Jadwal Puasa Arafah dan Tarwiyah 2025 beserta Niat dan Tata Caranya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang Idul Adha 1446 H, umat Islam mulai mempersiapkan diri dan mencari informasi terkait jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah. Dua puasa sunnah ini memiliki keutamaan besar dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw.
Meski hukumnya tidak wajib, puasa Arafah dan Tarwiyah menyimpan pahala yang luar biasa. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, kedua puasa ini juga dipercaya mampu mendatangkan ampunan dan keberkahan dari-Nya.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, tak heran jika banyak umat Muslim yang berlomba-lomba mengamalkannya. Lantas, kapan puasa Arafah dan Tarwiyah 2025 dilaksanakan? Untuk lebih jelasnya, simak informasinya berikut ini.
Jadwal Puasa Arafah dan Tarwiyah 2025
Dalam buku Santri Salaf Menjawab: Jilid 3 karya Tim Kajian Fikih Pondok Pesantren Sidogiri, disebutkan bahwa Idul Adha merupakan momen penting bagi umat Islam. Selain menunaikan haji dan berkurban, umat Islamjuga bisa menunaikan puasa sunnah Arafah dan Tarwiyah di bulan Dzulhijjah.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah, disusul puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Keesokan harinya, tepat pada 10 Dzulhijjah, umat Islam akan merayakan Idul Adha dan tidak diperbolehkan berpuasa karena bertepatan dengan hari raya besar.
Merujuk pada kalender hijriah dari Kementerian Agama, Idul Adha 1446 H diperingati pada 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 6 Juni 2025. Ini artinya, jadwal puasa Tarwiyah diperkirakan berlangsung pada 4 Juni 2025, sedangkan puasa Arafah pada 5 Juni 2025.
Baca juga: Kapan Puasa Arafah 2025? Catat Tanggalnya!
Tata Cara Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah
Seperti halnya puasa sunnah lain, pelaksanaan puasa Arafah dan Tarwiyah tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Mengutip Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Muhammad Ibrahim, berikut tata cara puasa yang bisa diikuti:
1. Membaca Niat
Sama seperti puasa lainnya, puasa Arafah dan Tarwiyah diawali dengan membaca niat dalam hati. Niat ini penting agar puasa yang dijalankan mendapat keberkahan sekaligus menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Adapun bacaan niatnya adalah sebagai berikut:
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arofata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala”.
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyyata sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat untuk berpuasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala".
2. Sahur
Sahur adalah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum fajar sebagai persiapan menjalani puasa. Manfaatnya yakni memberi asupan energi agar tubuh kuat menahan lapar dan haus sepanjang hari.
3. Menahan Hawa Nafsu
Saat berpuasa, umat Muslim diharuskan menahan hawa nafsu dan menjauhi segala hal yang bisa membatalkan puasa sampai waktu berbuka tiba.
4. Segera Berbuka Puasa
Berbuka puasa sebaiknya dilakukan segera setelah adzan Maghrib berkumandang, diawali dengan membaca doa berbuka puasa. Berikut bacaannya:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika aftartu. Birahmatika yaa arhamar roohimiin.
Artinya: “Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang”.
(RK)
