2 Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah yang Penuh Nasihat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 9 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang mulia dalam kalender Islam. Di dalamnya terdapat banyak keutamaan yang bisa diraih umat Muslim, khususnya mereka yang memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Mengacu pada kalender Islam, bulan Dzulhijjah jatuh pada Rabu (28/5). Bersamaan dengan itu, khatib bisa menyampaikan materi khutbah Jumat tentang keutamaan dan amalan yang bisa dikerjakan di bulan mulia ini.
Selain dapat menyampaikan nasihat keislaman, khutbah Jumat juga bisa mengingatkan umat Islam untuk meraih pahala dan keberkahan bulan Dzulhijjah. Jika butuh referensi, simak contoh khutbah Jumat bulan Dzulhijjah selengkapnya berikut ini.
Contoh Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah
Berikut beberapa contoh khutbah Jumat bulan Dzulhijjah yang dihimpun dari Buku Khutbah Zaynul Atqiya': Mimbar Dakwah LIM Lirboyo Kediri oleh Tim Kajian Ilmiah Lembaga Ittihadul Muballighin Ponpes Lirboyo:
1. Giat Beramal di Bulan Dzulhijjah
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ، وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَامِ. قَالَ تَعَالَى : اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Alhamdulillah kita masih senantiasa diberikan nikmat kesehatan, iman dan islam oleh Allah Swt sehingga masih dapat menunaikan kewajiban yang telah diamanahkan kepada kita yaitu ibadah Salat Jumat. Sebagai seorang hamba sudah sepantasnya bagi kita untuk selalu bersyukur kepada Dzat yang telah memberikan kita nikmat-Nya dan marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada-Nya sebagai perwujudan rasa syukur kita serta selalu berusaha beramal lebih baik dari hari sebelumnya.
Karena bila amal seseorang masih sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang yang merugi dan jika lebih buruk dari hari kemarin maka celakalah orang tersebut. Naudzubillah min Dzalik.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Sebagai generasi penerus bangsa, kita seharusnya dapat meniru amal-amal yang telah dicontohkan oleh para pendahulu kita, apalagi kita sekarang berada dalam bulan yang diistimewakan oleh Allah Swt yaitu bulan Dzulhijjah. Dalam bulan ini, Allah Swt telah mensyari'atkan puasa di hari Arafah yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal sembilan Dzulhijjah dengan janji pahala yang sangat agung. Seperti yang dijelaskan nabi Muhammad saw:
"Nabi Muhammad Saw ditanya tentang puasa arafah. Beliau menjawab: "Puasa arafah dapat melebur dosa di tahun yang telah lewat dan tahun yang akan datang." (HR Muslim)
Kesunahan puasa ini anjuran bagi orang-orang yang tidak melakukan ibadah haji. Para ulama juga menganjurkan puasa di hari sebelumnya yaitu tanggal delapan Dzulhijjah, guna untuk mengantisipasi bila hari tersebut ternyata sudah tanggal sembilan Dzulhijjah.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Merupakan kesempatan besar bagi kita sebagai orang muslim untuk mendapatkan pahala yang berlipat dalam bulan ini, karena nabi Muhammad Saw tidak hanya menganjurkan puasa saja di hari tersebut melainkan juga ibadah-ibadah yang lain. Maka marilah kita giatkan lagi ibadah kita kepada Allah Swt, karena Allah Swt juga memberikan keistimewaan pada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah dengan pahala yang berlipat ganda.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Betapa besarnya Allah Swt menyampaikan nikmatnya kepada hamba-Nya yang muslim dengan pahala yang begitu besar. Sungguh merugi bagi orang-orang yang tidak mau beribadah di bulan yang menjadi ladang pahala ini. Oleh karena itu, marilah kita meningkatkan amal ibadah kita. Semoga Allah Swt memberikan kita kekuatan dan kemudahan. Amin ya rabal 'alamin.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ. وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًا وَرَحْمَةً. اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِينَا. وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا. وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ ءَانَآءَ الَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ. وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
2. Kurban dan Kemiskinan
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ، وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَامِ. قَالَ تَعَالَى : اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Jamaah Jumat rahimakumullah.
Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah Swt yang telah memberikan beragam kenikmatan. Hanya dengan karunia-Nya-lah kita dapat berkumpul di masjid yang mubarak ini tanpa adanya halangan suatu apa pun. Semoga ibadah salat Jumat yang kita laksanakan saat ini dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah Swt. dan bisa menjadi bekal di hari akhir nanti. Amin.
Selanjutnya, sebagai khatib, sudah semestinya saya selalu mengingatkan kepada seluruh jamaah sekalian dan juga saya sendiri untuk selalu meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Swt Peningkatan tersebut dapat kita raih dengan cara melaksanakan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.
Hadirin yang dirahmati Allah.
Bulan ini merupakan bulan mulia di sisi Allah Swt Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw, bahwa bulan Dzulhijjah merupakan salah sati di antara bulan-bulan yang dimuliakan Allah Swt Beliau bersabda sembari menerangkan bulan-bulan yang mulia:
"Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan, Rajab yang penuh kemuliaan ada di antara dua Jumadil dan Syaban." (HR Bukhari)
Di dalam bulan yang mulia ini, Allah Swt telah memberikan suri teladan yang sangat baik. Jauh hari sebelum Nabi Muhammad Saw terlahir di dunia, Nabi Ibrahim merupakan orang yang sangat taat kepada Allah Swt. Ia sangat tekun beribadah. Selain itu, ia juga merupakan orang kaya yang dermawan.
Pada suatu hari, Nabi Ibrahim menyembelih kurban. Hewan yang disembelih di antaranya 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Atas kejadian ini, banyak orang mengaguminya. Bahkan, para malaikat pun terkagum-kagum padanya.
Mengetahui kekaguman para makhluk Allah Swt ini, Nabi Ibrahim berkata, "Qurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak laki-laki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku qurbankan kepada-Nya."
Waktu pun berjalan dengan pasti. Nabi Ibrahim yang saat bernadzar belum memiliki putra, kini putranya sudah berusia 7 tahun. Pada sebagian keterangan berusia 13 tahun. Anak laki-laki kesayangan ini diberi nama Ismail, yang artinya "Allah Swt. telah mendengar".
Pada malam tarwiyah, hari ke-8 di bulan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi ada seruan, "Hai Ibrahim! Penuhilah nadzarmu (janjimu)." Dinamakan tarwiyah karena tanggal tersebut Nabi Ibrahim memikirkan mimpi yang telah menghampirinya.
Malam tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim kembali mendapatkan mimpi serupa. Dari sini, ia mengetahui bahwa perintah tersebut benar-benar dari Allah Swt. Tanggal ini dinamakan Arafah karena berarti mengetahui.
Pada malam tanggal 10, Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi yang serupa. Saat itu, ia merasakan seolah-olah ada yang menyeru, "Sejujurnya, Allah Swt memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail."
Nabi Ibrahim pun langsung terbangun dan memeluk Ismail hingga waktu subuh. Setelah itu, Siti Hajar disuruh untuk mengganti pakaian Ismail dengan kain yang baik dan menyisir rambutnya. Kenyataan ini dilakukan karena Nabi Ibrahim akan mengajak anaknya bertemu dengan Allah Swt.
Pada saat itu, iblis berusaha keras untuk menggagalkan pelaksanaan perintah Allah Swt yang agung ini. Pertama, ia menggoda Hajar, istri Nabi Ibrahim atau ibu Ismail, dengan berbagai bujuk rayu. Namun, upaya ini sia-sia. Kedua, iblis membujuk Ismail, namun upayanya juga tidak berhasil. Bahkan, Ismail melempar iblis dengan kerikil hingga satu matanya buta.
Sebelum melaksanakan perintah yang sangat berat ini, Nabi Ibrahim pun menyempatkan diri untuk menyampaikan perintah kepada Ismail. Sebagai anak shalih, Ismail pun tidak merasa keberatan dirinya dikorbankan atas nama Allah Swt.
Setelah mendapat persetujuan dari anak kesayangannya, Nabi Ibrahim pun segera menjalankan perintah Allah Swt ini. Ia pun menyiapkan pisau yang sangat tajam agar dapat digunakan untuk menyembelih dengan baik. Dengan penuh ketakwaan kepada Allah Swt, Nabi Ibrahim berupaya menyembelih Ismail. Hanya saja, pisau yang digunakan untuk menyembelih tersebut tidak mampu menggores Ismail.
Akhirnya, ujian itu pun berhasil ditempuh Nabi Ibrahim dan keluarganya tanpa harus ada pengorbanan jiwa manusia. Allah Swt. berfirman:
"Sesungguhnya, ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan, kami tebus anak itu dengan seekor semeblihan yang besar." (QS as-Shaaffaat: 106-107)
Ayat tersebut memiliki makna bahwa sesudahnya nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail, maka Allah Swt larangan menyembelih Ismail dan untuk melanjutkan qurban. Sebaliknya, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa Ini menjadi dasar disyariatkannya qurban yang dilakukan pada hari raya haji.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ. وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًا وَرَحْمَةً. اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِينَا. وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا. وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ ءَانَآءَ الَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ. وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Baca Juga: Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah 2025: Jadwal Pelaksanaan dan Bacaan Niatnya
(NSF)
