20 Saham Termahal di Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia investasi, harga saham kerap menjadi indikator kekuatan dan prospek sebuah perusahaan. Saham dengan harga per lembar yang sangat tinggi mencerminkan kepercayaan besar dari investor terhadap potensi pertumbuhan bisnisnya.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada sejumlah emiten yang harga per lembar sahamnya mencapai ratusan ribu rupiah dan menobatkannya sebagai saham termahal di Indonesia. Apa sajakah itu? Mari intip daftarnya di artikel ini, yuk!
Daftar Harga Saham Termahal di Indonesia per September 2025
Berdasarkan data ringkasan saham di laman IDX Indonesia per September 2025, ini daftar harga saham termahal di Indonesia:
1. PT DCI Indonesia Tbk. (DCII)
Menduduki puncak daftar saham termahal di Indonesia, saham PT DCI Indonesia Tbk ditutup di harga Rp315.000 per saham. Perusahaan ini bergerak di bidang layanan data center yang sedang tumbuh pesat sehingga menarik para investor.
Aktivitas jual beli saham DCII selalu ramai, bahkan pergerakannya sangat cepat hingga bursa sempat harus menghentikannya sementara. Hal itu membuat harga saham DCII naik tajam dan menjadi salah satu yang termahal di BEI.
2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Selanjutnya, ada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk yang nilai sahamnya ditutup di Rp103.025 per lembar. Salah satu faktor mahalnya saham DSSA karena perusahaan ini adalah salah satu konglomerasi infrastruktur digital terbesar di Indonesia.
DSSA mengelola aset-aset penting, seperti jaringan fiber internet dan data center berkapasitas besar. Mereka juga punya aset strategis lain, seperti kepemilikan saham di platform DANA dan Vidio.
3. PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT)
Harga saham PT Multipolar Technology Tbk, yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi, mencapai Rp72.500 per lembar.
Perusahaan ini mencatatkan diri sebagai salah satu saham teknologi termahal karena posisinya sebagai pemain utama di sektor TI Indonesia. Cakupan bisnisnya cukup luas, meliputi distribusi perangkat TI, solusi digital, hingga layanan IT untuk perusahaan.
4. PT United Tractors Tbk. (UNTR)
Kemudian, PT United Tractors Tbk sebagai pemain utama di bidang alat berat dan pertambangan mencatatkan harga Rp27.200 per saham.
UNTR dikenal rutin membagikan dividen tinggi sehingga menarik perhatian investor jangka panjang. Apalagi dengan manajemen kredibel dan potensi ekspansi bisnis menjanjikan, saham UNTR konsisten diminati oleh pasar.
5. PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI)
Dari sektor properti, perusahaan pengembang kawasan elit Pondok Indah, PT Metropolitan Kentjana Tbk menutup perdagangan di Rp24.950 per saham. Meskipun transaksinya tidak terlalu besar, saham ini tetap tergolong mahal.
Nilai saham ini tak lepas dari reputasi terkenal perusahaan dalam mengembangkan kawasan elit. MKPI juga memiliki banyak proyek properti berkualitas, seperti pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel, yang menjanjikan pertumbuhan pendapatan di masa depan.
6. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)
Di industri pertambangan batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk menutup harga di Rp22.250 per saham. Meskipun laba bersihnya sempat menurun di semester pertama 2025, posisi perusahaan ini tetap dianggap kuat, aset kas bersih yang besar, dan dikenal rajin membagikan dividen tinggi.
7. PT Bayan Resources Tbk. (BYAN)
Perusahaan tambang batubara lainnya, PT Bayan Resources Tbk mencatatkan harga penutupan saham di Rp17.925. Saham ini mahal karena didukung kinerja keuangan yang kuat. Walaupun dividennya relatif kecil, laba bersih dan pendapatan perusahaan sangat besar.
8. PT Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA)
Sebagai perusahaan yang bergerak di berbagai sektor jasa keuangan, saham SMMA ditutup pada harga Rp15.600. Meskipun valuasinya cenderung tinggi, masuknya SMMA dalam kategori saham termahal di Indonesia mencerminkan kepercayaan investor pada kinerja dan prospek pertumbuhan jasa keuangan ini.
9. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE)
Perusahaan asuransi jiwa, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk mencatatkan harga saham di Rp15.400 per lembar. Nilai ini salah satunya dipicu oleh prospek pemisahan unit syariah dan peningkatan laba perusahaan.
Valuasinya memang dianggap terlalu tinggi dan ada pengawasan ketat dari OJK dan BEI, tetapi investor tetap tertarik pada potensi bisnisnya di masa mendatang.
Baca juga: 4 Cara Mendapatkan Passive Income dari Saham agar Investasi Tetap Untung
10. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI)
Dari sektor properti besar, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk mencapai harga tertinggi Rp14.200 per saham. Saham ini tergolong mahal karena didukung kinerja penjualan mencapai Rp1,2 triliun di semester pertama 2025.
Selain itu, peluncuran proyek-proyek baru yang strategis juga dianggap akan meningkatkan prospek pendapatan perusahaan. Banyak investor yakin dengan potensi pertumbuhan saham PANI dan merekomendasikannya untuk dibeli.
11. PT Akasha Wira International Tbk. (ADES)
Produsen air minum dalam kemasan dan produk kosmetika ini mencatatkan harga penutupan saham di Rp13.300. Per September 2025, tercatat telah terjadi 118 kali transaksi dengan volume 33.000 saham dan menghasilkan nilai perdagangan sebesar Rp434,1 juta.
Hal ini didukung oleh laba bersih yang terus meningkat, efisiensi operasional, dan kuatnya posisi PT Akasha Wira International Tbk di sektor barang konsumsi primer dan minuman.
12. PT Golden Flower Tbk. (POLU)
Sebagai perusahaan manufaktur garmen, saham POLU ditutup pada harga Rp12.400. Frekuensi transaksi mencapai 1.048 kali, dengan volume 373.700 saham dan nilai total perdagangan sebesar Rp4,3 miliar.
Saham ini masih tergolong tinggi karena PT Golden Flower Tbk adalah pemain utama di industri garmen Indonesia. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi yang besar dan menjalin kerja sama dengan berbagai merek global untuk pasar internasional.
13. PT Roda Vivatex Tbk (RDTX)
Awalnya bergerak di industri tekstil, kini RDTX fokus pada penyewaan gedung perkantoran. Per September 2025, sahamnya ditutup di harga Rp11.875 per lembar dan menghasilkan nilai sebesar Rp86,3 juta.
Perusahaan ini mengelola aset properti berupa gedung-gedung perkantoran strategis di Jakarta, seperti Menara RDTX Place dan Menara RDTX Square. Gedung-gedung tersebut menghasilkan pendapatan sewa yang stabil dan berkontribusi meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu, investasi besar dalam pembangunan gedung juga menjaga harga saham tetap tinggi.
14. PT Siantar Top Tbk. (STTP)
Perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan ringan ini melihat sahamnya, STTP, ditutup pada harga Rp10.100. Posisinya di bursa cenderung stabil karena posisi perusahaan terkenal sebagai pelopor dan pemain utama di industri makanan ringan sejak tahun 1972.
15. PT Gudang Garam Tbk. (GGRM)
Salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, PT Gudang Garam Tbk, mencatatkan harga penutupan saham di Rp10.000. Angka ini masih dianggap cukup tinggi meskipun perusahaan menghadapi penurunan laba bersih di semester pertama 2025.
16. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)
Sebagai produsen berbagai macam produk makanan dan minuman, saham ICBP mencapai harga tertinggi Rp9.325. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memiliki merek-merek yang sangat populer dan diminati masyarakat, seperti Indomie, Indomilk, Chitato, Bumbu Racik, dan lainnya.
17. PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS)
Perusahaan tambang batubara ini mengakhiri perdagangan di level tertinggi Rp9.200 per lembar. Saham ini dianggap menarik karena PT Golden Energy Mines Tbk memiliki operasi pertambangan batu bara di beberapa lokasi strategis di Indonesia.
Mereka juga mengekspor batu baranya ke banyak negara, seperti Tiongkok, India, dan Malaysia. Hal ini menghasilkan peluang pertumbuhan pendapatan konsisten sehingga menarik minat investor.
18. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET)
Sebagai perusahaan investasi di bidang ritel dan telekomunikasi, saham DNET mencapai harga Rp9.150. Aktivitas perdagangan saham cukup menarik karena PT Indoritel Makmur Indonesia adalah induk dari jaringan ritel besar Indomaret, serta memiliki investasi di KFC Indonesia dan Sari Roti.
19. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF)
Perusahaan pembiayaan terkemuka, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, mencatatkan harga penutupan saham di Rp8.875. Harga ini masih cukup tinggi, meskipun perusahaan mengalami penurunan laba bersih sebesar 21% di semester pertama 2025.
20. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)
PT Barito Renewables Energy Tbk adalah perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan, khususnya bidang pembangkit listrik tenaga panas bumi dan energi angin. Per September 2025, BREN berhasil menutup harga sahamnya sebesar Rp8.325 dengan nilai transaksi menembus Rp207,1 miliar.
(FHK)
Baca juga: 4 Hak Pemegang Saham Biasa yang Wajib Dipahami
