3 Jenis Bullying yang Biasa Dijumpai dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bullying adalah sebuah situasi di mana terjadi penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok. Situasi ini ditandai dengan perilaku agresif, penindasan, pelecehan, dan lain-lain.
Biasanya, tindakan bullying dilakukan berulang kali menggunakan kata-kata, tindakan, ataupun kontak fisik. Pelaku bullying akan menyerang korban dan menindasnya demi mencapai tujuan yang ia inginkan.
Mengutip buku Penerapan Hukum Pidana dalam Penanganan Bullying di Sekolah karya Antonius P.S (2019), bullying bisa membuat korban menderita luka atau merasa tidak nyaman. Perilaku ini dapat ditemui di mana saja, baik sekolah, lingkungan kerja, maupun keluarga.
Ada beberapa jenis bullying yang perlu diwaspadai. Apa saja? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.
Jenis Bullying
Bullying biasanya berupa tindakan fisik dan verbal. Secara umum, praktiknya dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni sebagai berikut:
1. Bullying Fisik
Jenis bullying fisik dapat dilihat dengan kasat mata. Peristiwa ini terjadi ketika terdapat sentuhan fisik antara pelaku bullying dan korbannya. Contoh bullying fisik antara lain menampar, menimpuk, menginjak kaki, menjegal, meludahi, memalak, melempar barang, menghukum, dan menolak.
2. Bullying Verbal
Bullying verbal dapat diidentifikasi melalui indra pendengaran seseorang. Contohnya yaitu memaki, menghina, menjuluki, meneriaki, menuduh, mempermalukan di depan umum, dan lain-lain.
Bullying verbal yang umum dijumpai adalah komentar negatif tentang kondisi fisik seseorang atau biasa disebut sebagai body shaming. Contoh kalimatnya yaitu, “Gendut lo”, “Cungkring banget deh”, “Culun banget pake kacamata gitu”.
3. Bullying Mental atau Psikologi
Jenis bullying ini cukup berbahaya karena tidak bisa dideteksi melalui indra penglihatan atau pendengaran. Praktik bullying ini terjadi secara diam-diam dan di luar radar pemantauan kita.
Bullying mental bertujuan untuk melemahkan dan menjatuhkan mental korban agar mau tunduk di hadapan pelakunya. Biasanya, bullying ini dilakukan dengan gestur tertentu seperti memandang sinis, memandang penuh ancaman, mengucilkan, memelototi, dan meneror.
Baca juga: Mengenal Tes MBTI Lengkap dengan Tujuan dan Indikator Pengukurannya
Cara Mengatasi Bullying di Sekolah
Perilaku bullying paling sering dijumpai di lingkungan sekolah. Pelaku biasanya membully korban dengan berbagai bentuk penindasan, baik secara fisik maupun verbal.
Untuk mencegah terjadinya bullying, perlu peran dan kepedulian dari semua pihak. Dikutip dari buku All About Bully susunan Titi Keke (2019), berikut cara mengatasi bullying di sekolah selengkapnya:
Penerapan program anti-bullying di sekolah dengan cara menggiatkan pengawasan.
Pemberian sanksi secara tepat kepada pelaku.
Melakukan kampanye melalui berbagai cara.
Memasukkan materi bullying ke dalam pembelajaran akan berdampak positif bagi pengembangan pribadi para murid.
Menjalin persahabatan di luar sekolah.
Orang tua harus terus memberikan perhatian dan memantau keadaan anak dan pelaku bullying.
Mengajak pelaku dan korban untuk melakukan kegiatan bermanfaat.
Bicara baik-baik dengan pelaku dan korban bullying.
Melakukan diskusi dengan guru dan orang tua terkait bullying di sekolah.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu bullying?

Apa itu bullying?
Bullying adalah sebuah situasi di mana terjadi penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok.
Siapa pelaku bullying?

Siapa pelaku bullying?
Bisa dilakukan oleh individu atau kelompok.
Apa contoh bullying fisik?

Apa contoh bullying fisik?
Menampar, menimpuk, menginjak kaki, menjegal, meludahi, memalak, dan lain-lain.
