Konten dari Pengguna

3 Kategori Empati Meliputi Apa Saja? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 3 kategori empati meliputi apa saja. Foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 3 kategori empati meliputi apa saja. Foto: pexels

Empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan emosi orang lain seolah-olah berada di posisi yang sama. Lewat empati, seseorang bisa lebih peka terhadap perasaan orang lain dan membangun hubungan yang tulus serta bermakna.

Secara teori, empati tidak hanya diklasifikasikan ke dalam satu jenis. Para ahli membaginya menjadi tiga kategori yang masing-masing memiliki cara berbeda dalam merespons emosi orang lain.

Pertanyaannya, 3 kategori empati tersebut meliputi apa saja? Yuk, simak pembahasan lengkapnya lewat artikel berikut ini!

3 Kategori Empati

Ilustrasi empati. Foto: pexels.com/Alex Green

Dalam buku Psikologi Terang: Kekuatan Positif dalam Memahami dan Menginspirasi Orang Lain, Bagas Bantara menjelaskan bahwa empati adalah bentuk koneksi emosional yang mendalam.

Empati bukan sekadar simpati atau rasa iba, melainkan kemampuan untuk benar-benar memahami perasaan orang lain, baik itu kesedihan, kegembiraan, maupun emosi lainnya. Artinya, empati mencakup keseluruhan spektrum perasaan, bukan hanya saat seseorang berada dalam situasi sulit.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, empati dibagi menjadi tiga kategori. Dikutip dari situs Thriveworks, 3 kategori empati meliputi kognitif, emosional, dan actionable (dapat ditindaklanjuti). Berikut penjelasannya:

1. Empati Kognitif

Empati kognitif sering disebut juga sebagai perspective taking atau empathic accuracy. Jenis empati ini merujuk pada kemampuan untuk mengenali dan memahami apa yang mendasari pikiran maupun perasaan seseorang.

Meskipun Anda mungkin tidak merasakan emosi yang sama atau tidak sependapat, empati kognitif memungkinkan Anda untuk tetap memahami perspektif orang lain secara rasional. Intinya, empati ini membuat seseorang mampu melihat situasi dari sudut pandang orang lain, tanpa harus terlibat secara emosional.

2. Empati Emosional

Jenis empati berikutnya adalah empati emosional. Empati yang juga dikenal dengan affective empathy ini merupakan kemampuan untuk merasakan emosi orang lain seolah-olah Anda sendiri yang mengalaminya.

Dengan empati emosional, Anda tidak hanya memahami perasaan seseorang, tetapi juga turut merasakannya secara mendalam. Misalnya, ketika seorang teman kehilangan rumah akibat bencana alam, Anda bisa ikut merasakan kesedihannya, bahkan hingga merasa hancur.

3. Empati Actionable

Jenis empati yang terakhir adalah empati actionable, dikenal juga sebagai compassionate empathy. Empati ini mendorong seseorang untuk tidak hanya memahami dan merasakan, tetapi juga bertindak demi membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

Empati actionable membuat seseorang terhubung dengan sisi kemanusiaannya, sehingga ia merasa terdorong untuk memberikan bantuan nyata. Hal ini juga ditegaskan dalam studi berjudul Empathic Concern Is Part of a More General Communal Emotion (2017).

Dalam studi tersebut disebutkan bahwa perasaan tergerak secara emosional dapat memicu dorongan untuk berbagi, peduli, dan bertindak secara kolektif.

Baca Juga: Apa Itu Tone Deaf yang Ramai di Media Sosial? Ini Penjelasannya

(NSF)