Konten dari Pengguna

3 Contoh Materi Kultum tentang Malam Lailatul Qadar yang Menyentuh Hati

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 12 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi beribadah di malam lailatul qadar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beribadah di malam lailatul qadar. Foto: Shutter Stock

Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan dalam ajaran Islam. Di malam istimewa ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah demi meraih pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Jenis ibadah yang bisa dikerjakan pun beragam, mulai dari shalat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa. Kultum tentang malam Lailatul Qadar juga bisa disampaikan untuk menambah motivasi umat Muslim agar semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam praktiknya, kultum disampaikan secara singkat, yakni sekitar tujuh menit saja. Itu kenapa, isi ceramah harus disesuaikan dengan pesan-pesan keagamaan yang ingin disampaikan kepada jemaah.

Seperti apa? Simak contoh materi kultum tentang malam Lailatul Qadar selengkapnya dalam artikel berikut!

Materi Kultum tentang Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar. Foto: Shutter Stock

Merujuk laman resmi Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan beberapa sumber lainnya, berikut tiga contoh kultum singkat tentang malam Lailatul Qadar:

Contoh Kultum 1

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ أَمَّا بَعْدُ،

عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh.

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

Jamaah yang dimuliakan Allah.

Betapa banyak anjuran amal ibadah yang dianjurkan untuk umat Muslim selama Ramadhan. Dari mulai amalan-amalan sunnah saat buka puasa dan sahur, bertadarus Al-Qur’an, melaksanakan shalat tarawih, dan lain sebagainya. Salah satu anjuran utama yang terdapat pada bulan agung ini adalah meraih malam Lailatul Qadar. Allah swt dalam Al-Qur’an secara tegas menyampaikan bahwa momen sakral Lailatul Qadar,

إِنَّا أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مّنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلَئِكَةُ وَالْرُّوحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِهِّمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ * سَلَامٌ هِىَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ.

Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadar [97]: 1-5)

Hanya saja, kepastian kapan malam agung ini terjadi belum ada yang bisa memprediksi, apakah di awal Ramadhan, pertengahannya, atau di penghujung bulan. Jika kita umpamakan, malam Lailatul Qadar bagaikan permata sangat indah yang tersimpan di tempat sangat tersembunyi. Semua orang menginginkannya, tetapi hanya bisa memprediksi keberadaannya.

Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh.

Meskipun kedatangan malam Lailatul Qadar dirahasiakan, para ulama berusaha (berijtihad) untuk memprediksi kapan malam mulia tersebut jatuh. Kita bisa mengacu pada pendapat-pendapat yang mereka kemukakan, kendati pada akhirnya kita juga berkesimpulan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar tetap menjadi misteri karena tidak bisa diprediksi ketepatannya seratus persen.

Jika kita himpun, ada banyak sekali ragam prediksi para ulama tentang jatuhnya malam Lailatul Qadar. Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani menjelaskan setidaknya ada 45 pendapat terkait waktu terjadinya malam mulia tersebut. Namun dari sekian pendapat yang ada, ia berkesimpulan bahwa argumen yang paling kuat adalah yang mengatakan terjadi pada tanggal-tanggal ganjil di bulan Ramadhan.

Sementara Imam Syafi’i lebih spesifik lagi berpendapat bahwa tanggal 21 dan 23 Ramadhan lebih potensial terjadi malam Lailatul Qadar. Sedangkan mayoritas ulama termasuk Syekh Nidzamuddin an-Naisaburi berpendapat pada 27 Ramadhan. (Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Fatḥul Bārī: juz V, h. 463)

Menurut Imam Fakruddin ar-Razi, hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah supaya umat muslim bersungguh-sungguh melakukan ibadah selama satu bulan Ramadhan penuh untuk meraih malam istimewa tersebut. Jangan sampai lengah satu hari saja. (Fakhruddin ar-Razi, Mafātīḥul Ghaib, 1981: juz XXXII, h. 28)

Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa malam Lailatul Qadar tidak bisa diprediksi kapan tepatnya. Hanya bisa berusaha dan berikhtiar dengan memperbanyak ibadah selama satu bulan Ramadhan dengan harapan bisa meraih malam istimewa ini.

Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh.

Demikianlah khutbah singkat yang bisa khatib sampaikan. Semoga Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya diberi kesempatan oleh Allah swt untuk meraih malam yang lebih utama dari seribu bulan ini. Amin.

Contoh Kultum 2

Ilustrasi Beribadah di Malam Lailatul Qadar. Foto: Shutterstock

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ،

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ:إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤ سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, satu-satunya Tuhan yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan kepada segala sesuatu dan berbeda dengan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada tempat dan arah serta Mahasuci dari bentuk dan ukuran.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Tema khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini adalah: “Malam Nuzulul Qur’an dan 6 Keutamaan Lailatul Qadar ”.

Hadirin rahimakumullah,

Apa itu Lailatul Qadar ?

Lailatul Qadar adalah di antara kekhususan yang Allah anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad. Ia adalah malam yang penuh kemuliaan. Ibadah di dalamnya lebih utama daripada ibadah yang dilakukan selama seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar -nya. Seribu bulan sama dengan 83 tahun lebih 4 bulan.

Umat-umat Nabi terdahulu bisa beribadah di dunia ini dalam jangka waktu yang lama karena Allah menjadikan usia mereka panjang-panjang. Sedangkan umat Nabi Muhammad meskipun usia mereka rata-rata hanyalah antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun, akan tetapi Allah menganugerahkan Lailatul Qadar kepada mereka. Dengan adanya Lailatul Qadar , umat Nabi Muhammad berkesempatan mendapatkan pahala yang besar meskipun hidupnya tidak lama di dunia ini.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah..

Apa saja keutamaan Lailatul Qadar ?

Pertama, Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Alquran . Sebagaimana kita tahu bahwa proses turunnya Alquran terjadi dalam dua tahap:

Tahap pertama, turunnya Alquran dari lauh mahfuz ke suatu tempat di langit yang pertama (langit dunia) yang bernama bait al ‘izzah. Dalam tahap pertama ini, Alquran diturunkan semuanya dari awal hingga akhir secara lengkap. Hal itu terjadi pada malam Lailatul Qadar yang saat itu bertepatan dengan malam dua puluh empat Ramadhan.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ

Maknanya: “Sesungguhnya Kami menurunkan Alquran itu pada malam Lailatul Qadar.” (QS al-Qadr: 1)

Tahap kedua, turunnya Alquran dari bait al ‘izzah di langit yang pertama kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam tahap kedua ini, Alquran diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan sebab dan peristiwa tertentu selama kurang lebih dua puluh tiga tahun.

Lima ayat pertama dari surat al ‘Alaq adalah yang pertama diturunkan kepada beliau di gua Hira’ dengan perantaraan malaikat Jibril ‘alaihis salam. Dan hal itu menurut sebagian ulama terjadi pada malam 17 Ramadhan. Atas dasar inilah kemudian malam 17 Ramadhan diperingati umat Islam sebagai malam nuzul Alquran .

Kedua, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan. Allah ta’ala berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

Maknanya: "Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan."

Ketiga, pada malam Lailatul Qadar, Allah memberitahukan kepada para malaikat mengenai apa yang terjadi di kalangan para hamba sampai datangnya Lailatul Qadar pada tahun berikutnya.

Allah memberitahukan kepada mereka siapa saja yang lahir, mati, ditimpa musibah, sakit, sehat, dilapangkan rezekinya, disempitkan rezekinya dan lain sebagainya dalam kurun satu tahun kedepan. Tafsir al Qurthubi, an Nasafi dan lainnya menjelaskan bahwa itulah makna dari ayat:

فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ

Maknanya: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS ad Dukhan: 4)

Keempat, amal shalih pada Lailatul Qadar lebih baik daripada amal shalih yang dilakukan selama seribu bulan sebagaimana ditegaskan oleh Allah:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

Maknanya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada Malam Qadar (Malam Kemulian). Dan tahukah kamu, apa Malam Qadar itu? Malam Qadar itu lebih baik dari seribu bulan,” (QS Al-Qadr : 1-3).

Kelima, para malaikat dari setiap langit turun memenuhi lapisan bumi mendoakan dan mengucapkan salam kepada setiap orang yang menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah. Allah ta’ala berfirman:

تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ

Maknanya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.” (QS al Qadr: 4).

Keenam, Lailatul Qadar adalah malam keselamatan dan keberkahan bagi para wali dan orang-orang yang melakukan ketaatan. Pada malam itu, syetan tidak dapat berbuat buruk kepada orang-orang yang melakukan kebaikan. Allah ta’ala berfirman:

سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ

Maknanya: “Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar” (QS al Qadr: 5)

Hadirin yang dirahmati Allah..

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga kita dikuatkan dan dimudahkan oleh Allah ta’ala untuk melakukan berbagai ketaatan di bulan Ramadhan. Amin.

Contoh Kultum 3

Ilustrasi Kultum. Foto: Getty Images

Bapak-bapak dan ibu-ibu jama'ah salat tarawih yang insya Allah dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Mari kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena pada malam hari ini, di bulan yang mulia, di tempat yang mulia, insya Allah bersama orang-orang yang mulia. Bersama-sama kita bisa melaksanakan salat Isya berjama'ah, salat tarawih berjamaah, salat Witir berjama'ah. Semoga ibadah kita pada malam hari ini diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Aamiin ya robbal 'alamiin.

Bapak-bapak dan ibu-ibu, mari kita bersholawat kepada nabi pemimpin ummat, Nabi pembawa Rahmat, nabi pemberi syafaat, Baginda Nabi Agung Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dengan sama-sama mari kita ucapkan Allahumma sholli wa sallim 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad.

Semoga kita semua yang hadir di sini mendapatkan syafaat Nabi Muhammad di Yaumil akhir nanti.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Aamiin ya rabbal 'alamiin.

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang insyaallah dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Pada kesempatan yang berbahagia ini insya Allah sebagaimana yang telah diminta oleh Master of Ceremony atau pembawa acara, saya diminta untuk menyampaikan kultum singkat, ceramah singkat, tausiyah singkat. Kali ini judulnya insya Allah "Meraih Keutamaan Malam Lailatul Qadar."

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang berbahagia,

Salah satu kemuliaan, keutamaan, keberkahan, kebaikan yang ada pada bulan Ramadhan adalah bahwa pada bulan Ramadhan ada yang namanya Lailatul Qadar. Apa mulianya? Apa berkahnya? Apa keutamaannya daripada malam Lailatul Qadar?

Pada kesempatan ini Pak, ibu-ibu, saya bahas dua saja Pak. Saya bahas dua saja Buk.

Yang pertama, bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik daripada 1000 bulan. Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, kalau pada malam lailatul qadar ini kita beribadah, ibadah kita lebih baik daripada seribu bulan. Kira-kira bapak-bapak umurnya sampai tidak Pak 1000 bulan? Ibu-ibu kira-kira umurnya sampai tidak 1000 bulan?

Kalaupun sampai Pak Ibu misalnya, sanggupkah kita beribadah selama 1000 bulan? Sanggupkah kita baca Quran, shalat malam, berzikir selama 1000 bulan? Belum tentu sanggup bapak ibu.

Yang kedua, keutamaan daripada malam Lailatul Qadar kita ambil dari sebuah hadis. Apa bunyi hadisnya?

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam Qadar dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu." (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1768 dan Muslim: 1268).

Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah yang berlandaskan iman dan murni mengharap ridho Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Buk, kira-kira ibu-ibu punya dosa tak Buk? Bapak-bapak kira-kira kita ini punya dosa tak Pak?

Banyak dosa kita, bergunung-gunung dosa kita ini Pak. Maka pada malam bulan Ramadan ini kita bersyukur ada satu malam yang di mana kalau kita beribadah maka dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Pertanyaannya Pak, pertanyaannya ni Buk, gimana kira-kira cara kita mendapatkan malam Lailatul Qadar, dan kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar? Ternyata malam Lailatul Qadar dirahasiakan waktunya oleh Allah, tidak ditentukan malamnya, waktunya, harinya, tanggalnya, tidak.

Ada memang keterangan dari beberapa ulama, juga ada hadisnya sebenarnya, cuman hadisnya nggak secara langsung menentukan harinya, tak secara langsung menentukan tanggalnya Buk.

Apa kata Baginda Nabi Muhammad Saw:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari).

Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, kalau kita ingin menemukan malam Lailatul Qadar tak bisa kita tentukan harinya. Hanya sekedar tanggal 27 misalnya kita ibadah, hanya sekedar tanggal 21 misalnya kita ibadah, tak bisa. Karena harinya belum pasti kapan.

Kalau kita mau cari aman, kita beribadah dari malam pertama sampai malam terakhir bulan Ramadhan. Semoga kita semua yang hadir di sini ditakdirkan oleh Allah untuk berjumpa dengan malam Lailatul Qadar.

Aamiin Allahumma.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Dan semoga Ramadhan tahun ini bukan Ramadhan terakhir bagi kita. Semoga kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya, dan semoga keluarga kita dari bulan Ramadhan ini betul-betul kita menjadi orang yang kembali fitrah, orang yang kembali suci.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Aamiin ya robbal 'alaamiin.

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang berbahagia, kiranya itulah yang bisa saya sampaikan. Yang benar datangnya dari Allah dan yang salah atas kesalahan saya pribadi.

Terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.

Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.

Baca Juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026 dan Tandanya Menurut Ulama

(ANB)