Konten dari Pengguna

3 Cerita Sekolah Minggu tentang Jumat Agung yang Mudah Dipahami

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sekolah Minggu. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sekolah Minggu. Foto: Unsplash

Di Sekolah Minggu, anak-anak mempelajari ajaran Kristiani sejak dini melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini umumnya diselenggarakan olehGereja Kristen maupun Katolik.

Dalam setiap kegiatan Sekolah Minggu, anak-anak akan disuguhkan cerita yang bersumber dari Alkitab. Topik cerita yang disampaikan pun beragam, disesuaikan dengan momen atau perayaan yang sedang diperingati umat Kristen.

Menjelang perayaan Paskah, tema Jumat Agung kerap diangkat untuk mengajarkan anak-anak tentang makna pengorbanan Yesu. Sebagai bahan pengajaran, simak contoh cerita Sekolah Minggu tentang Jumat Agung berikut.

Contoh Cerita Sekolah Minggu tentang Jumat Agung

Ilustrasi contoh cerita Sekolah Minggu tentang Jumat Agung. Foto: Unsplash

Mengutip laman Christianity.com, Jumat Agung merupakan hari suci bagi umat Kristiani untuk mengenang penyaliban Yesus serta wafat-Nya di Kalvari. Peristiwa ini dipandang sebagai puncak pelayanan-Nya di dunia, sehingga hari tersebut disebut “Agung”.

Berikut beberapa contoh cerita Sekolah Minggu tentang Jumat Agung yang mudah untuk dipahami.

Cerita #1

Sumber: Buku Sahabat Anak - Bahan Pelajaran Sekolah Minggu - Edisi Januari - Juni 2025

Pembukaan

Adik-Adik, masih ingatkah cerita hari Jumat kemarin? Ya, Tuhan Yesus disalib (Tunjukkan peraga salib atau aktivitas Jumat Agung). Di manakah Tuhan Yesus di salib? (Tunggu respons anak-anak.) Ya, betul sekali, di Bukit Golgota. Tuhan Yesus di salib di Bukit Golgota.

Adik-Adik, Tuhan Yesus disalib karena kasih-Nya. Di atas kayu salib itu Tuhan Yesus mati (Tunjukkan kembali peraga salib). Tentu saja para murid sedih sekali. Kemudian, Tuhan Yesus dikuburkan di sebuah makam.

Cerita Alkitab

Lalu, Adik-Adik, di hari minggu pagi-pagi sekali, para murid perempuan, yaitu Maria Magdalena dan Maria yang lainnya, datang ke kubur Tuhan Yesus. Mereka ingin menengok kubur itu. Tetapi, sesampai di sana, mereka terkejut karena pintu kubur telah terbuka (tunjukkan gambar 2a). Lalu, tampaklah malaikat di depan mereka dan berkata, "Jangan takut, aku tahu kalian mencari Yesus yang disalib itu, tetapi la tidak di sini, la telah bangkit. Ceritakanlah kepada teman-temanmu."

Maka maria Magdalena dan teman-teman perempuan lainnya segera pergi meninggalkan kubur itu. Mereka takut tetapi sekaligus gembira. Tiba-tiba Tuhan Yesus menjumpai mereka dalam perjalanan. Tuhan Yesus berkata, "Salam bagimu." Mereka terkejut lalu mendekati Tuhan Yesus dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Tuhan Yesus kemudian berpesan, "Sampaikan kepada teman-temanmu yang lain supaya mereka pergi ke Galilea, karena di sana nanti mereka akan melihat Aku." Para murid perempuan itu sangat gembira karena Tuhan Yesus bangkit seperti yang pernah dikatakan-Nya. Tetapi, waktu itu mereka tidak percaya, dan sekarang mereka percaya. Maka para murid perempuan itu kembali berjalan dengan gembira menemui para murid lainnya.

Penutup

Adik-Adik, apakah Adik-Adik juga percaya bahwa Tuhan Yesus bangkit? (Tunggu respons anak-anak.) Jika Adik-Adik percaya, yuk ikuti kakak mengatakan, "Aku percaya Tuhan Yesus bangkit." Sambil tangan kanan mengepal dan diangkat ke atas, ya. (Ulangi beberapa kali sampai semua anak menyerukannya.) Nah, Adik-Adik, karena kita percaya Tuhan Yesus bangkit, kita semua akan selalu bersemangat untuk mengikut Tuhan Yesus dengan setia dan taat.

Cerita #2

Sumber: Laman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, bagaimana rasanya memikul salib ini? Berat bukan? Padahal jarak yang harus kalian tempuh hanya beberapa meter saja. Bayangkan jika Tuhan Yesus saat itu harus memikul salib beribu-ribu meter, apalagi salibnya pasti lebih besar dan lebih berat dari ini. Wah, pasti sangat berat ya.

Pada saat itu, setelah melewati proses pengadilan yang panjang, di hadapan Pilatus Yesus dijatuhi hukuman mati. Padahal Yesus tidak bersalah. Lalu Ia dibawa ke bukit Golgota untuk disalibkan. Dalam perjalanan ke bukit Golgota, seorang bernama Simon dari Kirene dipaksa untuk membantu memikul salib Yesus. Setibanya di bukit tersebut, Yesus disalibkan di antara dua orang penyamun. PakaianNya diundi dan dibagi-bagikan.

Di atas salib Yesus, dipasang papan yang bertuliskan: “Raja orang Yahudi”. Ketika sudah di atas kayu salib, banyak orang yang mengolok-olok Yesus, karena Ia tidak mampu menyelamatkan diriNya sendiri. Lalu, mulai jam 12 siang sampai 3 jam lamanya kegelapan meliputi daerah itu. Lalu pada jam 3, berserulah Yesus, “Eloi, Eloi, lama sabakhtani? Yang artinya: “Allahku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?” Beberapa orang menyangka Ia memanggil Elia.

Dalam rupa manusianya, Ia menggenapi nubuat tentang Mesias yang menderita, di mana seakan-akan Allah meninggalkanNya. Tetapi Ia memberi teladan, sekalipun Ia sangat menderita, Ia tetap taat sampai mati untuk menggenapi rencana Allah. Ketika Ia haus, orang-orang yang berada di sana mencelupkan bunga karang ke dalam anggur asam dan mencucukkan pada sebatang buluh dan memberiNya minum sambil mengolok-olok dan menertawakanNya.

Mereka menyangka kematian Yesus membuktikan bahwa Ia telah kalah. Lalu akhirnya, Tuhan Yesus Menyerahkan NyawaNya. Dan pada saat itu, bait suci terbelah. Lalu Yesus mati. Kepala pasukan yang telah membawaNya untuk disalibkan mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Anak-anak, kerelaan Tuhan Yesus memikul salib adalah bukti kasih sayang Tuhan kepada kita. Lho, kok bisa? Iya, karena dahulu, kalau manusia melakukan dosa, maka ia harus mempersembahkan korban yang berupa domba atau lembu kepada Tuhan untuk menebus kesalahannya.

Tetapi karena semakin hari dosa manusia semakin besar, maka manusia tidak bisa lagi menyelamatkan dirinya sendiri. Sehingga Tuhan sendiri harus datang ke dunia dalam rupa manusia, dalam diri Yesus, untuk menolong dunia. Ia merelakan diriNya seutuhnya untuk menjadi korban penebus dosa. Pengorbanan Tuhan Yesus harus terjadi supaya kita semua selamat dari upah dosa yang seharusnya ditanggung.

Tuhan Yesus rela menderita dan mati disalibkan karena Ia tidak ingin melihat anak-anakNya menanggung akibat dari dosa-dosanya. Lihatlah begitu besar kasih Tuhan kepada kita. Penderitaan dan kematian Tuhan Yesus membuat kita menerima karunia pengampunan. Maka, sebagai anak-anak yang telah menerima anugerah itu, mari kita juga semakin menyayangi Tuhan Yesus dengan hidup menuruti firman Tuhan, berusaha untuk tidak melakukan lagi kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan serta mau saling mengampuni dan mengasihi sesama teman atau keluarga kita yang pernah menyakiti atau kita sakiti. Karena dengan begitulah kita meneladani Tuhan Yesus. Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita. Amin.

Cerita #3

Pendahuluan

Hari ini hari apa ? Mengapa kita beribadah pada hari ini? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab). Benar atau tidak ya jawaban teman-teman ? Yuk kita cari jawabannya di dalam Injil Yohanes 19 28–37 (minta anak-anak membaca bergiliran dengan intonasi dan ekspresi yang “baik” sesuai dengan kalimat yang dibaca)

Inti Penyampaian

Tuhan Yesus disalibkan pada hari Jumat Karena besoknya adalah hari Sabat, maka para pemimpin Yahudi meminta supaya tubuh orang yang disalibkan diturunkan. Bagi orang Yahudi, hari Sabat adalah hari yang istimewa. Banyak aturan yang terkait pada hari hari Sabat ini di antaranya tidak boleh ada mayat yang tergantung di salib karena dianggap “menodai” hari Sabat maka mereka harus cepat-cepat menurunkan orang-orang yang disalib sebelum memasuki hari Sabat. Namun sebelum diturunkan, para prajurit itu memeriksa terlebih dahulu untuk memastikan bahwa orang yang disalib tersebut harus sudah mati karena jika masih hidup akan dianggap belum menerima vonis hukuman matinya. Biasanya setelah beberapa hari orang yang disalib akan mati. Tapi karena ini terburu-buru, maka jika belum mati maka kakinya akan dipatahkan dengan menggunakan palu besi. Maka kedua orang yang disalib bersama Yesus dipatahkan kakinya supaya cepat mati. Ketika prajurit itu melihat Yesus, Ternyata Yesus sudah wafat atau meninggal maka kaki Yesus tidak perlu dipatahkan.

Lalu datanglah Yusuf dari Arimatea, salah seorang pengikut Yesus, menemui Pilatus dan meminta ijin untuk menurunkankan Yesus. Pilatus Pun memberi izin maka Yusuf menurunkan tubuh Yesus. Kemudian Nikodemus juga datang membantu dan membaluri tubuh Yesus dengan minyak dan rempah-rempah. Lalu mereka menutup mayat Yesus dengan kain lenan dan membawa ke sebuah makam yang ada di sebuah taman. Makam yang masih baru itu milik Yusuf dari Arimatea. Ia adalah orang yang kaya dan memasukkan mayat Yesus ke dalam makam tersebut, karena makamnya berbentuk gua dengan penutup sebuah batu yang besar.

Penerapan

Perjalanan pelayanan Yesus berakhir di kayu Salib pada hari Jumat. Dan kematian-Nya adalah puncak dari penderitaan dan pengorbanan-Nya untuk menebus manusia. Hukuman disalib adalah hukuman bagi orang-orang yang dianggap melakukan kejahatan yang luar biasa. Dan salib adalah hukuman paling maksimal atau hukuman mati yang sangat menyakitkan. Tetapi Yesus yang tidak melakukan kesalahan apapun rela menanggung sakit dan penderitaan untuk dosa–dosa yang dilakukan oleh manusia.

Baca juga: 4 Puisi tentang Paskah yang Penuh Makna dan Refleksi Iman

(RK)