15 Contoh Soal UTBK Literasi Bahasa Indonesia sebagai Bahan Latihan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 11 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menghadirkan empat jenis tes skolastik, salah satunya literasi Bahasa Indonesia. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami, menganalisis, dan menarik makna dari sebuah bacaan secara mendalam.
Peserta akan dihadapkan pada berbagai teks yang harus dipahami secara cermat. Lalu, mereka diminta menjawab pertanyaan yang menguji ketepatan interpretasi isi bacaan.
Agar mampu menjawab soal literasi Bahasa Indonesia dengan tepat, peserta perlu berlatih dengan berbagai variasi soal. Sebagai bahan belajar, simak contoh soal UTBK literasi bahasa Indonesia berikut ini!
Contoh Soal UTBK Literasi Bahasa Indonesia
Dikutip dari FAST Fokus & Siap UTBK-SNBT 2025 terbitan Edulab, berikut contoh soal UTBK literasi Bahasa Indonesia yang dapat dijadikan sebagai bahan latihan:
Bacaan 1
Saat ini pemerintah melalui Badan Bahasa sedang sangat semangat menggelorakan gerakan "Ayo Membaca" setidak-tidaknya selama 15 menit (di ruang kelas). Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi kita yang kian hari kian buram. Keburaman itu, misalnya, dapat kita toleh pada nukilan The World's Most Literate Nations (WMLN) 2016. Betapa tidak, angka melek literasi kita berada pada posisi ke-60 dari 61 negara yang dikaji. Kita adalah negara terburuk yang kedua. Miris!
Itulah sebabnya teman-teman pegiat literasi rutin mengadakan diskusi. Diskusi serupa juga makin terlihat rutin dilakukan pemerintah. Diskusi tak jarang juga melahirkan eksekusi berupa pengiriman buku. Pada portal Badan Bahasa, dalam waktu berdekatan ada dua berita dengan semangat luar biasa: pengiriman jutaan buku. Salah satunya adalah artikel bertajuk "Pengiriman 2.978.450 Buku ke Wilayah NTT dan NTB untuk Perkuat Semangat Literasi Siswa" (Badanbahasa.kemdikbud.go.id, 13 Juli 2022).
Dilansir dari portal tersebut, konon upaya tersebut dilakukan karena adanya indikasi kehilangan pembelajaran atau learning loss yang signifikan di kalangan siswa. Selain itu, banyak siswa putus sekolah, bahkan hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021 menunjukkan bahwa kurang dari 50% siswa mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca. Semangat serupa juga gencar dilakukan dengan pengiriman 2.574.052 eksemplar buku ke daerah 3T regional empat untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, serta Maluku Utara. PT Temprina ditunjuk sebagai perusahaan yang mencetak buku, sedangkan PT Pos Indonesia ditunjuk untuk pendistribusian buku ke daerah 3т.
Semangat seperti ini rasanya perlu didukung tanpa tanggung-tanggung. Mungkin banyak orang akan bertanya: untuk apa mengirim buku dan untuk apa membaca? Apakah buku dan membaca memang benar-benar berguna? Rasanya kita tak perlu berdebat panjang untuk itu. Toh berbagai penelitian sudah memberikan petunjuk yang benar. Joko Pinurbo pernah mengatakan begini: masa kecil kau rayakan dengan membaca; (maka) kepalamu berambutkan kata-kata. Kalimat ini dengan lugas meneguhkan bahwa asal kata-kata yang akan berteriak di pikiran kita adalah membaca.
Setelah membaca bacaan di atas dan infografik pada soal sebelumnya, menurut kamu apa persamaan teks dan infografik tersebut?
A. Membahas hasil survei PISA 2018 yang menunjukkan rendahnya aktivitas literasi anak Indonesia usia 9-15 tahun.
B. Memaparkan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan minat baca bangsa Indonesia agar anak-anak memiliki tingkat aktivitas literasi yang baik.
C. Menjelaskan rendahnya tingkat minat baca bangsa Indonesia dalam berbagai survei yang pernah dilakukan.
D. Menginformasikan kepada pembaca apa langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan aktivitas literasi bangsa Indonesia.
E. Menyampaikan alasan rendahnya tingkat minat baca bangsa Indonesia dalam tiap survei yang pernah dilakukan.
Jawaban: B
Berdasarkan teks di atas, apa langkah yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan minat baca siswa Indonesia?
A. Melakukan diskusi dengan teman-teman penggiat literasi yang tak jarang juga melahirkan eksekusi.
B. Melakukan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada siswa Indonesia dengan asesmen literasi Bahasa Indonesia.
C. Mempublikasikan artikel bertajuk "Pengiriman 2.978.450 Buku ke Wilayah NTT dan NTB untuk Perkuat Semangat Literasi Siswa" pada portal Badan Bahasa Kemendikbud.
D. Melakukan pengiriman 2.574.050 eksemplar buku ke daerah 3T untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, serta Maluku Utara.
E. Melakukan dua kali pengiriman buku, yaitu 2.978.450 buku ke wilayah NTT dan NTB juga 2.574.052 buku ke wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, serta Maluku Utara.
Jawaban: E
Berdasarkan teks di atas, jika Indonesia tidak menempati urutan ke-60 dalam tingkat minat baca dunia dan hasil ANBK menunjukkan lebih dari 50% siswa sudah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca, maka apa yang paling mungkin terjadi?
A. Siswa Indonesia memiliki tingkat minat baca yang kurang baik, tetapi sudah memiliki kesadaran bahwa aktivitas literasi itu penting dengan adanya gerakan membaca 15 menit di ruang kelas.
B. Siswa Indonesia sudah mengalami peningkatan dalam aktivitas literasi dan mampu menyelesaikan Asesmen Nasional untuk kompetensi literasi membaca.
C. Siswa Indonesia mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dalam aktivitas literasi.
D. Siswa Indonesia sudah mendapatkan akses buku-buku yang dikirimkan pemerintah melalui Badan Bahasa Kemendikbud.
E. Siswa Indonesia telah meningkatkan kemampuan literasi mereka dengan sangat baik.
Jawaban: C
Berdasarkan teks di atas, apakah langkah yang dilakukan pemerintah sudah tepat apabila dihubungkan dengan kenyataan masyarakat Indonesia?
A. Iya, karena tingkat minat baca seluruh siswa Indonesia akan bertambah dengan adanya pengiriman buku-buku ke daerah 3T regional empat seperti wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, serta Maluku Utara.
B. Tidak, karena selain mengirimkan buku-buku pemerintah seharusnya memberikan pemahaman kepada siswa mengapa membaca itu penting.
C. Iya, karena sudah tugas pemerintah untuk memberikan media bagi siswa untuk membaca.
D. Tidak, karena pengiriman buku-buku itu hanya menambah anggaran dana pemerintah.
E. Iya, karena dengan pengiriman buku-buku tersebut siswa akan langsung berminat untuk membaca.
Jawaban: C
Menurut kamu apakah makna dari kalimat yang dikatakan Joko Pinurbo dalam teks di atas?
A. Masa kecil kau rayakan dengan membaca, maka kepalamu berambutkan kata-kata.
B. Jika membudayakan membaca sejak kecil, hidup akan penuh dengan kata-kata setiap harinya.
C. Kalau membaca sudah dibiasakan sejak kecil, tidak akan kesulitan dalam memikirkan kata-kata saat berbicara.
D. Merayakan masa kecil dengan membaca akan menyebabkan kita terlihat dewasa.
E. Jika membiasakan membaca sejak kecil, maka pikiran akan dipenuhi dengan kata-kata yang sedang dibaca.
Jawaban: E
Bacaan 2
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan "kekurangan parah" vaksin kolera, di tengah peningkatan kasus global yang belum pernah terjadi sebelumnya, memaksa pejabat kesehatan mengurangi separuh jumlah dosis yang diberikan kepada orang-orang di titik-titik wabah. "Keputusan luar biasa" untuk mengurangi jumlah dosis dari dua menjadi satu akan memungkinkan vaksin terus bertambah hingga akhir tahun dan diberikan kepada lebih banyak orang di lebih banyak negara. Organisasi itu mengakui langkah itu pasti akan mengarah pada "pengurangan dan pemendekan kekebalan." Namun, strategi satu dosis telah terbukti efektif untuk menangani wabah, meskipun bukti tentang durasi perlindungan yang tepat terbatas dan perlindungan tampaknya jauh lebih rendah pada anak-anak.
Mike Ryan, direktur eksekutif untuk program kedaruratan kesehatan WHO, mengakui keputusan itu menandai "kondisi yang menyedihkan". "Kita seharusnya tidak melakukannya," kata Ryan. "Itu murni berdasarkan ketersediaan vaksin secara global." Dua puluh sembilan negara telah melaporkan kasus kolera tahun ini, termasuk Haiti, Malawi dan Suriah, yang menghadapi wabah skala besar. Pejabat kesehatan meyakini jumlah sebenarnya lebih tinggi, mengingat keengganan beberapa negara untuk dikaitkan dengan penyakit yang memiliki stigmatisasi dengan kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Penghitungan menunjukkan peningkatan yang jelas pada lima tahun sebelumnya, ketika rata-rata kurang dari 20 negara melaporkan wabah.
Berdasarkan informasi pada teks di atas, hal yang memaksa pejabat kesehatan mengurangi dosis vaksin kolera adalah...
A. Tumbuhnya resistensi terhadap vaksin di wilayah tertentu.
B. Peningkatan kasus global yang belum pernah terjadi.
C. Terjadi kelangkaan pada vaksin kolera.
D. Visi untuk mempertahankan jumlah vaksin hingga akhir tahun.
E. Adanya pengurangan dan pemendekan kekebalan pada populasi khusus.
Jawaban: C
Berdasarkan informasi pada teks di atas, terdapat kemungkinan manipulasi dalam pelaporan jumlah penderita kolera di negara-negara tertentu. Hal yang dapat dilakukan untuk menghindari manipulasi ini adalah ...
A. Meningkatkan jumlah sampling untuk mengoptimasi hasil.
B. Mengubah populasi sampling menjadi negara dengan populasi menengah ke atas.
C. Mengoptimasi nilai variabel selain populasi sampling.
D. Meminimalisasi stigmatisasi terhadap penyakit kolera.
E. Meningkatkan gross domestic product negara-negara dengan prevalensi kolera tinggi.
Jawaban: D
Berdasarkan informasi pada teks di atas, hal di bawah ini yang diprediksi terjadi setelah pengurangan dosis vaksin kolera pada populasi umum di titik-titik wabah adalah ...
A. Kemungkinan munculnya populasi autoimun.
B. Penurunan imunitas terhadap virus dengan patogenisitas tinggi.
C. Pemendekan durasi perlindungan terhadap virus kolera.
D. Penambahan interval pemberian dosis antara dosis pertama dan dosis kedua.
E. Pengubahan rute pemberian vaksin dari intravena menjadi oral.
Jawaban: C
Kalimat pada teks di atas yang mungkin menjadi hipotesis pada studi mengenai pengaruh pengurangan dosis terhadap efektivitas vaksin adalah...
A. "Keputusan luar biasa" untuk mengurangi jumlah dosis dari dua menjadi satu akan memungkinkan vaksin terus bertambah hingga akhir tahun dan diberikan kepada lebih banyak orang di lebih banyak negara.
B. Namun, strategi satu dosis telah terbukti efektif untuk menangani wabah, meskipun bukti tentang durasi perlindungan yang tepat terbatas dan perlindungan tampaknya jauh lebih rendah pada anak-anak.
C. "Itu murni berdasarkan ketersediaan vaksin secara global."
D. Pejabat kesehatan meyakini jumlah sebenarnya lebih tinggi, mengingat keengganan beberapa negara untuk dikaitkan dengan penyakit yang memiliki stigmatisasi dengan kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
E. Penghitungan menunjukkan peningkatan yang jelas pada lima tahun sebelumnya, ketika rata-rata kurang dari 20 negara melaporkan wabah.
Jawaban: B
Hal di bawah ini yang mungkin terjadi menurut teks di atas adalah...
A. Terjadinya peningkatan jumlah negara yang melaporkan wabah kolera.
B. Wabah kolera dinyatakan sebagai endemi lokal.
C. Pengembangan vaksin kolera akan terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas vaksin.
D. Vaksin kolera akan diberikan setengah dosis seharusnya.
E. Pencegahan infeksi kolera akan ditingkatkan pada populasi berisiko tinggi.
Jawaban: A
Bacaan 3
Satu-satunya guru yang tidak berubah tetap Juffrouw Magda Peters, guru bahasa dan sastra Belanda. la tetap masih tidak bersuami. Pada seluruh kulitnya yang tidak tertutup kelihatan totol-totol coklat. Matanya yang coklat bening selalu kelap-kelip. Pada mula mengenal pemunculannya ia dapat menimbulkan tawa. Ia mengesankan diri seakan seekor monyet putih betina yang bertampang kagetan. Tapi begitu mendengar pelajarannya yang pertama semua jadi terdiam. Kesan monyet putih betina hilang. Totol kulitnya lenyap. Perasaan hormat menggantikan. Dan inilah kata-katanya waktu untuk pertama kali turun dari Nederland memasuki ruangan kias: "Selamat siang, para siswa H.B.S. Surabaya. Namaku Magda Peters, guru baru kalian untuk bahasa dan sastra Belanda. Acungkan tangan barang siapa tidak suka pada sastra."
Hampir semua mengacungkan tangan. Malah ada yang sengaja berdiri untuk menyatakan antipati.
"Bagus. Terima kasih. Duduklah yang tertib. Suatu masyarakat paling primitif pun, misalnya di jantung Afrika sana, tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan. Apa tidak hebat kalau siswa H.B.S., paling tidak nyaris sepuluh tahun duduk di bangku sekolah, bisa tidak suka pada sastra dan bahasa? Ya, sungguh hebat."
Tak ada yang tertawa dan menertawakan. Sunyi senyap. "Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.
Sebagian besar dari kalian belum pernah melihat Nederland. Aku dilahirkan dan dibesarkan di sana. Jadi aku tahu, setiap orang Belanda mencintai dan membaca karya sastra Belanda. Orang mencintai dan menghormati karya tulis van Gogh, Rembrandt, para pelukis besar kita dan dunia. Mereka yang tidak mencintai dan menghormati dan tidak belajar mencintai dan menghormati dianggap sebagai Belanda yang kurang adab.
Tema kutipan novel tersebut adalah...
A. Tata krama terhadap guru yang sedang mengajar
B. Menghargai derajat seseorang
C. Kasih sayang guru terhadap murid-muridnya
D. Cinta dan penghargaan terhadap sastra dan budaya
E. Rasa bangga menjadi bangsa Indonesia
Jawaban: D
Nilai yang terkandung dari kutipan novel tersebut adalah...
A. Kebangsaan dan kebanggaan terhadap warisan seni dan budaya.
B. Nasionalisme seorang pejuang demi mempertahankan kemerdekaan.
C. Pesan moral dan agama yang diterapkan dalam konteks hubungan dan cinta dalam kehidupan sehari-hari.
D. Menghargai hasil cipta manusia dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah.
E. Kebudayaan sebagai ciri khas suatu negara dan sebagai cerminan kemajuan sebuah negara.
Jawaban: E
Sesuai dengan bacaan, gambaran karakter Juffrouw Magda Peters yang paling tepat adalah...
A. sosok guru yang berambisi membuat siswanya menyukai karya sastra dan bahasa Belanda dengan berbagai cara dan metode.
B. sosok pejuang kemerdekaan Indonesia yang menyukai karya sastra dari Belanda untuk mendukung pembelajaran bahasa Belanda.
C. sosok guru eksentrik dan memiliki kepercayaan diri serta ketegasan dalam menekankan pentingnya mencintai sastra dan bahasa Belanda.
D. Sosok guru eksentrik, memiliki wawasan luas dan kepercayaan terhadap perdamaian dunia harus diperjuangkan.
E. Sosok guru yang memiliki nasionalisme tinggi terhadap bangsa dan negaranya, tetapi menolak penjajahan yang dilakukan bangsanya.
Jawaban: C
Penggambaran watak yang tegas pada tokoh Juffrouw Magda Peters terdapat pada kutipan kalimat....
A. "Hampir semua mengacungkan tangan. Malah ada yang sengaja berdiri untuk menyatakan antipati."
B. "Ia mengesankan diri seakan seekor monyet putih betina yang bertampang kagetan."
C. "Selamat siang, para siswa H.B.S. Surabaya. Namaku Magda Peters, guru baru kalian untuk bahasa dan sastra Belanda. Acungkan tangan barang siapa tidak suka pada sastra."
D. "Pada mula mengenal pemunculannya ia dapat menimbulkan tawa."
E. "Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai."
Jawaban: E
Tujuan tokoh Juffrouw Magda Peters menunjukkan dan menjelaskan kecintaan orang Belanda terhadap sastra Belanda adalah...
A. menunjukkan budaya orang Belanda kepada siswa agar mencintai budaya Belanda dibandingkan budaya Indonesia.
B. agar siswa dapat memahami dan menghargai nilai-nilai sastra dalam konteks budaya Belanda.
C. agar siswa mau membaca karya sastra sehingga dapat meningkatkan literasi siswa H.B.S Surabaya.
D. sebagai propaganda Belanda untuk menanamkan kecintaan pribumi terhadap negara Belanda.
E. agar siswa H.B.S memiliki keterampilan menciptakan karya-karya sastra Belanda guna menyebarluaskan kebudayaan Belanda.
Jawaban: B
Baca Juga: 15 Contoh Soal PPU UTBK SNBT Lengkap dengan Jawabannya
(NSF)
