Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah 2025: Jadwal Pelaksanaan dan Bacaan Niatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melaksanakan puasa sunah sangat dianjurkan bagi umat Islam termasuk di bulan Dzulhijjah. Menunaikan puasa 9 hari awal Dzulhijjah khususnya, memiliki banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan.
Ibadah ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana meraih pahala berlimpah di hari-hari terbaik dalam setahun. Agar puasa Dzulhijjah dapat dijalankan sesuai tuntunan syariat, penting bagi umat Muslim untuk memahami tata cara pelaksanaannya berikut ini.
Jadwal Pelaksanaan Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah
Keutamaan memperbanyak ibadah di bulan Dzulhijjah ditegaskan dalam hadis riwayat Ibnu Abbas yang dikutip dari buku Ustadz Abdul Somad Menjawab oleh H. Abdul Somad, Lc. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada amal yang lebih disukai Allah daripada amal pada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Maka pada hari-hari itu perbanyaklah tasbih, takbir, dan tahlil." (HR ath-Thabrani).
Hadis di atas menunjukkan bahwa beramal apapun di 10 hari pertama sangat dianjurkan. Namun perlu dicatat bahwa puasa hanya boleh dilaksanakan sebelum tanggal 10 Dzulhijjah. Karena bertepatan dengan momen Idul Adha, sangat dilarang untuk berpuasa di tanggal 10 Dzulhijjah.
Berdasarkan Kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan Kemenag RI, 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada 28 Mei 2025. Jadi, pelaksanaan puasa 9 hari awal Dzulhijjah dapat dilakukan mulai 28 Mei 2025 hingga 5 Juni 2025, dengan uraian berikut:
Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah): 28 Mei - 3 Juni 2025
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): 4 Juni 2025
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): 5 Juni 2025
Baca Juga: Jadwal Puasa Arafah dan Tarwiyah 2025 beserta Niat dan Tata Caranya
Niat Puasa Dzulhijjah
Dikutip dari buku Belajar Sendiri Semua Jenis Shalat oleh Zainal Abidin, tata cara puasa di awal bulan Dzulhijjah secara umum tidak berbeda dengan puasa sunah lainnya. Perbedaannya terletak pada bacaan niat yang disesuaikan dengan hari pelaksanaannya.
Pada tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah, umat Muslim melafalkan niat puasa sunah Dzulhijjah. Kemudian, pada tanggal 8 Dzulhijjah membaca niat puasa Tarwiyah dan pada tanggal 9 Dzulhijjah membaca niat puasa Arafah.
Niat puasa dapat dibaca sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Berikut adalah bacaan niat puasa untuk masing-masing hari, dihimpun dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustadz Ali Amrin al-Qurawy:
1. Niat Puasa Sunah Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Zulhijah karena Allah ta'ala."
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta'ala."
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta'ala."
(NSF)
