Konten dari Pengguna

3 Jenis Obat GERD di Apotik yang Bisa Dibeli Tanpa Resep Dokter

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi obat GERD di apotik. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat GERD di apotik. Foto: Pexels

Gastroesophageal reflux disease atau GERD terjadi ketika asam lambung atau empedu naik kembali ke kerongkongan. Penyebabnya beragam, mulai dari kebiasaan merokok, pola hidup yang tidak sehat, hingga faktor genetik.

Mengutip laman Mayo Clinic, GERD umumnya ditandai dengan sensasi terbakar di dada dan ulu hati, rasa asam atau pahit di mulut, dan sulit menelan. Jika tidak ditangani segera, gejala-gejala tersebut tentu akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

GERD sejatinya bisa diatasi dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Namun, konsumsi obat-obatan biasanya menjadi pilihan pertama penderita untuk membantu meredakan keluhan yang mereka alami.

Gejala GERD

Ilustrasi seseorang yang mengalami gejala GERD. Foto: Pexels

Mengutip jurnal Gastroesophageal Reflux Disease oleh Catiele Antunes, dkk., ada beberapa gejala GERD yang umumnya dirasakan penderita, yaitu:

  • Heartburn atau sensasi terbakar di dada yang bisa menyebar sampai ke leher. Gejala ini biasanya muncul setelah makan dan memburuk pada malam hari atau saat berbaring.

  • Regurgitasi, yaitu cairan asam atau makanan yang naik dari dalam perut ke bagian mulut.

  • Nyeri pada ulu hati.

  • Timbul rasa asam atau pahit di mulut.

  • Sensasi seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan. Kondisi ini dikenal dengan istilah globus pharyngeus.

  • Disfagia atau kesulitan menelan. Gejala ini terjadi karena peradangan atau kerusakan pada kerongkongan akibat paparan asam lambung.

Selain gejala utama di atas, GERD juga dapat menyebabkan gejala lain jika refluks asam terjadi pada malam hari, seperti:

  • Batuk kronis yang tidak kunjung sembuh.

  • Radang tenggorokan yang menyebabkan perubahan suara atau suara serak.

  • Peningkatan gejala asma atau munculnya asma baru pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit ini.

Penyebab GERD

Ilustrasi seseorang yang menderita GERD bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Foto: Pexels

Penyebab GERD yang utama adalah melemannya katup pada lambung yang disebut sfingter kardia, yaitu otot-otot berbentuk cincin yang membatasi lambung dan kerongkongan.

Normalnya, sfingter kardia selalu dalam posisi tertutup untuk mencegah naiknya asam lambung dan makanan yang sedang dicerna kembali menuju kerongkongan. Katup ini baru akan terbuka ketika makanan di mulut akan masuk ke dalam perut.

Pada penderita GERD, yang terjadi justru sebaliknya. Otot-otot sfingter kardia menjadi lemah sehingga katup tersebut dapat terbuka meski tidak ada makanan yang bergerak masuk dari kangkongan. Akibatnya, asam lambung dapat naik kembali sewaktu-waktu.

Dikutip dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit GERD.

  • Terlalu banyak tekanan pada perut. Contohnya pada ibu hamil, di mana janin yang berkembang dapat menekan organ dalam perut termasuk lambung.

  • Konsumsi jenis makanan tertentu yang dapat memicu asam lambung naik, seperti produk susu dan makanan pedas, asam, atau berlemak.

  • Konsumsi makanan dengan porsi banyak dalam satu waktu.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat asma, obat darah tinggi, obat alergi, obat pereda nyeri, dan obat antidepresan. Obat-obatan ini dapat meningkatkan produksi asam lambung.

  • Hernia hiatus, yaitu kondisi ketika bagian atas perut menonjol ke dalam diafragma, yang seharusnya menjadi pembatas antara perut dan dada. Kondisi ini dapat mengganggu aliran makanan dan memungkinkan asam lambung untuk naik kembali ke kerongkongan.

Penyakit GERD termasuk masalah pencernaan yang cukup umum dan bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, risiko untuk mengalami penyakit ini cenderung lebih tinggi pada orang-orang dengan kondisi berikut:

  • Obesitas atau memiliki berat badan berlebih.

  • Mengalami gangguan jaringan ikat, contohnya skleroderma.

  • Kebiasaan merokok.

  • Kecanduan alkohol.

  • Ibu hamil.

Obat GERD di Apotik

Ilustrasi obat GERD. Foto: Pexels

Berikut beberapa jenis obat GERD di apotik yang bisa dibeli tanpa resep.

1. Proton Pump Inhibitors (PPI)

Proton Pump Inhibitors (PPI) dikenal sebagai salah satu obat GERD di apotik yang ampuh untuk mengurangi gejala. Obat ini mampu mengurangi efek asam lambung selama empat hingga 12 minggu.

Dijelaskan dalam laman Healthline, PPI bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung. Dengan begitu, jaringan kerongkongan yang rusak akan lebih cepat sembuh. PPI juga membantu mencegah mulas dan sensasi terbakar yang sering menyertai GERD.

2. Antasida

Ilustrasi obat untuk mengatasi GERD. Foto: Pexels

Antasida berfungsi sebagai penetral asam lambung untuk mengurangi rasa mulas, gangguan pencernaan, dan sakit perut. Jenis obat ini tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan cairan suspensi yang umumnya bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter.

Terdapat berbagai merek obat GERD di apotik dengan jenis antasida. Berikut beberapa di antaranya:

  • Rolaids

  • Pepto Bismol

  • Gaviscon

  • Mylanta

  • Maalox

  • Gelusil

  • Alka-Seltzer

  • Tums

Meski bisa dibeli tanpa resep, penderita tetap harus mengikuti anjuran pemakaian yang umumnya terdapat pada bagian belakang kemasan obat. Pasalnya, konsumsi dalam jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping seperti sembelit, diare, dan gangguan pada ginjal.

3. H-2 Receptor Blocker

Mengutip laman WebMD, H-2 receptor blocker bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam lambung yang dilepaskan oleh kelenjar di lapisan perut sehingga gejala mulas akibat GERD berkurang. Menurunnya asam lambung ini juga memungkinkan tukak lambung atau maag sembuh.

Selain berfungsi untuk mengurangi gejala GERD, obat golongan H-2 receptor blocker efektif mengobati penyakit lambung lainnya, seperti gangguan pencernaan, radang perut, hipersekresi lambung, esofagitis, hingga ulkus stres.

Beberapa merek obat GERD di apotik yang termasuk golongan H-2 receptor blocker antara lain Ranitidin, Famotidin, Simetidin, dan Nizatidin.

Perlu dicatat, jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, obat ini dapat membuat tubuh kekurangan vitamin B12 dan meningkatkan risiko patah tulang.

Cara Mengobati GERD secara Alami

Ilustrasi teh kamomil untuk meredakan gejala GERD. Foto: Pexels

Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, dokter biasanya menganjurkan penderita GERD untuk melakukan perubahan gaya hidup serta pengobatan rumahan. Dirangkum dari Healthline, berikut adalah beberapa cara mengobati GERD secara alami yang bisa dilakukan di rumah.

1. Makan dengan Porsi Kecil

Cobalah untuk makan dalam porsi kecil tapi sering. Kebiasaan ini lebih baik daripada makan tiga kali sehari dengan porsi besar. Makan dalam porsi kecil dapat membantu menghindari tekanan berlebih pada perut dan mencegah refluks asam setelah makan.

2. Hindari Makanan dan Minuman Tertentu

Hindari beberapa makanan atau minuman yang bisa memicu refluks asam dan produksi asam lambung meningkat, seperti makanan berlemak, makanan pedas, tomat, bawang putih, kopi, teh, cokelat, alkohol, minuman berkarbonasi, dan sebagainya.

3. Konsumsi Teh Kamomil

Salah satu bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk meredakan gejala GERD adalah kamomil. Tanaman berbunga ini sudah cukup lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi sakit perut.

Kamomil mengandung senyawa antiinflamasi yang khasiatnya tidak jauh berbeda dengan obat pereda nyeri, seperti aspirin. Sebuah studi terbitan jurnal Molecular Medicine Reports menyebutkan bahwa kamomil dapat meredakan berbagai macam gangguan pencernaan.

Kamomil dapat membantu mengatasi efek kenaikan asam lambung, menghambat pertumbuhan bakteri H. pylori, dan mengurangi kejang otot di perut. Untuk memperoleh manfaatnya, Anda bisa mengonsumsi teh kamomil hangat sebanyak dua gelas sehari.

4. Konsumsi Licorice

Selain kamomil, Anda juga bisa mengunakan licorice untuk mengatasi GERD secara alami. Licorice atau akar manis bermanfaat dalam melindungi lapisan perut dan kerongkongan sehingga mencegah terjadinya iritasi akibat kenaikan asam lambung.

Licorice bekerja dengan cara meningkatkan produksi lendir pada sel kerongkongan. Lendir yang terbentuk akan melindungi dinding kerongkongan dari iritasi akibat paparan asam lambung terus-menerus. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa minum ekstrak licorice sebanyak 1-2 kali sehari.

5. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup sangat penting untuk membantu mengatasi penyakit GERD. Adapun beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menghindari kebiasaan merokok.

  • Meninggikan posisi kepala selama tidur menggunakan bantal yang ditumpuk. Posisi kepala yang lebih tinggi dari tubuh bisa membantu meredakan nyeri pada ulu hati karena kenaikan asam lambung.

  • Menurunkan berat badan bagi penderita obesitas dengan melakukan perubahan pola makan dan berolahraga secara rutin.

  • Menghindari konsumsi jenis obat tertentu, seperti obat pereda nyeri.

Baca Juga: Adakah Cara Menyembuhkan GERD secara Total?

Cara Mencegah GERD

Ilustrasi salah satu cara mencegah GERD adalah mengonsumsi makanan dengan porsi tidak terlalu banyak dan sesuai kebutuhan. Foto: Pexels

Berdasarkan laman American Gastroenterological Association, berikut adalah beberapa cara mencegah GERD untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu GERD, seperti makanan pedas, berlemak, atau berminyak, merica, peppermint, makanan yang terlalu asam, makanan yang terlalu pedas, alkohol, susu, jus jeruk, dan sebagainya.

  • Perbaiki pola makan dan cara mengunyah. Biasakan makan dengan porsi kecil tapi sering dan hindari mengunyah makanan terlalu cepat.

  • Hindari berbaring setelah makan. Tunggulah setidaknya 3 jam setelah makan sebelum tidur atau berbaring.

  • Tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur.

  • Hindari dan kurangi stres.

  • Berolahraga secara teratur. Namun, hindari olahraga yang dapat meningkatkan tekanan pada perut dan memicu gejala GERD, seperti angkat besi.

  • Lakukan diet sehat jika mengalami obesitas.

  • Berhenti merokok.

  • Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat karena dapat menekan perut.

(ADS & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja yang dirasakan penderita GERD?

chevron-down

GERD umumnya ditandai dengan sensasi terbakar di dada dan ulu hati, rasa asam atau pahit di mulut, dan sulit menelan.

Obat apa yang bagus untuk GERD?

chevron-down

Obat yang termasuk jenis Proton Pump Inhibitors, antasida, dan H-2 receptor blocker.

Apa nama obat GERD di apotik?

chevron-down

Beberapa merek obat GERD di apotik yang termasuk golongan H-2 receptor blocker antara lain Ranitidin, Famotidin, Simetidin, dan Nizatidin.