanaman yang banyak tersebar di berbagai daerah Indonesia. Warna alami yang dihasilkan oleh pinang adalah merah, diperoleh dari tumbukkan halus biji buah pinang tua.
Tanaman ini dibudidayakan dengan cara ditanam yang membutuhkan waktu yang lama seperti pohon kelapa. Tanaman pinang baru dapat dimanfaatkan apabila sudah cukup besar.
ADVERTISEMENT

8. Kulit Manggis

Manggis merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara, tepatnya semenanjung Malaya. Namun, saat ini tanaman manggis banyak tumbuh di negara-negara tropis.
Warna alami yang dihasilkan dari kulit manggis adalah biru, ungu, dan merah. Warna alami tersebut diperoleh dengan cara menumbuk halus kulit manggis, kemudian bubuknya direndam menggunakan etanol, lalu dikeringkan.

9. Kayu Angsana

Tanaman yang memiliki nama lain sonokembang ini termasuk penghasil kayu berkualitas baik. Warna alami yang dihasilkan oleh kayu angsana adalah merah, sedangkan daunnya berwarna coklat kekuningan.
Warna kemerahan dengan motif serat kayunya yang indah menjadikan kayu sonokembang sebagai kayu pilihan untuk pembuatan mebel, kabinet berkualitas tinggi, alat-alat musik, lantai parket, panil kayu dekoratif, gagang peralatan, dan meja mewah.

10. Akar Mengkudu

Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara kerap dimanfaatkan sebagai obat. Faktanya, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari akar mengkudu adalah merah kecoklatan.
ADVERTISEMENT
Kayu angsana dapat dijadikan barang apa saja?
chevron-down
Bagaimana cara membuat pewarna tekstil alami dengan kunyit?
chevron-down
(ANS)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020