Konten dari Pengguna

3 Contoh Khutbah Jumat Singkat Padat dan Bermakna

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh khutbah Jumat singkat, padat, dan bermakna. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh khutbah Jumat singkat, padat, dan bermakna. Foto: Unsplash.

Khutbah Jumat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan salat Jumat yang wajib disimak oleh setiap jamaah. Isi khutbah dapat berupa nasihat, tuntunan, dan pengingat agar umat Muslim semakin taat kepada Allah SWT.

Agar tidak membosankan, materi khutbah perlu dibuat singkat, jelas, dan mudah dipahami oleh jamaah. Jika butuh referensi, simak contoh khutbah Jumat singkat, padat, dan bermakna berikut ini!

Contoh Khutbah Jumat Singkat Padat dan Bermakna

Ilustrasi contoh khutbah Jumat singkat, padat, dan bermakna. Foto: Unsplash.

Dikutip dari buku Materi Khotbah Jumat Setahun (2016) oleh Ahmad Yani dan buku Kumpulan Khutbah Jumat (2019) oleh Abdul Latif Wabula, berikut contoh khutbah Jumat singkat, padat, dan bermakna yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Khutbah 1: Karakteristik Muslim Sejati

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah. Di dunia, banyak orang mengaku muslim, bahkan mengaku muslim sejati, tapi Allah SWT tidak mengakui keimanannya karena kepribadiannya tidak mencerminkan muslim sejati.

Paling tidak, ada lima ciri khas pribadi muslim sejati. Pertama, bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (Ali Imran: 102)

Kedua, selalu berusaha masuk ke dalam Islam secara kaffah, menyeluruh, atau total. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." (al-Baqarah: 208)

Ketiga, selalu dalam shibghah atau terwarnai dengan nilai-nilai illahi, sebagaimana firman-Nya, "Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nyalah kami menyembah." (al-Baqarah: 138)

Keempat, istiqamah atau teguh dalam pendirian. Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami ialah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita." (al-Ahqaaf: 13)

Kelima, memiliki sikap tawazun (keseimbangan hidup), tidak hanya mementingkan urusan duniawi, melainkan juga ukhrawi, sebagaimana firman Allah, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi... Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (al-Qashash: 77)

Semoga Allah memberkati kita semua. Amin.

Contoh Khutbah 2: Mempertahankan Iman

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah SWT. Godaan dan tantangan hidup di dunia kita rasakan semakin banyak dan berat. Sudah terlalu banyak orang yang tergelincir dari jalan yang benar. Potensi yang baik dan buruk memang ada pada setiap manusia.

Allah berfirman, "Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (asy-Syams: 7-10)

Agar seorang muslim mampu mempertahankan iman mereka dengan baik, maka ada beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan.

Pertama, seorang muslim harus memahami arah yang berujung kepada kebahagiaan di akhirat. Allah berfirman, "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa." (al-An'aam: 153)

Kedua, berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Kutinggalkan kepadamu dua pusaka, tidaklah kamu akan tersesat selama-lamanya selama kamu masih berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur'an) dan Sunnah Rasul." (HR Malik)

Ketiga, bergaul dengan orang-orang yang saleh, sebagaimana sabda Rasulullah, "Seseorang mengikuti agama kawannya, karena itu perhatikanlah kepada siapa orang itu berkawan." (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Keempat, memiliki ikatan jamaah yang kuat. Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh." (ash-Shaff: 4)

Kelima, memiliki kebanggaan sebagai seorang muslim. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua. Aamiin.

Contoh Khutbah 3: Melaraskan Kehidupan Dunia dan Akhirat

Jamaah jumah rahimakumullah. Puja dan puji, kepunyaan Allah Rabbul Gafur. Hari ini, berkat pancaran kasih sayang-Nya, langkah kita diringankan untuk bersimpuh sujud sebagai refleksi kesyukuran kepada-Nya.

Saudaraku yang berbahagia, kehidupan dunia ini tidak bisa dibandingkan dengan kehidupan di akhirat kelak. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku telah siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang (kenikmatannya) tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan juga tidak pernah terbetik dalam hati manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ayyuhal muslimun, alangkah naif dan lugunya kita jika menghabiskan semua hidup untuk menjemput dunia tanpa peduli dengan akhirat. Allah berfirman, "Sedangkan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal."

Prinsip kedua, meski akhirat harus diutamakan, Allah Yang Maha Bijaksana tidak melarang kita untuk mencari dan menikmati bagian kita dari kehidupan dunia. Allah berfirman, "Dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi."

Prinsip ketiga, "Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu." Allah memperingatkan Qarun yang telah dianugerahkan harta melimpah, namun ia berlaku sombong dan enggan bersyukur, hingga Allah tenggelamkan ia bersama harta-hartanya ke dalam perut bumi. "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Ikhwanul kiram, takwa mesti kita prioritaskan, yakni mematuhi semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Semoga Allah kuatkan iman kita, ampuni dosa kita, dan mengembalikan kita dalam keadaan husnul khatimah. Amin ya rabbal alamin.

(FHK)

Baca juga: 20 Soal Tes Petugas Haji Terbaru 2026 Part 1 Lengkap dengan Kunci Jawaban