Konten dari Pengguna

3 Contoh Khutbah Idul Adha Tentang Nabi Ibrahim dan Ismail

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Idul Adha tentang Nabi Ibrahim dan Ismail. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Idul Adha tentang Nabi Ibrahim dan Ismail. Foto: Unsplash.

Idul Adha adalah hari raya besar umat Islam yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah. Pada hari raya ini, ibadah kurban dilaksanakan sebagai wujud ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Ibadah kurban dilatarbelakangi oleh kisah keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang bersedia menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Kisah ini kerap diceritakan ulang dalam khutbah Idul Adha untuk mengingatkan jemaah akan esensi ketakwaan serta pengorbanan.

Bagi yang butuh referensi khutbah Idul Adha tentang Nabi Ibrahim dan Ismail, simak beberapa contohnya berikut ini!

Contoh Khutbah Idul Adha Tentang Nabi Ibrahim dan Ismail

Ilustrasi khutbah Idul Adha tentang Nabi Ibrahim dan Ismail. Foto: Unsplash.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut contoh khutbah Idul Adha tentang Nabi Ibrahim dan Ismail yang dapat dijadikan sebagai referensi.

Contoh 1

Saudara kaum muslimin-muslimat yang dimuliakan Allah SWT,

Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita bisa menyelenggarakan shalat Idul Adha dengan bahagia. Pada 10 Dzulhijjah sampai dengan 3 hari berikutnya yang disebut sebagai hari tasyriq, marilah kita mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan menyembelih hewan kurban dan membagi-bagikannya sebagai amal sosial kepada yang membutuhkan.

Hadirin jemaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah SWT...

Kurban adalah peristiwa monumental yang selain memiliki nilai sejarah, juga mengandung nilai ibadah dan hikmah. Kurban yang dilaksanakan setiap bulan Dzulhijjah juga memiliki dimensi sosial karena semua bergotong royong membantu prosesi penyembelihan hewan sekaligus mendistribusikannya.

Sebagai bagian dari ajaran agama, ada beberapa nilai pendidikan yang bisa dipetik dari peristiwa yang dijalani oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS.

Pertama adalah menjalani perilaku sabar. Nabiyullah Ibrahim AS sudah berpuluh tahun menikah namun belum dikaruniai putra. Allah menunda memberikan putra kepadanya, dan beliau menjalaninya dengan penuh kesabaran.

Hadirin jemaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah SWT...

Nilai pendidikan kedua adalah tawakkal. Setelah menunggu puluhan tahun, akhirnya dikaruniai Ismail alaihissalam melalui rahim Siti Hajar. Namun Allah tiba-tiba memberikan ujian yaitu menyembelih putra yang beliau cintai.

Ketiga adalah pendidikan ketauhidan. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS kompak menjalani perintah Allah. Keduanya berserah diri dan bertawakal menjalani perintah Sang Pencipta, meskipun ketika hendak disembelih, Allah menggantinya dengan hewan sembelihan dari surga.

Pelajaran yang bisa kita petik adalah pentingnya menanamkan ketauhidan kepada keluarga. Seorang ayah yang memiliki karakter kuat dan ketauhidan yang kokoh akan bisa mendidik anaknya dengan baik dalam hal kecintaan kepada Allah dan mentaati perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, jika dirinya terlebih dulu memberikan contoh yang konkrit.

Demikianlah di antara hikmah peristiwa kurban yang dijalani oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS. Semoga kita bisa memetik pelajaran dari khutbah ini dan semoga kita semua bisa melaksanakan beberapa hikmah pendidikan yang telah disampaikan.

Sumber: buku Khutbah Jum’at Satu Tahun (2024) oleh Fadlun

Contoh 2

Saudara-saudaraku, kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah...

Nabi Ibrahim AS diberikan julukan "Khalilullah", yang berarti kesayangan Allah. Julukan ini menggambarkan hubungan yang sangat dekat dan istimewa antara Nabi Ibrahim AS dengan Allah SWT. Kedekatan ini tercermin dalam keteguhan iman, ketaatan, dan keikhlasan beliau dalam menjalankan segala perintah Allah SWT.

Saudara-saudaraku, kaum muslimin dan muslimat sidang Idul Adha rahimakumullah...

Keteladanan Nabi Ibrahim AS terlihat dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagaimana firman Allah dalam QS al-Mumtahanah ayat 4: "Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia..."

Lalu keteladanan apa saja yang dapat kita ambil dari Nabi Ibrahim AS?

Pertama, kedermawanannya. Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Beliau tidak pernah ragu untuk memberi, baik kepada orang yang membutuhkan maupun kepada tamu yang datang ke rumahnya.

Dalam keterangan lain diceritakan bahwa Nabi Ibrahim AS tidak pernah makan kecuali ada orang yang menemaninya. Inilah yang harus kita ambil sebagai pelajaran, jangan sampai kita kenyang sendirian sementara masih ada orang di dekat kita yang kelaparan.

Kedua, keyakinannya kepada Allah SWT. Segala yang terjadi, baik yang kita suka maupun tidak, sudah merupakan bagian dari takdir Allah SWT. Ketika kita menghadapi cobaan atau kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan kita, mari kita ingat bahwa Allah tidak akan memberi ujian kepada hamba-Nya melebihi kemampuannya.

Ketiga, pengorbanannya kepada Allah SWT. Ujian yang paling berat bagi Nabi Ibrahim AS ialah ketika beliau diperintahkan menyembelih putranya, yakni Nabi Ismail AS. Beliau tidak ragu sedikit pun untuk melaksanakan perintah tersebut.

Nabi Ibrahim AS pun melaksanakan perintah Allah SWT itu, hingga akhirnya Nabi Ismail AS diselamatkan oleh Allah SWT. Pisau Nabi Ibrahim AS tidak dapat melukai leher anaknya. Hingga akhirnya Allah SWT menurunkan domba besar dari langit sebagai pengganti Nabi Ismail AS.

Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS agar kita juga mendapatkan kasih sayang Allah SWT. Aamiin.

Sumber: buku 40 Materi Khutbah Sistematis (2025) oleh Suheri Mukti

Contoh 3

Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT,

Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim AS menikah dengan Siti Sarah sudah cukup lama, tetapi belum juga dikaruinai seorang anak pun. Kemudian pada akhirnya, oleh Siti Sarah, Nabi Ibrahim AS dipersilahkan untuk menikah lagi dengan Siti Hajar. Dan setelah itu barulah lahir Nabi Ismail AS, seorang anak yang berasal dari pernikahan Nabi Ibrahim AS dengan Siti Hajar.

Namun tibalah waktu sebuah ujian dari Allah SWT, di mana Nabi Ibrahim AS bermimpi dalam tidurnya menyembelih anak satu-satunya yang mereka sayangi itu. Nabi Ibrahim AS pun menyadari bahwa itu merupakan perintah dari Allah SWT.

Jemaah shalat Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT,

Kisah di atas menunjukkan bahwa Allah hanya menghendaki ketundukan dan penyerahan diri Nabi Ibrahim AS sehingga tiada lagi tersisa dalam diri beliau kecuali ketaatan kepada Allah. Nabi Ibrahim rela mengorbankan segalanya, termasuk yang paling berharga, yakni Ismail, dengan pengorbanan yang penuh keridhaan, ketenangan, kedamaian, dan keyakinan akan kebenaran. Maka Allah kemudian menebus putra itu, Ismail, dengan seekor hewan sembelihan yang besar.

Jemaah shalat Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT,

Dengan peristiwa inilah, kemudian dimulailah sunnah berkurban pada shalat Idul Adha hingga sekarang. Disembelihnya hewan-hewan kurban menjadi pengingat kita atas kejadian besar tersebut, peristiwa yang akan terus menyibak tabiat keimanan yang kita genggam supaya kita lebih paham mengenai bagaimana kita berserah diri kepada Allah SWT.

Sumber: buku Khutbah Jum’at Bertema Moderasi Beragama (2026) oleh Ahmad Arifin dkk.

Baca juga: Teks Bacaan Bilal Idul Adha Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

(FHK)