15 Investasi Terbaik Saat Ini yang Cocok untuk Pemula

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era modern ini, menyimpan uang di tabungan tidaklah cukup. Masyarakat dituntut lebih sadar tentang pentingnya investasi sebagai langkah bijak untuk mempersiapkan masa depan finansial yang stabil.
Menurut Tandelilin (2010) dalam buku Portofolio dan Investasi, investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa mendatang.
Bagi pemula, memulai investasi memang terasa membingungkan. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan strategi yang terukur, siapa pun bisa mulai berinvestasi secara aman.
Tips Berinvestasi untuk Pemula
Sebelum memilih produk investasi, investor perlu memperhatikan banyak hal. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
Pahami Tujuan Investasi: Tentukan apakah tujuannya jangka pendek, menengah, atau panjang.
Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan: Jangan memaksakan investasi melebihi kemampuan.
Diversifikasi Portofolio: Hindari menaruh semua dana di satu jenis aset.
Pelajari Jenis Investasi: Pahami karakteristik dan risikonya.
Manfaatkan Platform Investasi Resmi: Gunakan aplikasi yang terdaftar di OJK.
15 Investasi Terbaik Saat Ini bagi Pemula
Berikut 15 investasi terbaik saat ini bagi pemula yang menjanjikan dan minim risiko:
1. Reksa Dana Pasar uang
Reksa dana pasar uang sangat direkomendasikan untuk pemula karena risikonya rendah. Di instrumen investasi ini, dana disimpan di deposito berjangka dan surat utang jangka pendek (kurang dari 1 tahun). Untuk investasi di reksa dana pasar uang, Anda tidak perlu mengeluarkan modal besar karena bisa dimulai dari Rp10.000 saja.
Produk ini juga sangat likuid, sehingga bisa dicairkan kapan saja tanpa penalti. Keuntungannya pun lebih tinggi dari tabungan, meskipun tidak sebesar saham atau reksa dana campuran. Soal keamanan tidak perlu diragukan lagi karena produk ini dikelola langsung oleh manajer investasi dan diawasi oleh OJK.
2. Deposito Berjangka
Deposito memberikan bunga tetap dan dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) selama dana tidak melebihi Rp 2 miliar per bank. Jangka waktunya pun bervariasi, mulai dari 1-24 bulan.
Produk ini cocok untuk pemula yang ingin berinvestasi dengan aman tanpa khawatir terkena fluktuasi. Namun, ada kekurangan di instrumen ini, yaitu dana tidak likuid karena tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Kini, sejumlah bank menyediakan fitur deposito online dengan bunga kompetitif dan pengelolaan yang mudah.
3. Emas
Emas merupakan salah satu investasi populer di kalangan investor pemula. Investasi emas banyak dipilih lantaran nilainya cenderung naik seiring kenaikan inflasi, sehingga cocok untuk investasi jangka panjang.
Emas bisa dibeli secara fisik, baik batangan Antam maupun UBS. Tapi, Anda juga bisa membeli produk emas digital melalui aplikasi seperti Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, dan Pluang.
Kelebihan instrumen ini terletak pada likuiditasnya yang tinggi. Sementara kekurangan emas adalah penyimpanannya yang kurang aman jika dalam bentuk fisik.
4. Saham
Saham adalah bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Keuntungan didapat dari capital gain atau selisih harga beli dan jual serta dividen atau pembagian laba.
Meski berisiko tinggi, potensi keuntungan investasi saham sangat besar. Pemula disarankan untuk memulai dengan saham blue chip terlebih dahulu, seperti BBRI, TLKM, atau UNVR.
Gunakan aplikasi resmi yang mudah diakses seperti Ajaib, Stockbit, atau MOST. Lalu, lakukan riset dasar seperti membaca laporan keuangan dan memahami bisnis perusahaan untuk menentukan strategi investasi yang tepat.
5. Reksa Dana Pendapatan Tetap
Jenis ini menempatkan sebagian besar dananya pada obligasi pemerintah atau korporasi dengan jatuh tempo menengah–panjang. Potensi return-nya lebih tinggi dari reksa dana pasar uang, namun sedikit lebih fluktuatif, sehingga cocok untuk pemula dengan profil risiko moderat. Produk ini juga dikelola oleh manajer investasi dan tersedia di platform investasi seperti Bibit dan Bareksa.
6. Obligasi
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh entitas pemerintah atau swasta. Investor akan menerima bunga atau kupon berkala dan pokok saat jatuh tempo.
Untuk pemula, disarankan memilih Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel (SR) yang dijamin oleh negara dan bisa dibeli mulai dari Rp 1 juta secara online. Keuntungan instrumen ini yaitu nilainya bersifat tetap dan risikonya cukup minim, sehingga aman untuk pemula.
7. Properti
Investasi properti bisa diwujudkan dalam bentuk investasi rumah atau ruko. Instrumen ini memberikan keuntungan dari kenaikan harga dan pendapatan pasif berupa sewa.
Meskipun membutuhkan modal awal yang besar, properti dianggap aman karena nilai tanah cenderung naik. Kekurangannya terletak pada biaya perawatan dan pajak tahunan.
Produk ini cocok untuk investasi jangka panjang dan diversifikasi aset. Apabila memiliki dana yang minim, Anda bisa investasi properti di REITs (Real Estate Investment Trust).
8. P2P Lending
P2P Lending atau Peer-to-Peer Lending menghubungkan peminjam dan pemberi dana secara online. Di instrumen ini, investor akan mendapatkan bunga dari pinjaman yang diberikan.
Risiko bisa diminimalkan dengan memilih borrower berkredit baik dan platform legal seperti KoinWorks, Akseleran, dan Investree. Beberapa platform juga menyediakan fitur auto-lending dan proteksi dana. Investasi ini cocok untuk diversifikasi, meski ada risiko gagal bayar.
9. Cryptocurrency
Crypto seperti Bitcoin dan Ethereum sangat populer karena potensi keuntungannya tinggi. Namun, harganya sangat fluktuatif dan belum memiliki dasar fundamental kuat seperti saham atau obligasi.
Pemula harus memahami risiko tinggi dan tidak menjadikan crypto sebagai investasi utama. Pilih platform yang teregulasi seperti Indodax dan Tokocrypto. Untuk pemula, disarankan menggunakan hanya sebagian kecil dari portofolio untuk aset ini.
10. Surat berharga Negara (SBN)
SBN Ritel seperti ORI, Sukuk Ritel (SR), dan SBR cocok untuk pemula yang ingin produk investasinya dijamin negara. Jenis investasi ini memiliki imbal hasil lebih tinggi dari deposito dan tersedia secara online.
SBN juga aman dan bisa jadi alternatif untuk menabung. Instrumen ini cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah. Penjualannya dibuka beberapa kali dalam setahun melalui mitra distribusi bank dan fintech.
11. Forex (Valuta Asing)
Trading forex melibatkan jual beli pasangan mata uang seperti USD/IDR atau EUR/USD. Meski imbal hasilnya tinggi, risikonya pun cenderung tinggi karena nilai tukar yang fluktuatif. Pemula disarankan memiliki pemahaman kuat tentang analisis teknikal dan fundamental sebelum investasi di Forex. Gunakan akun demo terlebih dahulu di platform resmi seperti Monex atau HSB.
12. Investasi Franchise
Membeli hak waralaba dari salah satu brand merupakan salah satu trik investasi yang tepat bagi pemula. Usaha dari brand tertentu seperti minuman kekinian, laundry, atau makanan ringan adalah investasi yang sering dilakukan.
Namun, investasi franchise membutuhkan modal cukup besar dan pengelolaan operasional yang baik. Agar berjalan lancar, sebaiknya pilih franchise yang sudah memiliki izin, reputasi kuat, dan dukungan manajemen keuangan atau pengelolaan dari pusat.
13. Investasi koleksi
Investasi ini mencakup barang langka seperti action figure, buku tua, jam tangan mewah, atau sneakers edisi terbatas. Keuntungan berasal dari kenaikan harga seiring waktu karena kelangkaan. Meski tidak likuid, koleksi bisa menjadi aset investasi yang unik.
14. Reksa Dana Indeks
Menurut laman Morningstar, produk investasi ini mengikuti pergerakan indeks saham tertentu seperti LQ45 atau IDX30. Biaya pengelolaannya relatif rendah, sehingga cocok untuk investor yang ingin diversifikasi secara otomatis.
Imbal hasilnya bergantung pada performa indeks saham, sehingga cocok untuk jangka menengah dan panjang. Investasi jenis ini dapat dibeli melalui aplikasi Bibit, Bareksa, atau Ajaib.
15. Perak dan Platinum
Selain emas, logam seperti perak dan platinum juga diminati karena harganya lebih terjangkau. Volatilitasnya lebih tinggi dibanding emas, tetapi bisa menjadi alternatif diversifikasi aset.
Perak atau platinum dibeli melalui platform perdagangan komoditas atau logam mulia online. Investasi ini cocok untuk pemula karena harganya yang jauh lebih terjangkau daripada emas.
Baca Juga: 4 Cara Menabung Emas Antam untuk Investasi Jangka Panjang
