Konten dari Pengguna

2 Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh amanat pembina upacara Hari Lahir Pancasila 2026. Foto: Mufid Majnun/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh amanat pembina upacara Hari Lahir Pancasila 2026. Foto: Mufid Majnun/Unsplash

Setiap 1 Juni, masyarakat Indonesia diajak untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Peringatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah lahirnya Pancasila, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong di tengah perkembangan zaman.

Salah satu kegiatan rutin dalam memperingati Hari Lahir Pancasila adalah upacara bendera yang dilaksanakan di berbagai instansi maupun sekolah. Saat upacara berlangsung, akan ada amanat pembina upacara yang menyampaikan pesan-pesan penting.

Isi amanat pembina upacara umumnya memuat pesan tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Bagi Anda yang membutuhkan referensi, simak contoh amanat pembina upcara Hari Lahir Pancasila 2026 berikut ini!

Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Ilustrasi contoh amanat pembina upacara Hari Lahir Pancasila 2026. Foto: Mufid Majnun/Unsplash

Berikut adalah beberapa contoh amanat pembina upacara Hari Lahir Pancasila 2026 yang bisa Anda jadikan referensi:

Contoh Amanat Pembina Upacara 1

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan,

Rahayu, Rahayu, Rahayu,

Salam Pancasila!

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.

Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.

Selamat Hari Lahir Pancasila!

Jayalah Indonesiaku!

Merdeka!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Om Shanti Shanti Shanti Om,

Namo Buddhaya,

Rahayu, Rahayu, Rahayu,

Salam Pancasila!

  • Sumber: Surat Edaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1200/DST/A5/TU.02.03/2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

Contoh Amanat Pembina Upacara 2

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Shalom, Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan.

Yang saya hormati, Bapak/Ibu guru dan tenaga kependidikan.

Anak-anakku sekalian yang saya banggakan dan cintai,

Hari ini, 1 Juni 2026, kita memperingati Hari Lahir Pancasila, hari yang begitu penting bagi sejarah dan jati diri bangsa Indonesia. Pada tanggal ini, Bung Karno untuk pertama kalinya memperkenalkan dasar negara kita, Pancasila, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pancasila bukan sekadar rangkaian lima sila. Ia adalah dasar pijakan, panduan hidup, serta pemersatu bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, dan berbagai agama serta budaya. Di tengah perbedaan itu, Pancasila menjadi simpul yang merekatkan kita dalam semangat persatuan dan kesatuan.

Anak-anakku sekalian,

Sebagai generasi muda, kalian adalah pewaris masa depan bangsa. Oleh karena itu, semangat Pancasila harus terus kalian jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Dengan bertuhan secara taat dan saling menghormati perbedaan keyakinan,

  • Dengan berperikemanusiaan, menjunjung tinggi empati, tolong-menolong, dan menghargai sesama,

  • Dengan menjaga persatuan, tidak mudah terpecah oleh hoaks, isu SARA, atau intoleransi,

  • Dengan bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah secara adil dan bijak,

  • Dan dengan menegakkan keadilan, baik dalam pergaulan, belajar, maupun dalam penggunaan teknologi dan media sosial.

Peringatan Hari Lahir Pancasila bukanlah seremonial semata. Ini adalah momentum untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan nyata. Bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di rumah, di dunia digital, dan di tengah masyarakat.

Mari kita jadikan sekolah ini sebagai sekolah yang mencerminkan semangat Pancasila, sekolah yang toleran, jujur, disiplin, saling menghargai, dan penuh semangat gotong royong.

Akhir kata, mari kita terus menjaga dan merawat Indonesia ini dengan nilai-nilai Pancasila, agar bangsa ini tetap kokoh, adil, dan makmur, kini dan nanti.

Selamat Hari Lahir Pancasila!

Jayalah Pancasila, Jayalah Indonesia!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam Pancasila!

Merdeka!

  • Sumber: Situs web SMAN 1 Galang

Baca Juga: Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni

(NSF)