2 Contoh Amanat Pembina Upacara 17 Agustus yang Memotivasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap 17 Agustus, seluruh instansi di Indonesia menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Dalam rangkaian upacara tersebut terdapat amanat pembina upacara 17 Agustus.
Amanat ini diharapkan mampu membangkitkan semangat kebangsaan serta memotivasi seluruh hadirin. Kemudian, penyampaiannya sebaiknya singkat dan padat, tetapi tetap memberikan kesan mendalam.
Bagi yang mencari contoh teks amanat pembina upacara 17 Agustus, simaklah artikel ini!
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara 17 Agustus
Berikut ini beberapa contoh teks amanat pembina upacara 17 Agustus yang bisa dijadikan referensi:
Contoh 1
Assalamu'alaikum wr. wb.
Salam sejahtera bagi kita semua,
Merdeka!!!
Hari ini, 17 Agustus, tepatnya jam 10.00 pagi, 80 tahun lalu, Soekarno-Hatta telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Oleh sebab itu, jika hari ini kita memperingatinya, hendaklah diiringi rasa syukur ke hadirat-Nya, atas berkah-rahmat kemerdekaan, yang telah dilimpahkan kepada bangsa Indonesia itu.
Berbagai perubahan yang terjadi adalah sejatinya keniscayaan, selayaknya falsafah "lis gumanti" dan "cakra manggilingan". Selarah dengan hal tersebut, sengkalan tarikh Jawa, "wiyata gati pambukaning budi" seakan menggelorakan semangat, bahwa setiap perubahan harus disikapi secara positif, diiringi upaya pembelajaran atas kehidupan, agar perubahan-perubahan itu memiliki dampak yang positif dan menyejahterakan.
Bahwasanya, energi bangsa dan kearifan lokal, harus diaktualisasikan dan diseleraskan dengan berbagai perubahan global. Adaptasi sosial ini dilakukan, untuk membuka pintu pemikiran, berlandaskan pada nilai-nilai dan etika kemanusiaan, agar setiap proses pembangunan dapat mendukung pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.
Oleh sebab itu, ke-bhineka-an potensi energi bangsa kita pupuk dan kembangkan bersama agar menjadi akumulasi kekuatan positif, serta menjadi wahana menuju kehidupan berbangsa dan bermasyrakat, yang lebih sejahtera, berkeadilan, guyub rukun, dan aman-damai.
Akhir kata, semoga Tuhan Yang Maha Mengetahui, menunjukkan arah di jalan lurus-Nya, sehingga Jiwa Proklamasi dapat menuntaskan misi membangun NKRI yang satu dan bersatu.
Dirgahayulah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekali Merdeka, Tetap Merdeka, menuju Indonesia Jaya.
Wassalammu'alaikum wr. wb.
Sumber: bantulkab.go.id
Contoh 2
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr.wb
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT karena atas limpahan rahmat dan hidayahnya kita dapat berkumpul ditempat ini untuk melaksanakan upacara bendera dalam keadaan sehat walafiat.
Upacara bendera sangat penting karena dengan melaksanakan upacara bendera berarti kita juga ikut berjuang dalam mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta.
Para pahlawan kita, telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga demi merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia, untuk itu sebagai generasi penerus, wajib meneruskan perjuangan para pahlawan dengan ikut menjaga keutuhan NKRI dan mengisi kemerdekaan, salah satunya dengan melaksanakan upacara bendera.
Upacara bendera merupakan penghormatan, dan juga ikut membela simbol negara, bukan berarti kita harus berperang, bela negara saat ini dapat kita lakukan dengan cara lain misalnya dengan kita disiplin belajar, patuh pada huru dan orang tua.
Tugas kalian sebagai seorang siswa adalah menimba ilmu setinggi mungkin, meningkatkan disiplin di sekolah, siapkan mental dan fisik sebagai generasi muda penerus bangsa.
Hindarkan diri dari narkoba, miras, dan memiliki akhlaqul karimah, serta berdoa agar kelak menjadi orang yang pandai dan berakhlak mulia, sehingga dapat ikut berperan aktif membangun bangsa dan negara kita tercinta.
Upacara bendera harus dilaksanakan dengan tertib, karena akan melatih jiwa yang disiplin dan meningkatkan rasa solidaritas, kesetiakawanan, sebagai contoh adalah mengikuti aba-aba yang disampaikan oleh pemimpin upacara tidak disipin, tidak mengikuti aba-aba pemimpin tentunya upacara tidak akan tertib dikarenakan masing-masing berbuat sesuka hati.
Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan Tuhan merestui dan melindungi cita-cita kita, memberikan petunjuk rahmat dan hidyahnya sehingga kita bisa memberikan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Sumber: sman1prembun.sch.id
Baca Juga: Tata Tertib Upacara 17 Agustus 2025 Lengkap dengan Susunan Acaranya
(NSF)
