12 Amalan Bulan Jumadil Akhir yang Mendatangkan Pahala Berlipat Ganda

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Jumadil Akhir adalah bulan keenam dalam penanggalan Hijriah yang jatuh tepat setelah bulan Jumadil Awal. Umat Islam dianjurkan untuk menunaikan berbagai amalan bulan Jumadil Akhir agar takwanya meningkat serta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Mengutip buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya (2015) oleh Khalifa Zain Nasrullah, disebut Jumadil Akhir karena bulan ini jatuh pada musim dingin, tepatnya saat air membeku (jumud). Dalam riwayat lain disebutkan, makna Jumadil Akhir adalah hari kering yang terakhir.
Amalan Bulan Jumadil Akhir
Dihimpun dari Buku Harian Orang Islam (2015) oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dan sumber lainnya, ada berbagai amalan bulan Jumadil Akhir yang dapat dikerjakan oleh umat Islam, di antaranya sebagai berikut:
1. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada pertengahan bulan, yakni tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Akhir. Amalan ini memiliki keutamaan besar karena pahalanya disamakan dengan berpuasa sepanjang tahun.
Dalam Hadis Riwayat Muslim, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan puasa ini. Sebab, dengan melaksanakannya, umat Islam dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keberkahan bulan ini.
2. Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin-Kamis merupakan sunnah yang rutin dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW sepanjang hidup beliau. Hari Senin adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan hari wahyu diturunkan, sedangkan Kamis adalah hari amal manusia dilaporkan kepada Allah.
Dengan berpuasa pada kedua hari tersebut di bulan Jumadil Akhir, seorang muslim dapat melatih hawa nafsu secara berkala. Amalan ini juga menjadi sarana penyucian diri yang efektif di tengah kesibukan aktivitas duniawi.
3. Shalat Sunnah Malam Tanggal 1 Jumadil Akhir
Malam pergantian bulan merupakan waktu yang istimewa untuk memulai lembaran baru dengan beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sebagian ulama menganjurkan shalat sunnah pada malam 1 Jumadil Akhir sebagai bentuk syukur masih diberi umur untuk memasuki bulan baru.
Shalat sunnah tersebut dilakukan sebanyak dua rakaat dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat lain pada rakaat pertama. Setelah salam, dianjurkan memperbanyak membaca istighfar dan doa memohon keberkahan kepada Allah SWT.
4. Shalat Sunnah Tanggal 10 Jumadil Akhir
Sebagian ulama dalam kitab-kitab fadhilah amal menyarankan untuk mengamalkan shalat sunnah pada tanggal 10 Jumadil Akhir. Amalan bulan Jumadil Akhir ini dikerjakan sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu-waktu yang dianggap mulia dalam tradisi Islam sekaligus untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Shalat sunnah tanggal 10 Jumadil Akhir dilaksanakan sebanyak 12 rakaat dengan 6 kali salam. Pada setiap rakaat, setelah membaca surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat al-Quraisy. Kemudian, selesai salam, dilanjutkan membaca surat Yusuf sekali.
5. Shalat Sunnah pada Akhir Bulan Jumadil Akhir
Ibadah shalat sunnah dilaksanakan sebagai penutup rangkaian amal yang dilakukan sepanjang bulan Jumadil Akhir. Pelaksanaannya dilakukan selesai shalat Maghrib pada malam terakhir sebelum memasuki bulan Rajab.
Shalat sunnah ini dikerjakan sebanyak empat rakaat dengan dua salam, atau juga bisa satu salam. Setelah salam, dianjurkan membaca tasbih sebanyak-banyaknya.
6. Memperbanyak Sedekah
Sedekah merupakan amalan mulia yang dianjurkan dilakukan sepanjang waktu, termasuk di bulan Jumadil Akhir. Memberi sedekah tidak harus dalam jumlah besar, bahkan senyuman pun termasuk sedekah yang bernilai ibadah. Dengan bersedekah, umat Islam dapat membersihkan harta, menolak bala, dan mendatangkan keberkahan dalam rezeki.
7. Tadabbur Al-Qur'an
Tadabbur Al-Qur'an berarti merenungkan dan memahami makna ayat-ayat Allah SWT secara mendalam. Di bulan Jumadil Akhir, umat Islam bisa menargetkan untuk memahami tafsir surah-surah pendek atau ayat pilihan. Aktivitas ini akan membantu umat Muslim menemukan petunjuk hidup yang relevan dengan persoalan sehari-hari.
8. Meneladani Kisah Sahabat
Bulan Jumadil Akhir memiliki catatan sejarah penting, salah satunya momen wafatnya sahabat mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq. Umat Islam dianjurkan untuk membaca kembali sejarah hidup beliau untuk mengambil pelajaran tentang kesetiaan, kejujuran, dan pengorbanan.
9. Memperbanyak Istighfar dan Dzikir
Istighfar dilakukan dengan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Amalan bulan Jumadil Akhir ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan sambil beraktivitas sekali pun. Allah SWT juga berjanji akan mengampuni hamba-Nya yang selalu beristighfar dan bertaubat dengan tulus.
10. Membaca Doa Pergantian Bulan
Doa pergantian bulan merupakan amalan sunnah yang dibaca saat memasuki bulan Hijriyah baru, termasuk saat masuk Jumadil Akhir. Doa ini berisi permohonan agar bulan yang akan datang penuh dengan kebaikan, keberkahan, dan keselamatan.
Berikut bacaan doanya.
اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَ جِوَارٍ مِنَ الشَّيطَانِ، وَرِضوَانٍ مِنَ الرَّحمَن
Allâhumma adkhilhu ‘alainâ bil-amni wal-îmân, was-salâmati wal-islâm, wa jiwârin minasy-syaithân, wa ridhwânin minar-rahmân.
Artinya: "Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam. Juga lindungilah kami dari gangguan setan, dan agar kami mendapat ridha Allah yang Maha Penyayang."
11. Qadha Puasa Ramadhan
Qadha adalah kewajiban mengganti puasa yang terlewat atau dibatalkan karena alasan syar'i, seperti sakit, haid, nifas, atau safar. Bulan Jumadil Akhir merupakan waktu yang baik untuk menyelesaikan utang puasa sebelum Ramadhan berikutnya tiba karena jarak menuju bulan suci tinggal sekitar tiga bulan lagi.
12. Memperbanyak Sholawat Nabi
Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Allah SWT menjanjikan siapa saja yang bersholawat satu kali kepada Nabi, maka akan dibalas dengan sepuluh kali lipat rahmat dan ampunan. Sholawat dapat dibaca kapan saja dan di mana saja dengan berbagai jenis bacaan, seperti Sholawat Ibrahimiyah, Sholawat Nariyah, atau sholawat sederhana lainnya.
Peristiwa Penting Bulan Jumadil Akhir
Dihimpun dari buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah (2012) oleh Ida Fitri Shohibah serta sumber lainnya, ada berbagai peristiwa penting di bulan Jumadil Akhir yang patut diketahui dan diambil hikmahnya oleh umat Islam.
1. Lahirnya Siti Fatimah
Peristiwa kelahiran putri tercinta Rasulullah SAW, Siti Fatimah Az-Zahra, tercatat pada tanggal 20 Jumadil Akhir. Beliau lahir di kota Mekah dari rahim Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, beberapa tahun sebelum kenabian. Kelahiran beliau membawa kebahagiaan luar biasa bagi Rasulullah SAW di tengah masyarakat Jahiliyah yang kala itu merendahkan anak perempuan.
2. Wafatnya Jalaludin Rumi
Salah satu penyair sufi dan filsuf terbesar dalam sejarah Islam, Maulana Jalaluddin Rumi, wafat pada tanggal 5 Jumadil Akhir 672 Hijriah di Konya, Turki. Rumi meninggalkan warisan karya sastra spiritual, seperti kitab Matsnawi yang hingga kini menjadi rujukan kebijaksanaan bagi jutaan orang lintas agama dan budaya.
3. Wafatnya Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat pada tanggal 22 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah. Beliau wafat pada usia 63 tahun, usia yang sama dengan Rasulullah SAW saat wafat.
Abu Bakar adalah sosok yang sangat lembut dan tegas memerangi kemurtadan setelah Rasulullah SAW tiada. Beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah SAW di Madinah. Wafatnya beliau menjadi duka mendalam bagi umat Islam saat itu.
4. Diangkatnya Umar bin Khattab Menjadi Khalifah
Pada hari yang sama dengan wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, estafet kepemimpinan Islam langsung diserahkan kepada Umar bin Khattab. Hal ini berdasarkan wasiat tertulis yang ditinggalkan Abu Bakar untuk mencegah perpecahan di kalangan umat. Penunjukan ini menandai dimulainya era Al-Faruq, yakni ekspansi dakwah Islam meluas dengan sangat pesat hingga ke Persia dan Romawi.
5. Perang Yarmuk
Perang Yarmuk adalah pertempuran besar antara pasukan Muslim melawan Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur). Peristiwa ini terjadi pada bulan Jumadil Akhir tahun 13 H di lembah Yarmuk (Yordania).
Di bawah komando Khalid bin Walid, pasukan Muslim yang jumlahnya sedikit berhasil mengalahkan pasukan Romawi yang sangat besar. Kemenangan di bulan ini menjadi kunci pembuka bagi pembebasan wilayah Syam (Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon) ke pangkuan Islam.
(FHK)
Baca juga: 15 Amalan Bulan Rabiul Akhir yang Bisa Dilakukan Umat Islam
